Jalan Riau-Sumbar Longsor, Lalin Terganggu
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 23 Oktober 2018 03:10:10
Jalan Riau-Sumbar Longsor, Lalin Terganggu
KETERANGAN GAMBAR :
material longsor sebagian menutupi jalan. (antara)

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - Hujan deras pada Selasa (23/10/2018) menyebabkan longsor sehingga menutup Jalan Lintas Tengah Sumatera di Kabupaten Kampar, Riau menuju Provinsi Sumatera Barat.

"Material yang longsor berupa tanah dan batu-batu besar sampai menutup setengah badan jalan," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPBD) Kampar, Candra seperti dilansir dari Antara.

Ia mengatakan longsor diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, tepatnya di KM 77 Desa Merangin Kecamatan Kuok, ketika Kampar dilanda hujan deras. Saksi mata disekitar tempat kejadian mengatakan, lanjutnya, air hujan sempat mengalir deras hingga menggenangi jalan raya sebelum terjadi longsor. "Debit air dorongan dari atas tebing sangat kuat," ujarnya.

Ia mengatakan dampak dari longsor menyebabkan pengguna jalan ketakutan untuk melintas sehingga menimbulkan kemacetan. Baru setelah petugas BPBD Kampar, Dishub Kampar dibantu oleh Kepolisian Resor Kampar turun ke lokasi, kemacetan lalu lintas mulai bisa diurai.

"Dampaknya sempat setengah jam kendaraan menumpuk karena pengendara takut. Namun, sekarang kendaraan sudah bisa lewat bergantian dendan sistem buka-tutup," kata Candra.

Ia mengatakan material batu dan tanah longsor sudah mulai digeser, dan petugas kini menunggu alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pembersihan menyeluruh.

Ini bukan pertama kali terjadi longsor di KM 77 karena kondisi tebing berbatu cukup curam dan mudah terkikis air hujan. Candra mengatakan di sepanjang jalan Riau-Sumbar ada beberapa titik rawan longsor mulai dari KM 77 hingga KM 81.

"Ini bukan yang pertama dan bukan yang terakhir karena kemungkinan (longsor) lebih parah bisa terjadi. Dari KM 77 sampai KM 81 tebing batunya sudah retak-retak dan ini juga jadi aktivitas penambangan batu oleh masyarakat," katanya. (Rik)

 

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 08 Januari 2019 04:01:00
Nazier Foead : 70 Persen Gambut Riau Sudah di Restorasi
 Sabtu, 05 Januari 2019 07:01:18
15 Hektar Lahan Gambut Riau Kembali Terbakar
 Kamis, 03 Januari 2019 10:01:49
Penyu Nyaris Punah, Wakil Ketua Dewan Minta Dibudidayakan
 Senin, 31 Desember 2018 09:12:39
Legislator Suhardiman Amby : Perusahaan di Larang Tanam Sawit di DAS
 Senin, 31 Desember 2018 08:12:54
BMKG Pekanbaru Imbau Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca