Golkar : Penyerang Tokoh Agama, Pelakunya Bukan Orang Beriman
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 13 Februari 2018 07:02:34
Golkar : Penyerang Tokoh Agama, Pelakunya Bukan Orang Beriman
KETERANGAN GAMBAR :
Ketua DPP Golkar Nusron Wahid (baju Putih)

JAKARTA, UTUSANRIAU.CO - DPP Partai Golkar menilai ada upaya sistematis dan terorganisir menyusul terjadinya aksi kekerasan terhadap sejumlah tokoh agama. Tindakan tersebut sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan dan bukan wujud orang beriman.

Ketua DPP Golkar Nusron Wahid   mengecam keras tindakan kekerasan terhadap sejumlah tokoh agama. Kekerasan tersebut tidak terjadi secara kebetulan, melainkan sudah terorganisir dan sistematis. 


“Saya memastikan  kekerasan kepada para ulama, kiai, ustadz, bikshu, dan pastor akhir-akhir ini dilakukan oleh orang gila, ide gila, dan untuk kepentingan politik yang gila. Itu sudah terorganisir yang bertujuan memecah belah bangsa,” kata Nusron  kepada pers di gedung DPR Jakarta, Senin (12/2/2018).

 Menurut Nusron,  pelaku kekejaman itu orang  tidak beriman. “Kalau orang beriman tak akan melakukan kekerasan, namun saling mengasihi dan mencintai sesama umat manusia, “ katanya.

Partai Golkar mendesak pemerintah dan aparat keamanan diminta segera mengusut tuntas  kasus tersebut agar masyarakat merasa mendapat perlindungan dari negara. Tujuan para pelaku penyerangan jelas  untuk menciptakan rasa tidak aman, ekonomi tidak jalan dan masyarakat was-was. Ujungnya pemerintah dan aparat keamanan dianggap tidak mampu melindungi warganya.

“Jadi, Golkar minta polisi dan TNI jangan sampai  kalah dengan preman dengan atas nama agama apapun,” kata Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Golkar wilayah Barat tersebut.

Nusron berharap  ada upaya konkret aparat dan pemerintah menghadapi kejahatan terorganisir, orang gila untuk kepentingan yang gila. Bisa gila politik maupun gila kekuasaan, karena peristiwanya beruntun.

Ali Mochtar Ngabalin menambahkan tindakan penyerangan terhadap tokoh agama  itu untuk merusak dan mencederai Pancasila dan demokrasi. “Orang seperti ini tidak layak hidup di NKRI. Kami kutuk keras tindakan brutal dan tidak beradab ini,” tegasnya.


“Golkar sudah final terhadap Pancasila, UUD 45 Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Oleh karena itu Golkar melihat penyerangan terhadap sejumlah tokoh agama di luar kepatutan di negara kita, jelas Matias Ketua Pemenangan Pemilu Golkar Eilayah Indonesia Timur tersebut.**Bam

 
INFO TERKAIT 
 Jumat, 23 Februari 2018 08:02:55
Proyek DP 0 Sudah Sesuai Prosedur
 Jumat, 23 Februari 2018 10:02:48
Pasca Konflik, Hanura Rombak Susunan Fraksi MPR/DPR RI
 Kamis, 22 Februari 2018 05:02:53
JRPP Dukung Pemprov DKI Tertibkan Tiang Mikroseluler
 Rabu, 21 Februari 2018 08:02:33
BNPT Minta Pemerintah Daerah Aktif di Pencegahan Terorisme
 Rabu, 21 Februari 2018 08:02:30
Cerita Kepala BNPT tentang Anak Amrozi Ingin Belajar Merakit Bom
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca