Potensi Partisipating Interest dari 12 Perusahaan Migas di Riau Diprediksi Bisa Mencapai 12 triliun Rupiah Pertahun
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 13 Juli 2018 08:07:52
Potensi Partisipating Interest dari 12 Perusahaan Migas di Riau Diprediksi Bisa Mencapai 12 triliun Rupiah Pertahun
KETERANGAN GAMBAR :
Ketua Komisi IV DPRD Riau Husni Thamrin / Foto Internet

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Menindaklanjuti implementasi Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 37 tahun 2016 tentang Partisipating Interest (PI), Komisi IV DPRD membidangi pertambangan memanggil Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) guna  hearing bersama.

Partisipating Interest (PI), merupakan penambahan 10 persen penghasilan dari perusahaan migas yang menjadi  kewajiban perusahaan migas di Riau untuk  menyetorkan ke Pemda  Provinsi Riau.

Ketua Komisi IV Husni Thamrin usai rapat mengatakan bahwa rapat ini sangat penting sekali untuk mengimplementasikan Permen tersebut sehingga akan berdampak positif bagi keuangan Riau.

"Hitungan kita potensinya ada Rp.12 T dari 12 perusahaan, yang baru kita proses baru  dua perusahaan, kita minta data sua untuk mendapatkan potensi keuangan bagi penambahan pendapatan daerah," terangnya.

Dijelaskan, jumlah tersebut sangat siginfikan di tengah  kondisi keuangan Pemprov Riau sekarang yang tengah kekurangan dana , maka Lanjutnya pihaknya akan menggelar rapat lintas komisi dan segera membentuk tim khusus untuk mendalami ini.

'Ini akan kami kejar, Permen itu baru keluar 2016, kita akan kumpulkan dilu data dan ilmu dari pakar-pakar, setelah itu baru kita panggil perusahaannya, menuntut hak kita, " jelasnya, kamis (12/07/18).

 Selanjutnya, kata Thamrin, nantinya  akan diserahkan kepada Pemprov melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Riau dan diharapkan BUMD ini akan bisa mengelola secara profesional.

"Harus di kelola oleh BUMD profesional, Kita rombak manajemennya bukan BUMD yang Asal Bapak Senang (ABS) diganti dulu, bukan  orang  pensiunan isunya, ,"tutupnya.(lz)

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 17 September 2018 06:09:36
Jatah Dikurangi 50 Persen, LPG 3 Kg Langka di Rohul
 Sabtu, 15 September 2018 11:09:42
DPR Minta Bentuk Badan Pangan Nasional
 Sabtu, 08 September 2018 11:09:37
Malam Apresiasi Jadikan FKIJK Riau Tambah Solid
 Sabtu, 08 September 2018 11:09:47
Bank Riau Kepri Teken MoU Dengan Kejati Kepri Bidang Datun
 Kamis, 06 September 2018 08:09:45
HM.Wardan: Nelayan Diharapkan Aktif dalam Menjaga Kelestarian Alam
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca