Pemerintah Diminta Ubah Materi dan Pola Ajar Matematika
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 12 November 2018 09:11:05
Pemerintah Diminta Ubah Materi dan Pola Ajar Matematika
KETERANGAN GAMBAR :
ilustrasi

UTUSANRIAU.CO, JAKARTA - Pemerhati pendidikan Indra Charismiadji mendesak pemerintah untuk mengubah materi dan pola ajar mata pelajaran matematika di sekolah. Sebab, menurut dia selama ini pola ajar matematika tidak didesain menyenangkan, dan materinya pun tidak kontekstual.

Menurut dia, selama ini guru hanya terfokus mengajarkan rumus-rumus dan teori saja. Karena itu, anak selalu kebingungan ketika harus mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata atau sekadar untuk menjawab soal cerita.

"Kita harus mulai back to basic artinya kembali ke dasar lagi. Jadi guru bukan lagi fokus mengajarkan rumusnya tapi skillnya," kata Indra yang juga menjabat sebagai direktur utama PT Eduspec Indonesia dilansir Republika.co.id, Minggu(11/11/2018).

Perubahan, kata Indra, mutlak dilakukan oleh pemerintah. Jika tidak maka anak Indonesia akan mengalami darurat matematika. Karena saat ini, untuk menjawab 1/3 dikurangi 1/6 saja, anak-anak kesulitan.

"Berhitung dasar saja kalau dari kajian itu parah sekali. Bahkan orang dewasa saja mungkin kebingungan kan? Inilah yang salah dari pola ajar kita," jelas Indra.

Selain itu, paradigma guru, orang tua, siswa dan masyarakat terhadap nilai juga mesti diubah. Jika hanya mengacu pada nilai maka substansi dari ilmunya menjadi nomor dua.

Menurut dia, selama ini cara guru dalam memberikan nilai kepada siswa tidak bisa disama-ratakan. "Hilangkan mengejar nilai, karena angka itu kan tidak konsisten. Dalam ujian misal, soal-soal itu kan biasanya tingkat kesulitan berbeda. Jadi nilai nya pun jelas tidak sama," kata Indra.

Pola ajar matematika yang selalu dianggap sulit harus diubah menjadi yang menyenangkan. Perubahan itu, kata dia, merupakan tantangan terbesar bagi pemerintah, sekolah khususnya guru. Selain kekurangan guru PNS, kualitas guru di Indonesia juga masih rendah. (Rik)

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 13 Desember 2018 05:12:23
Bupati Amril Mukminin Meresmikan 2 SD Swadaya Masyakat Menjadi SD Negeri
 Rabu, 28 November 2018 08:11:53
Bupati Meranti Silahturahmi Bersama Keluarga Besar SMKN I Selatpanjang
 Senin, 26 November 2018 11:11:39
Upacara Peringatan Hari Guru di SMAN 1 Kepenuhan
 Senin, 26 November 2018 11:11:31
Silaturahim dengan Guru Honorer, Anggota DPR RI Ini Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Guru
 Senin, 26 November 2018 11:11:32
Hari Guru Nasional, Anggawira Ajak Masyarakat di Cirebon dan Indramayu Menyapa Guru Mereka di Sekolah
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca