Dolar Nyaris Tembus 15 Ribu, HIPMI Himbau Presiden Bertindak
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Sabtu, 07 Juli 2018 10:07:16
Dolar Nyaris Tembus 15 Ribu, HIPMI Himbau Presiden Bertindak
KETERANGAN GAMBAR :
Uang Rupiah dan Dolar US/ Foto Internet

JAKARTA, UTUSANRIAU.CO - Nilai tukar rupiah terhadap dolas US terus melemah. Kemarin saja (5/7/2018), nilai tukar rupiah ditutup pada angka Rp 14.394. Dan hari ini, Jumat (6/7/2018), nilai tukar rupiah diprediksi akan jatuh pada level Rp 14.600.

Ketua BPP HIPMI (Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Bidang Ekonomi, Muhamad Idrus mengkhawatirkan pekan depan nilai tukar rupiah terhadap dolar US menebus angka Rp 15.000. Karena itu, lanjut Idrus, HIPMI menghimbau presiden segera memberikan solusi.

“Hari ini saja para analis perbankan memprediksi nilai tukar rupiah akan jatuh pada angka 14.600 rupiah. Antisipasi kemungkinan terburuk pekan depan, yaitu tembus 15 ribu, kami menghimbau dengan segera agar presiden bertindak,” kata Idrus kepada media di jakarta (6/7/2018).

Idrus menyebutkan nilai tukar rupiah melemah bukan hanya semata karena persaingan dagang antara Amerika dengan China dan Uni Eropa, namun juga disebabkan faktor internal. Karena itu, lanjutnya, presiden segera bertindak berupa mengeluarkan kebijakan penyelamatan rupiah.

Lebih lanjut, Idrus mengatakan jika nilai tukar rupiah menembus Rp 15.000, maka perekonomian Indonesia semakin terpuruk. Industri Indonesia, menurutnya, banyak tergantung bahan baku impor.

“Semoga hal ini tidak terjadi, nilai tukar bisa kembali menguat. Industri kita didominasi Foot Loose Industry yang mengandalkan bahan baku impor. Kalau nilai tukar terus melemah, industri kita akan kolaps,” kata Idrus.

Idrus pun menghimbau agar masyarakat tidak memborong dolar dan memiliki kepedulian terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

“Peran serta masyarakat khususnya kalangan elite diharapkan agar melakukan aksi nyata keprihatinan atas kondisi ekonomi kita. Dan jangan sampai sebaliknya, (yaitu) memborong dolar,” kata Idrus. **Rls

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 17 September 2018 06:09:36
Jatah Dikurangi 50 Persen, LPG 3 Kg Langka di Rohul
 Sabtu, 15 September 2018 11:09:42
DPR Minta Bentuk Badan Pangan Nasional
 Sabtu, 08 September 2018 11:09:37
Malam Apresiasi Jadikan FKIJK Riau Tambah Solid
 Sabtu, 08 September 2018 11:09:47
Bank Riau Kepri Teken MoU Dengan Kejati Kepri Bidang Datun
 Kamis, 06 September 2018 08:09:45
HM.Wardan: Nelayan Diharapkan Aktif dalam Menjaga Kelestarian Alam
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca