Hakim Vonis Wan Amir Dua Tahun Penjara
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 18 Januari 2018 09:01:09
Hakim Vonis Wan Amir Dua Tahun Penjara
KETERANGAN GAMBAR :
Vonis Tipikor Wan Amir Firdaus Diwarnai Disenting Opinion Hakim/ foto Tribun Pekanbaru

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Mantan Asisten II Pemprov Riau Wan Amir Firdaus (WAF), divonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru selama dua tahun penjara.
 
Sebelumnya, jaksa menuntut terdakwa kasus dugaan korupsi anggaran belanja rutin tahun 2008-2011 sebesar Rp 1,8 miliar lebih itu, selama tiga tahun penjara. Vonis Wan Amir itu dibacakan paa sidang Rabu (17/1/18) petang.

Hakim menyatakan, Wan terbukti bersalah melanggar pasal 3 Undang-Undang Nomor 2001 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi junto pasal 55 KUHP."Menghukum terdakwa selama dua tahun penjara,"kata hakim ketua Bambang Myanto SH.

Wan juga harus membayar denda sebesar Rp200 juta. Jika tidak dibayar dapat diganti dengan penjara enam bulan.

Selain Wan Amir, tiga stafnya yakni uhermanto selaku Bendahara Pengeluaran Bappeda tahun 2008-2009, Hamka selaku Bendahara 2010-2011 dan Rayudin, pejabat verifikasi pengeluaran pada Bappeda Rokan Hilir, divonis selama 1 tahun dan 4 bulan penjara serta denda Rp50 juta subsider 1 bulan penjara. Sebelumnya mereka dituntut jaksa selama dua tahun penjara.

Atas vonis hakim itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sugandi SH dan Lexy Fatharany SH menyatakan pikir-pikir. Samahalnya dengan keempat terdakwa.

Dugaan korupsi ini terjadi saat Wan Amir menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rokan Hilir (Rohil). WAF diadili bersama tiga terdakwa lainnya yakni, Suhermanto selaku Bendahara Pengeluaran Bappeda tahun 2008-2009, Hamka selaku Bendahara 2010-2011 dan Rayudin, pejabat verifikasi pengeluaran pada Bappeda Rokan Hilir.

Berawal saat Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan adanya transaksi mencurigakan pada rekening Kepala Bappeda Rokan Hilir Wan Amir Firdaus sebesar Rp 17 miliar. Uang itu diduga berasal dari proyek fiktif yang anggarannya dialokasikan ke Bappeda Rokan Hilir tahun 2008 hingga 2011.Uang korupsi ditemukan Rp 8,7 miliar, sedangkan uang dari gratifikasi Rp 6,3 miliar.

Modusnya, korupsi penyimpangan belanja rutin dan belanja pengadaan barang. Hasil audit ditemukan kerugian negara sebesar Rp1.826.313.633.nur

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 16 Januari 2019 03:01:45
Pemilik Mobil Merasa Menjadi Korban Perampasan
 Rabu, 16 Januari 2019 10:01:14
Mantan Kadis PU Riau Dwi Agus Kembali ke Pengadilan
 Senin, 14 Januari 2019 09:01:17
Bangunan SPAM Durolis Ambruk, Dewan Minta Penegak Hukum Bertindak
 Sabtu, 12 Januari 2019 11:01:40
Terjerat Kasus Hukum, 4 ASN Rohul Diberhentikan Sementara
 Sabtu, 12 Januari 2019 11:01:20
Pelaku di Duga Gelapkan Uang Pembelian Kebun Sawit Berhasil di Tangkap Polisi
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca