Bupati wardan Sebut Pasokan Melimpah dari Filipina, Faktor Eksternal Hambat Ekspor Kelapa Inhil
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 06 Juli 2018 11:07:58
Bupati wardan Sebut Pasokan Melimpah dari Filipina, Faktor Eksternal Hambat Ekspor Kelapa Inhil
KETERANGAN GAMBAR :
Bupati Inhil HM. Wardan Pimpin Rapat

TEMBILAHAN - Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Muhammad Wardan menyebutkan, pasokan melimpah yang berasal dari Filipina menjadi faktor eksternal yang menghambat ekspor kelapa Inhil.

Pernyataan tersebut disampaikannya terkait dengan anjloknya harga jual kelapa, beberapa waktu lalu.

Bupati mengatakan, pangsa pasar ekspor kelapa Inhil, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand telah berhasil 'direbut' oleh negara tetangga Filipina. Kelapa Filipina di pasar dunia juga dikenal sebagai kelapa dengan kualitas standar.

"Hal ini lah yang membuat kita kalah dalam persaingan pasokan kelapa ke luar negeri. Padahal sejak 2013, ekspor kelapa Inhil ke negara - negara jiran, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand begitu tinggi. Sekarang permintaan itu malah turun drastis," jelas Bupati dalam rapat koordinasi Pemkab Inhil membahas stabilitas harga kelapa di aula Kantor Bupati Inhil, Jalan Akasia Tembilahan, belum lama ini.

Lebih lanjut, Bupati mengisahkan, 5 tahun silam, tepatnya pada tahun 2013, kawasan perkebunan di Filipina diterpa bencana angin bahorok yang meluluhlantakkan ribuan hektare pohon kelapa disanaz

Pasca bencana itu, disebutkan Bupati produksi kelapa Filipina merosot tajam. Ini membuat kelapa Inhil mendapatkan pangsanya di negara tetangga.

Bupati melanjutkan, tidak berapa lama setelah bencana yang menimpa kawasan perkebunan kelapa Filipina, masyarakat petani disana melakukan replanting atau penanaman kembali.

"Sekarang, replanting itu telah menghasilkan, kelapa - kelapa di Filipina telah memasuki usia produktif dan menghasilkan kelapa - kelapa dengan kualitas standar sehingga pangsa pasar yang sempat dikuasai Inhil kembali direbut," ujar Bupati.

Minimnya permintaan tidak berbanding lurus dengan banyaknya penawaran. Bupati yang mengaku pernah berdialog dengan direksi PT Pulau Sambu Guntung (PSG) mengatakan, bahwa saat ini pasokan perusahaan industri pengolahan kelapa itu sudah melampaui batas kebutuhan.

"Saat Saya tanyai pihak perusahan mengatakan membutuhkan pasokan 2 juta butir kelapa per harinya. 3 tahun lalu mereka hanya dapat pasokan sekitar 800 ribu oer hari. Sekarang, PSG mendapat penawaran sebesar 5 juta butir per harinya. Tentu over kapasitas. Ini juga menjadi masalah," jelas Bupati.

Kelebihan penawaran komoditas kelapa ini kerap kali menimbulkan problem baru. Bupati menuturkan, dengan begitu banyaknya penawaran, kapal - kapal pengangkut kelapa terpaksa mengantre untuk membongkar kelapa yang dibawa.

"Karena mengantre terlalu lama, banyak kejadian kelapa yang berada pada tumpukan bawah itu menjadj busuk dan bertunas. Akhirnya, kerugianlah yang kembaki dirasakan masyarakat petani," tukasnya. Adv/mcr/urc

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 13 November 2018 04:11:02
RAPBD Inhu 2019 Sebesar Rp1,2 Triliun Diajukan ke DPRD
 Selasa, 13 November 2018 09:11:41
Rupiah Kian Lunglai ke Rp14.878 per Dolar AS
 Senin, 12 November 2018 09:11:32
Jika Realisasi tak Tercapai, Anggaran Pusat untuk Riau Dikurangi
 Sabtu, 10 November 2018 10:11:55
Defisit, Sekdaprov Instruksikan OPD Hentikan Kegiatan
 Sabtu, 10 November 2018 10:11:28
Kantor Kas Bank Riau Kepri Kuala Kampar-Pelalawan Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Sekitar
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca