Kantor Pusat Bank Kepri Riau Syariah Direncanakan di Tanjung Pinang
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Minggu, 11 Februari 2018 01:02:51
Kantor Pusat Bank Kepri Riau Syariah Direncanakan di Tanjung Pinang
KETERANGAN GAMBAR :
Wakil Gubernur Riau H. Wan Thamrin Hasyim dan Gubernur Kepulauan Riau yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kepulauan Riau Dr. H. T.S. Arif Fadila, S.Sos, M.Si memimpin jalannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2017 .

TANJUNG PINANG, UTUSANRIAU.CO - Pada dasarnya kami di Propinsi Riau dan Propinsi Kepulauan Riau tidak mau dipisahkan, biarlah yang terpisahkan secara administrasi saja, namun secara tatanan sosial dan budaya serta kolaborasi bisnis, kami adalah satu rumpun yang tidak terpisahkan. Itulah yang menjadi dasar utama ingin di dirikannya Bank Syariah  yang juga dimiliki oleh kedua Pemerintahan di kedua Propinsi tersebut, ujar Direktur Utama Bank Riau Kepri- DR. H. Irvandi Gustari.

Kami juga ingin menjadi contoh atau role model bagi Pemerintah Propinsi yang lain yang melakukan pemekaran wilayah, sehingga tidak perlu membentuk BPD (Bank Pembangunan Daerah ) yang baru.  

Pada RUPS Tahun 2017 dan RUPS LB Tahun 2018 Bank Riau Kepri yang berlangsung pada 9 Februari 2018 lalu, termasuk yang di syahkan adalah Proses Spin Off Bank Syariah Bank Riau Kepri. dengan nama Bank Kepri Riau Syariah.Pengesahan ini di sambut baik oleh masyarakat di kedua Propinsi tersebut yang penduduknya mayoritas muslim.

Potensi usaha syariah di Riau dan Kepulauan Riau cukup besar, terutama di Kepulauan Riau. Apabila di lihat dari aspek budaya dan sejarah mengungkapkan bahwa kerajaan melayu di Provinsi Riau dan Kepri merupakan kerajaan yang identik dengan nilai - nilai keislaman, demikian juga dengan kehidupan masyarakat sehari-hari yang berperilaku secara islami baik dari segi budaya, aktivitas maupun usaha.

Dalam RUPS tersebut di syahkan kinerja tahun 2017 Bank Riau Kepri dimana Bank Riau Kepri bukukan laba tahun buku 2017 sebesarRp 454.395 miliar dan berhasil menumbuhkan asset dariRp 21.22 T pada akhir tahun 2016 menjadi Rp 25,492 T pada akhir tahun 2017 atau bertumbuh sebesarRp 4,3 T.

Acara tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Riau H. Wan Thamrin Hasyim dan Gubernur Kepulauan Riau yang di wakili oleh Sekretaris Daerah Kepulauan Riau Dr. H. T.S. Arif Fadila, S.Sos, M.Siserta 19 orang Bupati / Walikota dari dari Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau.

Tampak terlihat hadir, Walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, ST, MT, Walikota Dumai Zulkifli AS, Wali kota Batam yang di wakili Sekdako Batam Jefridin, Plt Walikota Tanjung Pinang R. Ariza,  Bupati Kampar H. Aziz Zaenal, Bupati Bengkalis yang diwakili oleh Asisten II Heri Indra Putra, Wakil Bupati Inhu Khairizal, Bupati Inhil yang di wakili oleh Sekda Kabupaten Inhil Said Syarifuddin, Bupati Bintan Apri Sujadi, Bupati Karimun yang diwakili Sekda Karimun  M. Firmansyah, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, Wakil Bupati Siak Alfedri, Bupati Pelalawan HM. Harris, Bupati Kuantan Singingi Drs. H. Mursini, Bupati Rokan Hulu Sukiman, Bupati Rokan Hilir yang diwakili Sekda Kabupaten Rokan Hilir Surya Arfan, Wakil Bupati Lingga M. Nizar, Bupati Meranti Irwan Nasir, M.Si dan Bupati Anambas Abdul Haris, SH.

Secara menyeluruh kendati ekonomi sumatera padat riwulan III lebih rendah tumbuhnya yaitu sebesar 4.34% di bandingkan dengan tumbuhnya ekonomi Indonesia sebesar 5.06% dan di tambah lagi pada triwulan III pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau adalah sebesar 2.85% dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri 2.41% maka dengan hasil kerja keras seluruh insan Bank Riau Kepri diperoleh laba sebesarRp 454.395 miliar pada tahun buku 2017 dan angka tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya itu sebesarRp 452.9 miliar. 

Laba Bank Riau Kepri bertumbuh sebesar 0.34% dan hal itu jauh lebih baik pada kondisi perbankan nasional khususnya pada buku II yaitu pertumbuhan laba minus 14.92% pada tahun 2017 (per Oktober). Lebih lanjut mengenai kredit Bank Riau Kepri pada tahun 2017 bertumbuh sebesar 3.06% yaitu dariRp 15.088 T bertumbuh menjadi Rp 15.546 T. Prestasipertumbuhankredit yang di raih Bank berlogo tiga layar terkembang ini jauh lebih baik pada kondisi perbankan buku II secara nasional yaitu bertumbuh minus sebesar 8.92% (per November 2017).

Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) yang diraih bank kebanggaan masyarakat Riau dan Kepri ini pada akhir tahun 2017 adalah bertumbuh sebesar 37.11% yaitu dari Rp 12.049 T pada akhir tahun 2016 menjadi Rp 16.520 T pada akhir tahun 2017.

Hal yang perlu di cermati bersama adalah mengenai komposisi dana Pemerintah Daerah vs dana non Pemerintah Daerah yaitu dana Pemerintah Daerah dengan porsi 3.34% dan dana non Pemerintah Daerah sebesar 96.66%. 

Lebih lanjut mengenai pertumbuhan asset yang di raih Bank Riau Kepri pada tahun 2017 yaitu bertumbuh sebesar 20.13% dan pencapaian itu jauh di atas pertumbuhan asset perbankan di Indonesia yaitu berkisar sebesar 10.59% (per November 2017). 

Pertumbuhan asset itu secara nominal adalah pada akhir tahun 2016 sebesar Rp 21.221 T bertumbuh menjadiRp 25.492 T pada akhir tahun 2017 atau meningkat sebesarRp 4.3 T.

Untuk BOPO Bank Riau Kepri pada akhir tahun 2017 yaitu sebesar 78.1% dan hal itu jauh lebih efisien di bandingkan dengan perbankan pada buku II secara nasionalya itu sebesar 85.65%. BOPO merupakan perbandingan biaya operasional terhadap pendapatan operasional dan ini merupakan ukuran efisiensi suatu bank. BOPO Bank Riau Kepri di bandingkan dengan 4 BPD lainnya di Sumatera yang sama - sama memiliki asset di atas Rp 20 T, di mana Bank Riau Kepri secara relatif lebih efisiendi bandingkan 4 BPD tersebut. 

Mengenai penanganan Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet Bank Riau Kepri berhasil membukukan NPL gross sebesar 3.92% dan NPL net sebesar 0.16%. Ini merupakan upaya terbaik menekan kredit macet di bandingkan dengan NPL tahun 2015 dan 2016.

Gubernur Kepulauan Riau yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kepulauan Riau Dr. H. T.S. Arif Fadila, S.Sos, M. Silangsung memberikan apresiasi terhadap kinerja gemilang Bank berlogo tiga layar terkembang ini, di mana dalam kondisi ekonomi yang relatif menurun di kawasan Riau dan Kepri namun Bank Riau Kepri masih bisa meningkatkan pertumbuhan labanya. 

Mengenai kinerja  Unit Usaha Syariah Bank Riau Kepri yang sebentar lagi akan berubah wajah menjadi BUS ( Bank Umum Syariah), ternyata dalam dalam tahun 2017 menorehkan kerja gemilang, dimana Aset menunjukkan peningkatan  yang sangat pesat di bandingkan pada 5 tahun terakhir. Aset tahun 2017 (Rp2,3 Triliun) tumbuh sebesar 62,68% dibandingkan tahun 2016 (Rp1,4 Triliun).

Kinerja Syariah dari segi Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan peningkatan pesat pada 5 tahun terakhir. DPK tahun 2017 (Rp1,9 Triliun) tumbuh sebesar 95,89% di bandingkan tahun 2016 (Rp1 Triliun). Pembiayaan yang diberikan (PYD) menunjukkan peningkatan pada 5 tahun terakhir. PYD tahun 2017 (Rp1,4 Triliun) tumbuh sebesar 43,78% di bandingkan tahun 2016 (Rp988,8 Miliar). Kredit Bermasalah tahun 2017 menunjukkan perbaikan, dimana NPF tahun 2017 (5,05%) turun di bandingkan tahun tahun 2016 (7,56%).   

Laba yang di peroleh menunjukkan peningkatan pada 3 tahun terakhir. Laba tahun 2017 (Rp31,3 Miliar) meningkat di bandingkan tahun 2016 (Rp13,6 Miliar) dan tahun 2015 (Rp6,4 Miliar).**Rilis/red

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 16 Oktober 2018 09:10:16
Fluktuasi Harga BBM Bukan Pelanggaran Konstitusi
 Minggu, 14 Oktober 2018 11:10:40
Bank Riau Kepri Wujudkan Peduli Tenaga Kerja Rentan Melalui Program GN Lingkaran BPJS Ketenagakerjaan di HUT Kab Siak ke 19
 Sabtu, 13 Oktober 2018 11:10:44
Resmi di Buka, REI Expo 2018 Riau Bakal Sedot Ribuan Pengunjung
 Rabu, 10 Oktober 2018 05:10:17
Harga BBM Premium Naik Jadi Rp 7 Ribu per Liter
 Selasa, 09 Oktober 2018 09:10:08
47.080 Pelamar Mendaftar CPNS 2018 di Riau, Tertinggi Pemprov Riau
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca