Pemkab Meranti Doa Bersama dan Galang Dana Bantuan Korban Bencana NTB dan Sulawesi Tangah
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 10 Oktober 2018 05:10:57
Pemkab Meranti Doa Bersama dan Galang Dana Bantuan Korban Bencana NTB dan Sulawesi Tangah
KETERANGAN GAMBAR :

UTUSANRIAU.CO, MERANTI - Wujud solidaritas dan keprihatinan serta duka cita kepada para korban bencana Gempa Lombok Nusa Tenggara Barat dan Tsunami serta Gempa di Dongala, Sigi dan Palu di Sulawesi Tangah, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar doa bersama di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (10/10/2018). Kegiatan ini juga diisi dengan penggalangan dana untuk membantu korban bencana di dua provinsi itu.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, H Said Hasyim, mewakili Pemda Meranti mengucapkan bela sungkawa yang dalam kepada korban dan meminta semua pihak dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.

Menurut Wakil Bupati, ada 3 hal yang perlu direnungkan bahwa musibah dan bencana alam seperti yang dituliskan dalam kitab suci Al-Quran merupakan peringatan Allah kepada umatnya atas kesilapan yang dilakukan. Musibah datang tak lain adalah akibat ulah tangan manusia yang ingkar terhadap perintah Allah, kedua bencana merupakan hukum Allah dan ketiga akibat manusia lalai dan sombong terhada perintah Allah.

"Untuk itu mari kita laksanakan perintah Allah dengan tidak menentang hukum Allah, jagalah lingkungan dan perbuatan kita dari hal hal yang dilarang Allah," ucap Wakil Bupati.


Tak lupa Wakil Bupati juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga lingkungan tempat tinggal dari hal yang merusak seperti prostitusi/perzinahan, Judi, Narkoba Miras dan obat terlarang, serta perbuatan yang merusak lingkungan, termasuk juga LGBT yang informasinya sudah mulai marak di negeri Sagu.

"Jika menemukan aktifitas prostitusi, Narkoba, perbuatan merusak lingkungan mari kita ingatkan jika tidak bisa laporkan pada pihak berwajib, jangan dibiarkan karena jika dibiarkan dapat memicu terjadinya bencana," ujar Wakil Bupati.


Hal senada juga disampaikan oleh Kegua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kepulauan Meranti Drs. Mahfud, yang mengajak semua pihak untuk melaksanakan oerintah Allah dan menjauhi larangannya, sebab jika diabaikan bukan tidak mungkin mencana yang dahsyat akan diturunkan Allah.

Menurutnya beberapa hal yang perlu diperhatikan umat agar terhindar dari bencana seperti menjaga hawa nafsu dari hal yang dilarang Allah, jangan sampai harta hanya beredar pada orang berada sementara tidak menyantuni orang miskin dan anak yatim, jalankan amanah dengan baik, hindari perbuatan saling menghujat dan menyalahkan, penggunaan narkoba miras dan obat-obat terlarang, hindari perzinahan dan lainnya.

"Mari bersama kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya," tutup Mahfud.

Sekedar informasi nantinya dana yang dihimpun akan diteruskan kepada para koban Bancana di NTB dan Sulawesi Tengah dalam rangka membantu para korban bencana dikedua wilayah itu. (Humas Pemkab. Meranti).

Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPRD Meranti H Fauzy Hasan, Danramil Selatpanjang, Ketua MUI Meranti H. Mustafa, Ketua FKUB Drs. Mahfud, Ketua BKMT Meranti Hj. Syamsiar Said Hasyim, Asisten I Sekda Meranti H. Jonizar para Staf Ahli Bupati dan Jajaran Pejabat Eselon II lainnya, Perwakilan Polres Meranti,  Kabag Humas dan Protokol Meranti Hery Saputra SH dan jajaran Pejabat Eselon III lainnya. (rilis humas)

 
INFO TERKAIT 
 Sabtu, 10 November 2018 10:11:15
Besok, Mufti Negeri Perlis Malaysia Beri Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah Riau
 Sabtu, 10 November 2018 10:11:55
Salmiyah Ikut MTQ Korpri Tingkat Nasional
 Senin, 05 November 2018 11:11:43
Aksi Bela Kalimah Tauhid Ribuan warga Meranti Berlangsung Damai
 Minggu, 04 November 2018 10:11:05
Ribuan Generasi Hafidz-Hafidzah di Kepenuhan Negeri Beradat siap di Berangkatkan
 Sabtu, 03 November 2018 10:11:30
Bupati Wardan Resmikan Gedung TPQ Al-Barakah dan Sekretariat Forum Komunikasi Ulama dan Umara Inhil
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca