Gugatan Warga Rupat, Jawaban PT MMJ Melenceng Dari Persoalan
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 10 April 2018 07:04:19
Gugatan Warga Rupat, Jawaban PT MMJ Melenceng Dari Persoalan
KETERANGAN GAMBAR :
Gugatan Warga Rupat, Jawaban PT MMJ Melenceng Dari Persoalan

BENGKALIS,UTUSANRIAU.CO – Sidang lanjutan gugatan 5 kelompok tani di Kecamatan Rupat Utara, yakni Kelompok Darussalam, Darul Ikhsan, Tunas Harapan, Tunas Gemilang dan Pasir Indah, terhadap PT. Marita Makmur Jaya (MMJ) kembali disidangkan, di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Senin (09/04/18) siang.

Sidang gugatan kelima kelompok tani terhadap PT. MMJ ini, lantaran pihak perusahaan perkebunan sawit ini, dituding tidak tepati janji bagi hasil plasma, mulai kesepakan tahun 2004 lalu yang hingga kini 5 kelompok tani ini tidak pernah merasakan bagi hasil plasma tersebut.

Agenda sidang lanjutan ini, berupa Replik (bantahan) dari penggugat 5 kelompok tani, yang telah dipercayakan kepada dua Penasehat Hukum (PH) Sabarudin. SHI dan Ronal Regen SH. Sedangkan dari pihak tergugat PT. MMJ, dengan menghadirkan satu PH Heru Susanto SH.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Zia Ul Jannah, SH, dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola, SH.

Usai sidang, PH PT. MMJ mengatakan kepada wartawan, bahwa posses sedang berjalan, dan diharapkan ada putusan seadil-adilnya. Dari awal dia menyakini, bahwa kliennya (PT. MMJ), telah malaksankan semua hak’haknya dan kuwajibannya.

“Namun Begitu, karena Indonesia merupakan negara hukum, maka setiap orang bebas untuk melakukan gugatan, sepanjang mereka yang merasa dirugikan, oleh karena itu, kita tunggu saja nanti putusan hakim, “ujarnya.

Sementara itu, PH penggugat Sabarudin. SHI, didampingi Ronal Regen SH mengatakan, bahwa dalam bantahan tergugat ada beberapa poin yang janggal, karena dalam gugatan telah disebutkan ada gugatan pertama (PT. MMJ) dan gugatan kedua kepada Koperasi Unit Desa (KUD) Rupat Jaya.

“Namun, mereka menyambarkan bantahan PT. MMJ, tidak menyinggung sedikitpun dengan Koperasi. Mereka hanya menjabarkan soal hak pengolahan lahan oleh PT. MMJ, sedangkan kita sendiri menggugat soal bagi hasil plasma, bukan soal lahan, “beber dia.

Oleh karena itu, ujarnya, bantahan dari pihak PT. MMJ, yang diajukan oleh PH nya, tidak masuk substasi pokok persoalan. Sehingga dapat dinilai, ada hal-hal yang disembunyikan oleh pihak perusahaan melalui PH.

Sidang ini akan dilanjutkan pada hari Selasa (17/04/18) pekan depan, dengan agenda Replik dari tergugat.(yul)

 

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 25 April 2018 07:04:24
311 Ha Kebun Sawit PT AS Dikelola Masyarakat
 Selasa, 24 April 2018 06:04:42
Empat Pemuda Ditangkap Polisi Saat Pesta Narkoba Dalam Bengkel
 Selasa, 24 April 2018 04:04:01
MPR Desak Kejari Rohul Usut Dugaan Korupsi di RSUD Pasir Pengarayan
 Selasa, 24 April 2018 01:04:05
Triwulan Pertama 2018, Pidum Bengkalis Tangani 103 Perkara 70 persen Narkoba
 Selasa, 24 April 2018 01:04:16
Polresta Pekanbaru Gagalkan Peredaran Sabu Senilai Rp6 Miliar
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca