Istilah Organik dan Non Organik Buat Warga Selatpanjang Bingung
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 14 Mei 2015 04:05:10
Istilah Organik dan Non Organik Buat Warga Selatpanjang Bingung
KETERANGAN GAMBAR :
ilustrasi

SELATPANJANG, UTUSANRIAU.CO -- Ternyata masih ada saja warga Selatpanjang, Kepulauan Meranti dibingungkan dengan istilah kata Organik dan Non Organik. Pasalnya, pada saat warga membuang sampah, pasti tidak sesuai pada tempatnya.

Hal ini terungkap ketika dari pantauan, Kamis (14/5/2015), di sejumlah titik seperti pasar, pinggiran jalan kota, depan pertokoan, dan taman kota terdapat tong sampah yang sudah terbagi dua itu. Salah satunya tong untuk Organik, terdapat sampah yang tidak sesuai dengan istilah yang tertulis di tong sampah tersebut.

Tong sampah Organik yang berfungsi untuk sampah bisa membusuk atau yang berjenis bisa diolah seperti dedaunan, tetapi ini berisikan sampah plastik botol, kaleng bekas, dan berbahan sampah plastik lainnya. Begitu juga sebaliknya, tong sampah Non organik yang berfungsi untuk sampah yang komersil (tidak membusuk) berisi dengan sampah dedaunan dan sampah yang bisa membusuk.

Dengan begitu, ini menandakan bahwa masih banyak warga yang tidak paham apa itu sampah organik dan sampah non organik. Sebenarnya, dengan adanya kedua jenis tong sampah yang berbeda tersebut, masyarakat bisa langsung memilah mana sampah yang bisa didaur ulang dan mana sampah yang dapat diproduksi kembali (diperjualkan, red).

Seperti diakui Apung (49) salah seorang warga Selatpanjang Selatan. Ia mengakui tidak memperhatikan hal tersebut, bahkan belum mengerti apa istilah pada kedua tong sampah yang berbeda itu (warna hijau untuk organik, dan yang kuning untuk non organik)

"Saya kurang paham juga apa itu sampah organik dan non organik. Yang penting buang sampah pada tempatnya," ungkap seorang yang beretnis Tionghoa tersebut.

Pria yang sehari-harinya berdagang ini juga mengakui ia sering membuang sampah botol minuman ke tong sampah organik. Oleh karena itu, ini yang membuat kurangnya pengetahuan masyarakat akan hal tersebut sungguh memprihatinkan.

Kepala DPKP Kabupaten Kepulauan Meranti, Joko Surianto Selamat mengatakan bahwa pihaknya yang setiap tahunnya itu telah menyalurkan puluhan tong sampah organik dan anorganik dan ratusan tong sampah biasa ukuran besar.

Terkait kurangnya pemahaman masyarakat dalam memilah sampah, mantan camat Rangsang itu mengakui bahwa kebiasaan masyarakat harus diubah. Karena dengan pengadaan tong sampah ini sekaligus memberikan pelajaran berharga kepada masyarakat bahwa sampah harus dilakukan pemisahan. Baik sampah organik, maupun non organik. Sehingga dengan demikian, nantinya petugas akan semakin mudah dalam mengambil sampah untuk dibuang ke Tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kebiasaan masyarakat seperti ini harus diubah. Walaupun membuang sampah di tong sampah itu sudah benar, tapi sampah harus juga dilakukan pemisahan untuk memudahkan petugas untuk mengangkutnya ke TPA,” jelas Joko.

Sementara itu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kepulauan Meranti mengaku ini sedang gencar melakukan sosialisasi terkait hal tersebut. "Saat ini kami memang tengah melakukan program sosialisasi mengenai sampah organik dan non organik di tingkat sekolah," kata Kepala BLH, Irmansyah, Kamis (14/5/2015).

Mengingat minimnya pengetahuan masyarakat akan hal tersebut, tambah Irmansyah, untuk tempat umum, pihaknya tahun depan akan membangun bank sampah yang akan memilah sampah organik dan anorganik nantinya. "Dan juga ada pengadaan mesin pencacah, agar sampah tersebut bisa di daur ulang,” katanya.***(rhd)

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 03 April 2019 04:04:13
Patroli Wilayah Rawan Terbakar,Babinsa Koramil 12/Sabak Sabak Auh Bersama Warga
 Selasa, 02 April 2019 01:04:27
Kampung Mandiangin Sasaran Patroli Rutin Cegah Karhutla Babinsa Koramil 09/Minas Bersama Warga
 Selasa, 02 April 2019 01:04:18
Babinsa Koramil 12/Pwk Sabak Auh Bersama Warga Patroli Rutin Daerah Rawan Terbakar
 Senin, 01 April 2019 04:04:18
Patroli Rutin Cegah Karhutla Babinsa Koramil 04/Mandau Bersama Warga
 Sabtu, 30 Maret 2019 04:03:11
Bersama Warga Babinsa Koramil 09/Minas Adakan Patroli dan Sosialisasi Pencegahan Karhutla
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca