Ketum MKA dan DPH LAM Riau Terima Anugerah Kehormatan Adat dari MAA Aceh Barat
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Sabtu, 16 Desember 2017 10:12:12
Ketum MKA dan DPH LAM Riau Terima Anugerah Kehormatan Adat dari MAA Aceh Barat
KETERANGAN GAMBAR :
Ketua Umum MAA Aceh Barat H Tjut Agam menyerahkan piagam Tanda Kehormatan Adat kepada Ketua Umum DPH LAM Riau Datuk Seri Syahril Abubakar

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat memberikan penghargaan berupa Tanda Kehormatan Adat kepada Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau) Datuk Seri H Al azhar dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau Datuk Seri Syahril Abubakar, di Balai Adat Melayu Riau, Jumat (15/12/2017).

Datuk Seri H Al azhar dan Datuk Seri Syahril Abubakar dinilai berjasa dalam membina dan mengembangkan adat Melayu Riau dan Aceh di Provinsi Riau serta berhasil memimpin LAM Riau yang menaungi semua suku yang ada di Riau termasuk yang berasal dari Aceh.

Pemberian tanda kehormatan adat dari MAA Kabupaten Aceh Barat itu juga sebagai ikatan persaudaraan adat Aceh dan masyarakat adat Melayu Riau.

Selain itu, MAA Kabupaten Aceh Barat juga memberikan penghargaan kepada salah seorang anak jati Riau Azizon Nurza yang dinilai telah banyak berkiprah membangun  Kabupaten Aceh Barat melalui program pemberdayaan masyarakat di Aceh Barat.

Penyerahan penghargaan langsung diberikan oleh Ketua Umum MAA Kabupaten Aceh Barat H Tjut Agam kepada Datuk Seri H Al azhar, Datuk Seri Syahril  Abubakar, dan Azizon Nurza, saat melakukan kunjungan kehormatan ke LAM Riau, di Balai Adat Melayu Riau, Jumat (15/12/2017). Pada kesempatan tersebut, H Tjut Agam memasangkan selempang dan menyelipkan sebilah rencong Aceh tanda kebesaran adat Aceh Barat di pinggang Datuk Seri H Al azhar.

Dalam kunjungan kehormatannya ke LAM Riau, Ketua Umum MAA Kabupaten Aceh Barat H Tjut Agam didampingi Sekretaris Umum MAA Kabupaten Aceh Barat Syibli, pengurus Ansari MAA Aceh Barat Hamzah, Mustafa Husen,  serta Azizon Nurza dan Nazaruddin A Gani dari Masyarakat Adat Nusantara (MATRA).

Sementara itu, dari LAM Riau hadir Ketua Umum MKA  LAM Riau Datuk Seri H Al azhar, Ketua Umum DPH LAM Riau Datuk Seri Syahril Abubakar, Sekretaris MKA H Taufik Ikram Jamil, anggota MKA LAM Riau Tengku Lukman Jaafar, Hj. Azlaini Agus, Wakil Ketua Umum DPH Hj Nuraini, Bendahara Umum DPH H Isharuddin, Ketua DPH Jon Dasa, Zulfahri, dan sejumlah pengurus LAM Riau lainnya.

Pertemuan ini juga menegaskan adanya persebatian antara Aceh dan Melayu Riau dan tekad bersama untuk menjaga dan melestarikan adat serta untuk membangun bangsa untuk kesejahteraan rakyatnya.

Ketua Umum DPH LAM Riau Datuk Seri Syahril Abubakar saat menerima rombongan MAA Kabupaten Aceh Barat mengucapkan terima kasih kepada MAA Aceh Barat yang telah melakukan studi kebudayaan dan kunjungan kehormatan ke LAM Riau, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Siak.

“Ke depan akan banyak yang bisa kita lakukan dalam upaya mempererat ikat persaudaraan adat Aceh dengan masyarakat adat Melayu Riau,” kata Syahril.

Syahril yang baru pulang dari mengikuti Konvensi Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) ke-18 di Medan, Sumatera Utara juga menyampaikan tekad peserta Konvensi DMDI untuk mendukung Yerusalem (al Quds) sebagai ibukota Palestina dan dukungan kepada etnis Rohingya di Myanmar.

Usai menerima piagam Tanda Kehormatan Adat dari Ketua Umum MAA Aceh Barat H Tjut Agam, Syahril mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan dan berharap persaudaraan diantara MAA Aceh Barat dan LAM Riau dapat lebih dipererat lagi di masa akan datang.

Ketua Umum MAA Aceh Barat  H Tjut Agam dalam sambutannya antara lain memuji pembangunan di daerah yang ia kunjungi yaitu Siak, Pelalawan, dan Pekanbaru yang menurutnya cukup bagus.

Tokoh adat yang baru dua bulan memimpin MAA Aceh Barat ini mengatakan pembangunan di Aceh sedikit mengenai keterlambatan seiring konflik yang terjadi sebelumnya. Namun setelah adanya perundingan damai di Helsinki [antara Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia pada Agustus 2005, Red], rakyat Aceh menjadi tenteram, sentosa dan bisa membangun. “Kejadian lama jangan dihiraukan lagi,” ujarnya.

Djut Agam berharap dia bisa mendapatkan informasi baik kondisi yang jelek maupun yang bagus. Informasi yang bagus akan dibawa pulang ke Aceh. “Kalau ada umur kita sama-sama panjang, tahun depan akan banyak yang ingin ikut ke sini,” ujarnya.

Ketua Umum MKA LAM Riau Datuk Seri Al azhar dalam pertemuan tersebut menyampaikan secara singkat sejarah berdirinya LAM Riau pada 6 Juni 1970 silam dan aktivitas hingga sekarang.

Salah satu diantaranya, LAM Riau mengeluarkan Warkah Amaran terkait perlakuan pelecehan terhadap kehormatan, martabat, dan marwah Ustadz Abdul Somad salah seorang ulama yang juga salah seorang anggota MKA LAM Riau.

Al azhar juga mengatakan LAM Riau sangat terbuka dalam membina jaringan dengan berbagai pihak untuk kemashalahatan dan kepentingan bersama. “Oleh karena itu kami menyambut baik kunjungan MAA Aceh Barat ini,” ujar Al azhar. (ril) 

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 02 Januari 2018 03:01:44
Sungguh Mulus Jalan arah Ke "PUNCAK RANAH"
 Selasa, 02 Januari 2018 08:01:19
Pengurus DKR Riau 2017-202 Resmi di Kukuhkan, Ini Harapan Gubri
 Jumat, 29 Desember 2017 01:12:41
Buka Festival Berdah Mandah, Bupati Sebut Budaya Ini Cetak Rekor Muri
 Selasa, 26 Desember 2017 05:12:36
Gubri Hadiri Festival Danau Bokuok 2017
 Senin, 25 Desember 2017 12:12:53
Malam Tahun Baru di Bukittinggi Akan Dimeriahkan Konser Puisi Musik 2
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca