Pjs Kades Bukit Kerikil Anti Program Sekat Kanal Cegah Kebakaran dari Badan Restorasi Gambut
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Sabtu, 09 September 2017 08:09:45
Pjs Kades Bukit Kerikil Anti Program Sekat Kanal Cegah Kebakaran dari Badan Restorasi Gambut
KETERANGAN GAMBAR :
Pjs Kades Bukit Kerikil Anti Program Sekat Kanal Cegah Kebakaran dari Badan Restorasi Gambut

BUKITKERIKIL, UTUSANRIAU.CO - Program Pemerintahan Jokowi melalui Badan Restorasi Gambut ( BRG) untuk pencegahan kebakaran Gambut melalui pembangunan infrastruktur sekat kanal pembasahan gambut ternyata di respon negatif oleh Eko Sarwono Pjs Kepala Desa Bukit Kerikil Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis Riau.

Salah satu warga di temui utusanriau.co Sahat M Hutabarat (ketua PETANI) mengatakan, Pjs Kades Bukit Kerikil Eko Sarwono tidak mau menandatangani pembentukan POKMAS (  Kelompok Masyarakat ) yang diajukan oleh masyarakat Bukit Kerikil dengan alasan tidak jelas bahwa itu bukan wilayah nya. Pembentukan POKMAS di desa adalah salah satu syarat yang diajukan Badan Restorasi Gambut, karena BRG mengajak partisipatif Kelompok Masyarakat setempat untuk pembangunan sekat kanal tersebut.

Lanjut sahat, Kampung Sidodadi pinggiran Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu selama ini menjadi tempat pembalakan liar yang bertahun tahun bebas melewati depan rumah Pjs Kepala Desa Bukit Kerikil Eko Sarwono.

Direncanakan Pembangunan 29 titik  sekat kanal ini selain mencegah kebakaran juga mencegah terjadinya pembalakan liar yang melewati desa Bukit Kerikil oleh tim BRG wilayah sumatra.

Titik titik koordinat 29 pembangunan sekat kanal yang sudah dan diukur ini sebagian besar masih masuk wilayah desa Bukit Kerikil, jadi kami mempertanyakan komitmen Pjs Kepala Desa Bukit Kerikil Eko Sarwono. Ada apa Eko Sarwono tidak mau menandatangani pembentukan POKMAS yang nantinya mengerjakan pembangunan  sekat kanal tersebut.

Kampung Sidodadi merupakan perluasan wilayah dari desa Bukit Kerikil karena Kepala Desa Bukit Kerikil ikut menandatangani surat surat tanah ala mafia tersebut, tegas sahat

Selasa 8 Agustus 2017 Perwakilan anggota organisasi dan masyarakat Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia ( PETANI ) di Kampus Fakultas Teknik Universitas Riau Pekanbaru ikut rapat bersama Tim BRG wilayah Sumatera Ir. Soesilo Indarto M.Si untuk membicarakan Pembangunan 29 Sekat Kanal dan Pemberdayaan Pertanian untuk kampung Sidodadi.

Program mengatasi ketimpangan pembangunan di pinggiran hutan dan desa yang dicanangkan oleh pemerintah Presiden Jokowi ternyata tidak mendapatkan respon positif dengan alasan bukan wilayahnya. 

Sahat pun menegaskan, "Kampung Sidodadi pinggiran Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu memang sebagian kecil status wilayah nya masih ada bagian desa Tasik Serai dan yang sebagian ini dalam pengusulan masuk ke desa Bukit Kerikil, karena untuk akses dari Tasik Serai memutar jauh puluhan km melalui Sebanga Duri Kecamatan Mandau.

Hanya karena sebagian kecil masalah wilayah perbatasan desa?  Pjs Kades Bukit Kerikil Eko Sarwono tidak mau menandatangani pembentukan POKMAS, kami nilai ini sangat tidak masuk akal, apa ada dugaan pembiaran akses Pembalakan liar yang bertahun tahun bebas melewati depan rumahnya" papar sahat

Warga kampung sidodadi mengharapkan pembangunan sekat kanal ini bisa cepat terlaksana dan semua pihak baik dari pusat sampai tingkat desa jangan ada upaya menghalang halangi program ini. (yul)

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 06 November 2017 06:11:30
Kongres Ke 3 JMGR akan dibuka oleh Kepala BRG dan Gubenur Riau
 Kamis, 26 Oktober 2017 02:10:10
Lahan dan Hutan Rusak, Puluhan Masyarakat Rupat Ngadu ke DPRD Riau
 Selasa, 24 Oktober 2017 05:10:00
Gubri Terima Surat Rekomendasi Peta RTRW 2017-2037
 Sabtu, 21 Oktober 2017 09:10:00
BEM UPP Akan Kawal Proses Kasus PT EMA Dugaan Pencemaran Lingkungan
 Sabtu, 21 Oktober 2017 08:10:06
Intruksi Bupati, Satpol PP Langsung Segel PKS PT. EMA
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca