Empat Alasan Titiek Soeharto Mundur dari Golkar
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 14 Juni 2018 12:06:08
Empat Alasan Titiek Soeharto Mundur dari Golkar
KETERANGAN GAMBAR :
Didampingi Tommy Soeharto, Titiek Soeharto Mundur dari Golkar

JAKARTA, UTUSANRIAU.CO - Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Siti Hediati Soeharto akhirnya keluar dari  Partai berlambang pohon beringin dan pindah ke Partai Berkarya. Bergabungnya Titiek Soeharto  yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen dan anggota Komisi IV DPR ke dalam Partai Berkarya, memiliki konsekwensi yakni harus melepaskan keanggotaannya di DPR.

Didampingi oleh Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra Soeharto dan Sekjen Priyo Budi Santoso, Titiek menyampaikan pengunduran dirinya di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Bantul, Yogyakarta, Senin, (11/8/2018).

“Partai Golkar telah memiliki begitu banyak politisi handal, sehingga tidak memerlukan kehadiran Titiek Soeharto. Sementara Partai Berkarya  berjuang melanjutkan cita-cita Pak Harto untuk mensejahterakan bangsa ini, mencerdaskan bangsa ini, menciptakan kehidupan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sudah pasti memerlukannya., “ katanya.

Mundurnya Titiek yang kini masih menjabat Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen dan Anggota Komisi IV didasari keprihatinannya atas empat hal kondisi bangsa saat ini.

Pertama, kurang lebih 7 juta tenaga kerja menganggur, dan butuh pekerjaan untuk menghidupi keluarga mereka ditengah kondisi ekonomi yang mencekik. Tapi, Indonesia dibanjiri Tenaga Kerja Asing yang tidak lebih pandai dari pada Tenaga Kerja Indonesia.

Kedua,  Alam dan tanah yang begitu subur yang Allah karuniakan kepada Indonesia, seolah-olah tidak ada artinya karena tidak dapat diolah dengan baik untuk memenuhi kebutuhan pangan, sehingga apa-apa masih Import.

Ketiga, kekayaan sumber daya alam  melimpah yang Allah karuniakan kepada Indonesia tidak dapat dinikmati oleh rakyat, tidak dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sebagaimana diamanatkan oleh Undang – Undang.

Keempat, penyelundupan narkoba yang berton-ton jumlahnya,  sudah pasti bisa menghancurkan bangsa Indonesia. Sungguh sangat menyedihkan Pemerintah tidak sedikitpun berkomentar tentang hal itu.

"Saya sedih. Saya ingin menjerit untuk protes dan menyuarakan hati nurani rakyat. Tapi saya tidak dapat melakukan hal itu, karena saya sebagai orang Golkar, partai pendukung Pemerintah," kata Titiek Soeharto.

Sebagai partai besar, seharusnya sebagai pendukung dan sahabat yang baik harus bisa memberi masukan mana hal-hal baik dan hal-hal buruk kepada Pemerintah.  "Tidak hanya sekadar mengekor dan ABS [Asal Bapak Senang]," katanya,

Sebagai anak biologis Presiden kedua RI, (Alm) Soeharto, Titiek Soeharto mengaku tidak bisa berdiam diri untuk tidak menyuarakan jeritan rakyat. “Saya akan  terus memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya, “ katanya.

Kepada partai Golkar, Titiek juga tak lupa menyampaikan terimakasih telah menempa dirinya menjadi salah satu politikus perempuan yang diperhitungkan di republik ini. “Saya mohon pamit kepada seluruh teman-teman DPR atas persahabatan dan kebersamaan selama ini baik di Komisi IV, BKSAP maupun saat-saat Rapat Paripurna, “ katanya. Bam

 
INFO TERKAIT 
 Sabtu, 20 Oktober 2018 12:10:08
Bupati Rohul H. Sukiman Penuhi Panggilan Bawaslu Riau
 Kamis, 18 Oktober 2018 09:10:59
Timses Prabowo akan Laporkan Menteri Luhut dan Sri Mulyani ke Bawaslu
 Kamis, 18 Oktober 2018 09:10:23
10 Kades Patahana Tumbang di Pilkades Serentak Kabupaten Pelalawan
 Rabu, 17 Oktober 2018 05:10:28
KPU dan Bawaslu Rohil Sambangi Rutan Bagansiapiapi
 Rabu, 17 Oktober 2018 04:10:39
Ketua Badiklat Hanura Rohil Jadi Jurkam 10 Caleg Dapil IV
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca