Selesaikan Secara Arif Aksi Kekerasan Guru kepada Peserta Didik
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 07 September 2017 07:09:33
Selesaikan Secara Arif Aksi Kekerasan Guru kepada Peserta Didik
KETERANGAN GAMBAR :
Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra di gedung DPR Jakarta

JAKARTA, UTUSANRIAU.CO - Pimpinan komisi X DPR mendesak agar permasalahan guru yang menampar peserta didik diselesaikan secara arif dan bijaksana. Pihak berwajib setelah memperoleh laporan, hendaknya mempelajari dulu apakah benar ada tindak kekerasan terhadap si anak, karena terkadang kasus kekerasan seperti itu tidak sepenuhnya kesalahan pada guru.

"Jangan mereka menjadi korban untuk sesuatu yg belun jelas. Konfirmasi para pihak sangat penting sebelum kita bersikap, " ujar Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra di gedung DPR Jakarta, Kamis (7/9/2017) menanggapi adanya pelaporan orangtua Feri Gunadi (42) terhadap ES, guru SD Negeri 64/IV Kota Jambi ke Polresta Jambi pada Rabu (6/9/2017) menyusul terjadinya penamparan terhadap anaknya pada Selasa (5/9/2017).

Jika pihak berwajib setelah memperoleh laporan, hasil penyelidikan ditemukan terjadi kekerasan, Sutan menyarankan kasus tersebut untuk tidak dibawa ke ranah hukum. "Jika seandainya memang terjadi kekerasan guru tersebut harus di beri sanksi tegas  namun juga jangan sampai ke ranah hukum, " kata politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

Ditambahkan Sutan, untuk menyelesaikan kasus kekerasan tersebut, kuncinya musyawarah di tingkat sekolah yang melibatkan kepala sekolah. "Sejauh mana kebenarannya, bagaimana kejadiaanya atau hanya salah persepsi dan komunikasi, " kata legislator dapil Jambi tersebut

Aksi penamparan berawal dari aksi saling sikut antara anak Feri, PTR (11), dengan seorang temannya, di dalam barisan saat upacara bendera, Senin (4/9). Kejadian itu jadi masalah bagi ES, yang kebetulan ibu teman PTR.

Senin itu tidak ada gejolak. PTR dan anak ES biasa-biasa saja. PTR juga belajar dan bermain seperti biasa di sekolah yang berada di Kelurahan Mayang Mangurai, Kota Baru itu.

Keesokan hari, Selasa (5/9), di saat jam pelajaran berlangsung, PTR pamit pada gurunya untuk membeli pena, di koperasi sekolah. Di situ PTR bertemu ES, persis di depan pintu ruang koperasi. ES memanggil PTR. Mereka kemudian terlibat pertengkaran, sampai akhirnya ES dipanggil kepala sekolah ke ruangannya. PTR juga dibawa ke ruang kerja kepala sekolah.

Bersamaan dengan itu, Feri mendapat laporan bahwa anaknya ada masalah dengan gurunya di sekolah. Feri pun langsung meluncur ke sekolah anaknya.

PTR lantas dibawa pulang. Setiba di rumah, Feri menanyakan masalah yang terjadi pada PTR. Awalnya PTR tidak mau cerita. Tapi karena ayahnya terus memaksa, akhirnya murid kelas enam ini buka mulut. PTR mengaku ditampar oleh gurunya, ES. 

Tamparan yang mengena pipi dan telinga kiri itu membuat PTR kesakitan. Fatalnya lagi, setelah kejadian itu PTR jadi takut ke sekolah. Malam setelah kejadian, Feri membawa PTR berobat ke dokter. PTR juga sudah divisum.**Bam

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 19 September 2017 05:09:49
Gubri Wagubri Hadiri Rakor Pimpinan Satuan Karya Gerakan Pramuka Provinsi Riau Tahun 2017
 Minggu, 17 September 2017 06:09:03
SMAN1 Kepenuhan Galang Dana untuk Rohingnya Capai Rp5 Juta
 Rabu, 13 September 2017 04:09:22
Anggota DPD RI Komite III Kunjungi SLB Meranti
 Minggu, 10 September 2017 08:09:31
HUT Pramuka Ke 56 ,Gelar lomba Baris -Baris PBB
 Kamis, 07 September 2017 08:09:05
Jambore PAUD 2017 Hasilkan Rekomendasi Permainan Tradisional Jangan di Tinggalkan
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca