Alat Pengaduk Lempuk Durian Ciptaan Polbeng Diserahkan UKM Selat Baru
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 14 Februari 2018 06:02:52
Alat Pengaduk Lempuk Durian Ciptaan Polbeng Diserahkan UKM Selat Baru
KETERANGAN GAMBAR :
Alat Pengaduk Lempuk Durian Ciptaan Polbeng Diserahkan UKM Selat Baru

BENGKALIS,UTUSANRIAU.CO - Selama tahun 2017 sebanyak enam usulan Pengabdian Politeknik Negeri Bengkalis lolos dana hibah DIKTI, salah satunya Iptek bagi Masyarakat (IbM) yang berupa alat pengaduk lempuk durian.

Tim pengabdian yang terdiri dari Akmal Indra, Beni Syahputra, dan Agus Sutanto ini telah menghibahkan alat pengaduk lempuk durian ini ke salah satu UKM di Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan beberapa waktu lalu.

Menurut Akmal selaku ketua tim, adapun ide untuk membuat alat, pertama kali muncul setelah ditemukan masalah  pada proses pengadukan lempuk  yang memerlukan tenaga yang besar terutama saat lempuk mulai mengeras, sementara lempuk harus diaduk secara kontinyu agar tidak gosong.

“Oleh karena itu timnya merasa perlu menciptakan alat pengaduk yang digerakkan secara mekanik untuk menggantikan tenaga manusia,” ungkap Akmal

Alat yang dirancang oleh tim pengabdian ini memanfaatkan motor penggerak dan meneruskan putaran ke poros pengaduk sehingga daun pengaduk akan mengaduk lempuk tanpa menggunakan tenaga manusia.

Akmal menambahkan alat ini bekerja dengan sitem mekanik yang sederhana dan semua suku cadang tersedia di Bengkalis.

Selain itu, alat ini juga dinilai aman karena daun pengaduk lempuk terbuat dari kayu dan semua komponen alat yang bersentuhan langsung dengan lempuk terbuat dari besi stainless.

Saat ini UKM yang menjadi mitra pengabdian tersebut telah memanfaatkan alat ini untuk kegiatan produksi sehingga produksi lempuk yang sebelumnya hanya 50 kg per 8 jam dengan tenaga manusia menjadi 50 per 5 jam setelah menggunakan alat ini.

Proses penghibahan alat ini juga ditanggapi dengan baik oleh pihak UKM karena permasalahan pengadukan lempuk dapat teratasi dengan bantuan Iptek bagi Masyarakat.(rls)

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 16 Januari 2019 03:01:36
Sempat Molor, Menko Kemaritiman Tiba di Tekhnopolitan Pelalawan
 Rabu, 16 Januari 2019 03:01:08
Komisi IV DPRD Riau Jadwalkan Hearing PUPR dan Kontraktor
 Rabu, 16 Januari 2019 10:01:19
Sekdaprov Riau: Hindari Mark-Up, DPA Harus Jelas
 Rabu, 16 Januari 2019 10:01:49
275 CPNS Rohul Sudah Melakukan Pemberkasan Administrasi
 Rabu, 16 Januari 2019 10:01:47
Bupati Inhil Resmi Buka Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Desa, TP4D Serta MoU Bidang Datun
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca