Miniatur yang di Hasilkan Zulkarnaen Warga Inhu Ini Hasilkan Pundi-pundi Uang
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Minggu, 11 Februari 2018 08:02:48
Miniatur yang di Hasilkan Zulkarnaen Warga Inhu Ini Hasilkan Pundi-pundi Uang
KETERANGAN GAMBAR :
Miniatur yang di Hasilkan Zulkarnaen Warga Inhu Ini Hasilkan Pundi-pundi Uang

RENGAT, UTUSANRIAU.CO - Kapal Pesiar, Fuso, Eskavator serta Kapal Layar terlihat terparkir di rumah milik Zulkarnaen, warga jalan lintas timur RT 5 RW 9 desa Sungai Dawu kecamatan Rengat Barat kabupaten Indragiri Hulu. Namun itu semua hanya replika yang dibuat oleh pria kelahiran Inhu 66 tahun yang lalu itu.

Semuanya bentuk kerajinan yang dibuat oleh bapak lima anak tersebut, sebagai salah satu usaha penyambung hidupnya dari hari perhari bersama istri dan keluarga lainnya.

Selain dari benda diatas banyak lagi miniatur yang dihasilkannya seperti jam dinding Ikan Patin yang melambangkan Negeri Indragiri Hulu, mainan kunci, truck, bus, geledor, kaligrafi. Bahkan juga Zulkarnaen bisa membuat gitar dan bas listrik.

Menurutnya, semuanya itu dibuatnya dari kayu yang didapatnya dari hasil limbah seber, seperti kayu hutan yang tidak digunakan lagi, bekas dari potongan para pengusaha kayu."Apapun jenis kayunya bisa diciptakan menjadi miniatur yang berharga untuk hiasan rumah atau lainnya, jelasnya.

Dikatakannya, memang ada pesanan-pesanan dari konsumen yang dibuatnya dan pesanan itu tergantung dari permintaan konsumen tersebut, apa model yang akan dibuat. Namun, dirinya merasa usahanya tersebut hanya jalan ditempat, karena masih minim modal dan semuanya dilakukannya secara otodidak.Ternyata Zulkarnaen, mantan kades di desa Sungai Dawu tersebut. Jabatan tersebut diembannya selama 15 tahun.

"Sekarang enak menjadi Kades, anggaran seluruhnya sudah tersedia. Pada zaman saya menjabat Kades, untuk pergi rapat ke kantor Bupati saja, saya harus menderes Karet dan menjualnya terlebih dahulu, karena memang tidak ada anggaran untuk desa, ungkapnya.Pensiun dari Kades, hanya selembar kertas saja didapat. Beda dengan anggota DPRD dan pejabat lainnya, ada uang pensiun atau lainnya. 

Namun itu dianggapnya sebagai pengabdian saja olehnya, tidak ada yang ingin disesalkan oleh pria dengan jenggot kecil di dagunya itu.Diakuinya, sering mengikuti pameran-pameran yang ada baik Kabupaten maupun Provinsi. Namun yang diherankannya ketika ikut dikabupaten tidak pernah mendapatkan yang terbaik, namun saat ikut di tingkat provinsi mendapatkan peringkat pertama di Riau.

Saat ini untuk mengembangkan usahanya itu, dirinya berharap adanya perhatian pemerintah."Saya sudah terus usulkan ke Disperindag Inhu, namun hingga saat ini belum lagi terealisasi karena berbagai alasan dan salah satunya anggaran yang terus terpangkas, sebutnya.Dirinya juga menginginkan mendapatkan pelatihan lebih, karena yang dilakukannya saat ini hasil masih belum memuaskan baginya.

"Saya ingin ada kemampuan lebih unuk usaha saya ini, salah satunya tentu dengan mengikuti pelatihan khusus, agar hasil lebih baik lagi, tambahnya.Bagi pria yang memiliki tinggi lebih kurang 160 cm dengan tubuh yang masih kuat untuk ukuran pria seumurannya ini, dimana ada keinginan pasti ada jalan. Intinya adalah terus beruaha untuk bisa menjadi lebih baik.(mcr)

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 22 Februari 2018 06:02:54
Bapenda Pekanbaru Cetak Masal 236. 560 Blangko Tagihan PBB
 Kamis, 22 Februari 2018 06:02:19
Kunjungan Investor/Peneliti Jepang Ke Teknopolitan, Produk Ganggang "Algae" Sangat Berpeluang
 Selasa, 20 Februari 2018 05:02:44
Alhamdulillah....Harga TBS Riau Dapat Angin Segar, Pekan Ini Naik
 Selasa, 20 Februari 2018 12:02:31
DPMPTSP Riau Dikunjungi Peserta Rakornas PTSP
 Selasa, 20 Februari 2018 07:02:17
Pasar Higienis di Pekanbaru Ini Beroperasi Maret
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca