Inilah Target Peremajaan Sawit Riau Tahun 2019
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 07 Maret 2018 08:03:30
Inilah Target Peremajaan Sawit Riau Tahun 2019
KETERANGAN GAMBAR :
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Ferry Hc di acara Seminar Nasional Sawit Riau Dibawa Kemana yang digelar Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Riau di Pekanbaru, Selasa (6/3/2018).

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO  - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menargetkan peremajaan kebun kelapa sawit seluas 85 ribu hektare di Riau pada 2019 mendatang."Pemprov akan berupaya agar program replanting pemerintah pusat juga mengalir ke Riau. 

Karena tidak bisa di pungkiri, Riau penghasil CPO terbesar di Indonesia dengan luas kebun sawit terbesar di Indonesia," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Ferry Hc di acara "Seminar Nasional Sawit Riau Dibawa Kemana" yang digelar Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Riau di Pekanbaru, Selasa (6/3/2018).

Ia memaparkan, bahwa pengembangan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau saat ini dihadapkan beberapa kendala, diantaranya mengenai permasalahan legalitas lahan ,sengketa lahan, danperemajaan kebun kelapa sawit rakyat.

Berdasarkan informasi dari Menko Perekonomian Bapak Darmin Nasution, Target peremajaan kelapa sawit rakyat pada tahun 2018 sebesar 185.000 ha untuk 20 Provinsi Penghasil Kelapa Sawit di Indonesia dan Provinsi Riau melalui Gubernur Riau, menyatakan target peremajaan Provinsi Riau di tahun 2018, sebesar 30.000 ha, dari total 96.852 ha perkebunan sawit rakyat yang harus diremajakan.

"Peremajaan menjadi suatu keharusan dalam upaya menaikkan produktivitas serta menjaga luasan perkebunan sawit rakyat, dan Legalitas lahan pekebun merupakan aspek penting dan pokok dalam persyaratan pengajuan peremajaan kelapa sawit dengan dukungan dana BPDP KS dan juga merupakan persyaratan pengajuan mendapatkan sertifikasi ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil)," ungkapnya.**mcr/urc

 
INFO TERKAIT 
 Sabtu, 22 September 2018 12:09:17
Bank Dunia pastikan Indonesia aman dari krisis ekonomi
 Jumat, 21 September 2018 03:09:19
Pemkab Meranti Komit Ciptakan Interpreniur Muda Berdaya Saing
 Kamis, 20 September 2018 05:09:09
Sekda Meranti Buka Rakor ULP se-Provinsi Riau
 Senin, 17 September 2018 06:09:36
Jatah Dikurangi 50 Persen, LPG 3 Kg Langka di Rohul
 Sabtu, 15 September 2018 11:09:42
DPR Minta Bentuk Badan Pangan Nasional
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca