Pemprov Dituding Boros Pakai APBD, Ini Kata Gubri
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 14 Februari 2018 10:02:00
Pemprov Dituding Boros Pakai APBD, Ini Kata Gubri
KETERANGAN GAMBAR :
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman/ foto Internet

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman berjanji akan kawal penggunaan duit APBD, sebab Pemprov Riau dituding boros membelanjakan uang rakyat.

Itu disampaikan Andi Rachman untuk merespon hasil analisa Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau, yang menyorot pemborosan Pemprov Riau dalam menggunakan APBD. "Enggak apa-apa. Nanti akan dikontrol, akan diawasi penggunaannya, ya," kata Andi Rachman, Selasa (13/2/18).

Setidaknya ada 9 item kegiatan menyedot dana APBD 2018 hingga Rp114 miliar lebih. Dalam catatan FITRA RIAU, belanja daerah Pemprov Riau dapat dikatakan belum maksimal melakukan penghematan anggaran dalam merencanakan APBD tahun 2018. Hal itu dapat dilihat dari beberapa item anggaran yang menurut FITRA Riau belum efisien.
"Masalah ini sudah saya sampaikan ke OPD untuk menggunakan anggaran se-efektif mungkin," sambungnya.

Dia menyebut, langkah penghematan itu bisa dilakukan pada dana perjalanan dinas. Bagaimana pejabat sebisa mungkin untuk menghemat dana itu.

Koordinator FITRA Riau Usman mengatakan, sebenarnya pemerintah daerah masih dapat menghemat anggaran untuk belanja–belanja tersebut. Tahun ini, melalui APBD 2018 terdapat 9 item anggaran Provinsi Riau yang masih menyedot APBD Provinsi. Selain belanja perjalanan Dinas, makan dan minum pejabat, dan juga ada anggaran lainnya yang diperuntukan sebagai pendukung kegiatan. Bukan kegiatan utama untuk mencapai hasil kinerja program pemerintah daerah.

“Memang, jika dibandingkan dengan tahun 2017, 8 dari 9 item anggaran tersebut mengalami penurunan alokasi, hanya ada satu item anggaran yang meningkat yaitu pembangunan gedung kantor pemerintah, peningkatannya hingga mencapai 100% dari tahun sebelumnya," katanya, Selasa (13/2/2018).

Usman menyebut, item-item belanja tersebut, pada prisipnya terjadi penurunan dari alokasi belanja tahun 2017. Akan tetapi Fitra Riau menilai bahwa anggaran tersebut semestinya dapat diefisienkan lagi agar tidak menganggu belanja untuk kepentingan pelayanan publik lainnya. Seperti anggaran infrastruktur tahun 2018 berkurang hampir 50% dari belanja tahun 2017.**bpc/nur

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 16 Oktober 2018 10:10:58
Ditutup Tadi Malam, Jumlah Pelamar CPNS 2018 di Riau Capai 72 Ribu Lebih
 Senin, 15 Oktober 2018 04:10:23
2896 Pelamar Mandaftar CPNS Meranti, 286 Tidak Menuhi Syarat
 Senin, 15 Oktober 2018 04:10:50
Firdaus Minta Mobdin yang Dikuasai Pejabat Ditarik
 Senin, 15 Oktober 2018 04:10:07
Jelang Pilpres 2019, ASN Bengkalis Dilarang Berpolitik Praktis
 Senin, 15 Oktober 2018 10:10:09
Pagi Ini Plt Gubri Lantik 79 Kepsek dan 121 Pejabat Fungsional
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca