Sultan Pelalawan Hadiri Pengukuhan Majelis Agung Raja Sultan Indonesia
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Minggu, 27 August 2017 07:08:52
Sultan Pelalawan Hadiri Pengukuhan Majelis Agung Raja Sultan Indonesia
KETERANGAN GAMBAR :
Sultan Pelalawan Hadiri Pengukuhan Majelis Agung Raja Sultan Indonesia

JAKARTA, UTUSANRIAU.CO - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo diwakili Plt Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hadi Prabowo mengukuhkan Majelis Agung Raja Sultan (MARS) Indonesia di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri Jakarta, Kamis (24/8/17).

Plt Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo mengucapkan selamat atas pengukuhan ini. Adanya MARS Indonesia merupakan salah satu upaya melestarikan budaya bangsa. Apalagi, saat ini banyak kekhasan Indonesia kini diklaim pihak luar sebagai bagaian dari budaya mereka.

"Jatidiri bangsa ini juga mulai terkikis dengan masuknya budaya asing. Dengan pengkuhan ini, Mars Indonesia diharapkan berperan aktif memajukan budaya daerah dalam membentuk jatidiri bangsa Indonesia," kata Hadi membacakan sambutan Mendagri Tjahjo Kumolo.

Sultan Pelalawan,  Assayidis Syarif Haji Tengku Kamaruddin Haroen Tengku Besar Pelalawan, ikut menghadiri Pengukuhan MARS Indonesia yang didampingi Ketua Umun DPH LKAM terpilih T.Zulmizan F.Assagaf, demikian  disampaikan Nurzepri Sekum Demisioner  DPH LKAM Pelalawan
Sesuai dengan UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, maka MARS Indonesia ini menjadi suatu wadah tunggal bagi ketua lembaga adat seperti Raja, Datuk, Pelingsir dan para pemangku adat. Diharapkan, keberadaan organisasi ini dapat menjadi mitra kerja pemerintah dalam melestarikan budaya bangsa.

Hadi juga meminta MARS berpartisipasi aktif dalam mewujudkan cita-cita nasional dan mempertahankan NKRI. Adapun caranya adalah mendorong keharmonisan, memperkuat toleransi dan membangun gotong royong di tengah kemajemukan bangsa. Apalagi, dengan adanya ancaman radikalisme sekarang ini terhadap Indonesia.

"Itulah mengapa perlunya sinergi antara MARS dan pemerintah dalam menjaga kebersamaan dan kedaulatan NKRI. Sebab  tantangan bangsa semakin berat dengan adanya konfilk sosial berbau SARA, politisasi agama, serta muncul pemikiran bebas yang bertentangan dengan kearifan lokal kita," tambah Hadi.

MARS tentu bisa berperan dengan melakukan pendekatan-pendekatan bersifat dialogis, untuk menghindari adanya benturan antarmasyarakat. Untuk menghadapi persoalan semacam ini perlu sebuah organisasi dan kelembagaan yang berkarakter dan memiliki wawasan kebangsaan. Itulah mengapa perlunya jalinan komunikasi bersama pemerintah.

"Karena itu, keberadaan MARS Indonesia bukan hanya memberikan manfaat bagi anggotanya, tapi juga menguatkan Indonesia sebagai bangsa yang berkarakter dan mampu menanamkan rasa cinta tanah air untuk semua elemen di negeri ini," ujarnya.

Mewakili Ketua Agung Panembahan, Hari Ichlas juga membacakan Surat Keputusan MARS Indoensia, No. 001/SK-MARSVIII-2017, yang ditanda tangani langsung Mendagri Tjahjo Kumolo.

"Memutuskan membentuk wadah para Raja, Sultan, Datuk, Penglesir dan pemangku Adat seluruh Indonesia dengan nama Majelis Agung Raja Sultan (MARS) Indonesia. Lalu membentuk dewan agung, pembina agung, pengawas agung dan pengurus MARS," kata Hari Ichlas dalam surat yang dibacakannya.**Rilis

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 11 September 2017 08:09:13
Gubri Saksikan Gelar Seni Melayu Serumpun
 Selasa, 05 September 2017 08:09:35
Dispar Riau Gelar Sosialisasi Pokdarwis se - kabupaten/kota
 Jumat, 01 September 2017 11:09:41
Banyak Tradisi dan Peradaban Riau Digali dari Empat Sungai
 Jumat, 01 September 2017 11:09:10
Bujang dan Dara Meranti Terpilih 2017
 Minggu, 27 August 2017 07:08:11
HM Harris : Paju Jalur Kuansing Jadikan Wisata Budaya Kebanggaan Riau
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca