170 Cagar Budaya Inhu Belum ada Penetapan
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Minggu, 01 Juli 2018 10:07:57
170 Cagar Budaya Inhu Belum ada Penetapan
KETERANGAN GAMBAR :
170 Cagar Budaya Inhu Belum ada Penetapan/ foto Internet

RENGAT, UTUSANRIAU.CO - Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) memiliki 170 potensi cagar budaya, salah satunya Makam Motah di Kecamatan Batang Cenaku yang dibakar oleh warga beberapa waktu lalu.Namun sayangnya, dari 170 cagar budaya di Kabupaten Inhu saat ini, satupun belum ada penetapan status. 

Salah satu faktor penyebab belum adanya penetapan status cagar budaya ini dikarenakan Kabupaten Inhu belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur soal cagar budaya tersebut. Hal ini diungkapkan oleh staf Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) wilayah Sumatera Barat (Sumbar), Riau, dan Kepulauan Riau (Kepri), Saharan Sepur, Kamis (28/6). 

Saharan mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 170 cagar budaya di Kabupaten Inhu. 170 cagar budaya itu terdiri dari situs cagar budaya, struktur cagar budaya, dan juga benda cagar budaya. Namun dari 170 cagar budaya yang ada di Kabupaten Inhu, hingga kini belum ada penetapan status cagar budaya. 

"Penetapan itu juga membutuhkan Ranperda cagar budaya," kata Saharan. Saharan menyampaikan bahwa sebelum perubahan kewenangan, Disporabudsata Kabupaten Inhu pada tahun 2017 lalu sempat mengajukan ranperda cagar budaya ke bagian hukum untuk kemudian dimasukan ke dalam program legislasi daerah (Prolegda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhu. Namun hingga kini tidak ada kejelasan pembahasan Ranperda cagar budaya tersebut. 

Selain membutuhkan Perda Cagar Budaya, untuk penetapan status cagar budaya itu membutuhkan kajian akademis, kajian ilmiah dan juga kajian arkeologi. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporasata) Kabupaten Inhu, Armansyah membenarkan bahwa pihaknya sudah mengajukan Ranperda cagar budaya itu pada tahun 2017 lalu. 

"Kita sudah mengajukan Ranperda cagar budaya bersamaan dengan Ranperda Pariwisata ke DPRD Inhu pada tahun 2017 lalu, namun yang lebih duluan dibahas itu adalah Ranperda Pariwisata," kata Armansyah.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Inhu, Miswanto mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengetahui pasti apakah Ranperda itu sudah diajukan atau belum. 

Sebab menurutnya jika Ranperda cagar budaya itu sudah diajukan maka seharusnya sudah dibahas. "Coba dipastikan lagi, kalau memang Ranperda cagar budaya itu sudah diajukan lengkap dengan naskah akademisnya tidak mungkin tidak dibahas," kata Miswanto.

Miswanto dalam hal ini memandang perlu adanya perlindungan cagar budaya di Kabupaten Inhu. Namun dirinya memandang tidak harus dibuatkan Perda. "Kalau memang ada aturan dari Propinsi atau Undang-undang yang mengaturnya, saya pikir tidak perlu lagi Perda," katanya. karena menurutnya, cagar budaya di Kabupaten Inhu saat ini juga milik nasional. 

"Contohnya Komplek Makam Kerajaan di Desa Kota Lama itu sejarahnya juga termasuk wilayah Inhil, dan juga Kuansing. Jadi tentunya itu bukan hanya milik Inhu saja, tapi milik nasional," katanya. 

Oleh karena itu, dirinya meminta OPD terkait agar segera bertindak. "Langsung action saja, tidak usah menunggu pengesahan Ranperda," katanya. **mcr/urc

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 20 September 2018 12:09:44
Harimau Sumatera Kembali Masuki Permukiman Penduduk di Riau
 Rabu, 12 September 2018 03:09:44
DLH Rohul Konsolidasi Dengan OPD Terkait Adipura 2018
 Rabu, 12 September 2018 10:09:31
Berakhir November, Status Siaga Darurat Karhutla Riau Diperpanjang
 Jumat, 17 August 2018 09:08:13
25 Tahun ICEL, Lahirkan Hakim Bersertifikasi Lingkungan
 Kamis, 16 August 2018 02:08:30
Hari Ini Riau "Dikepung" 121 Hotspot
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca