Dipanggil KPK, Wakil Ketua DPRD Bengkalis Bantah Diperiksa
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 06 Juni 2018 07:06:25
Dipanggil KPK, Wakil Ketua DPRD Bengkalis Bantah Diperiksa
KETERANGAN GAMBAR :
Dipanggil KPK, Wakil Ketua DPRD Bengkalis Bantah Diperiksa

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Kaderismanto, ikut dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Mako Brimob Polda Riau. Namun dia membantah kedatangannya untuk diperiksa oleh KPK terkait proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis.

"Tidak. Saya tidak diperiksa," ujar Kaderismanto usai diperiksa di Mako Brimob Polda Riau, Jalan KH Ahmad Dahlan, Rabu (6/6/2018).

Kaderismanto terus mengelak kalau dirinya ikut dipanggil oleh penyidik KPK. Dia menyatakan kedatangannya hanya untuk mengantarkan Suhendri Asnan, mantan anggota DPRD Bengkalis 2009 -2014.

Kaderismanto juga mengelak mengetahui terkait penganggaran proyek Jalan Batu Panjang - Pangkalan Nyirih. Dia beralasan saat proyek itu disahkan dirinya belum menjabat sebagai anggota DPRD Bengkalis.

"Anggarannya saya tak tahu. Ini proyek 2012. Saya dilantik tahun 2014, November. Jadi pertanyaan ke saya tak nyambung," tutur Kaderismanto.

Selain Kaderismanto, penyidik KPK juga memeriksa dua anggota DPRD Bengkalis, diantaranya Suhendri Asnan, dan empat orang pegawai di Pemkab Bengkalis. Pemeriksaan berlangsung di salah satu ruangan lantai II Mako Brimob Polda Riau.

Pemeriksaan terhadap saksi ini untuk melengkapi bukti-bukti dugaan korupsi Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis. Proyek itu dianggarkan pada tahun 2013-2015.

Dalam proyek ini, KPK sudah menetapkan dua orang tersangka, yakni mantan Kepala Dinas Pekerjaam Umum (PU) Bengkalis yang saat ini menjabat sebagai Sekdako Dumai dan rekanan, Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT MRC.

Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, ini merupakan proyek peningkatan jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter yang dianggarkan dengan dana APBD 2013-2015 sebesar Rp494 miliar. Proyek ini ditaksir merugikan negara sekitar Rp80 miliar.ck/nur

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 15 August 2018 11:08:19
Teller Bank Dana Amanah Tertangkap Setelah Buron 2 Tahun
 Rabu, 15 August 2018 11:08:12
Polisi Tangkap Tersangka Narkotika di Jalan Poros PT MUP Langgam
 Rabu, 15 August 2018 07:08:13
Korupsi Dana Desa Rp274 Juta, Mantan Camat Kampar Utara Divonis 1,5 Tahun Penjara
 Selasa, 14 August 2018 01:08:10
Suap PTT Diskes Pelalawan, Dua Korban Akui Beri Uang
 Selasa, 14 August 2018 07:08:21
Guru ICS Pekanbaru Ditemukan Tewas di Kamar Mess-nya
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca