Ketua DPRD Minta Bupati Tepati Janji Harga Kelapa Jadi Tinggi
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 04 Desember 2018 09:12:34
Ketua DPRD Minta Bupati Tepati Janji Harga Kelapa Jadi Tinggi
KETERANGAN GAMBAR :
Ketua DPRD Riau, Septina Primawati / Foto Internet

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - Ketua DPRD Riau, Septina Primawati yang juga merupakan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meminta Bupati Inhil, HM Wardan untuk menepati janjinya sewaktu dirinya terpilih kembali jadi Bupati untuk yang kedua kalinya.  Dirinya akan berupaya bagaimana harga kelapa Inhil kembali naik dan stabil seperti sebelumnya.


"Yah kita minta Bupati untuk tepati janjinya akan menjadikan harga kelapa mahal seperti sebelumnya.  Ada langkah-langkah yang diambilnya sehingga jadi naik," sebutnya, Senin (03/12) saat dikonfirmasi dengan mengakui kalau untuk saat ini petani kelapa Inhil sedang 'menjerit' sementara masyarakat sebagian besar hanya bergantung dari hasil kelapa tersebut.

Lebih jauh disampaikan politisi Golkar ini, Bupati diminta harus punya komitmen yang kuat untuk menaikkan harga kelapa ini.  Apalagi sudah terpilih untuk yang kedua kalinya, masyarakat sudah percaya dengan kepemimpinan Bupati Wardan akam mampu merubah kobdisi yang tetjadi.  "Kita  akan tetap ingatkan dan siap bergabdengan tangan dalam mengatasi bersama," tambahnya.

Sebagai mana yang dimaklumi, masyatakat Inhil sekitar 70 persen penduduknya merupakan mata pencaharianya adalah petani kelapa.  Dengan turunya harga kelapa mrmbuat perekonomian di daetah tersebit jadi sulit.  Saat ini harga kelapa srkitar Rp 600 hingga Rp 700.  Sementara sebelum-sebelumnya bisa mencapai Rp 2.500 hingga Rp 2.700. **mcr/urc

PEKANBARU - Ketua DPRD Riau, Septina Primawati yang juga merupakan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meminta Bupati Inhil, HM Wardan untuk menepati janjinya sewaktu dirinya terpilih kembali jadi Bupati untuk yang kedua kalinya.  Dirinya akan berupaya bagaimana harga kelapa Inhil kembali naik dan stabil seperti sebelumnya.

"Yah kita minta Bupati untuk tepati janjinya akan menjadikan harga kelapa mahal seperti sebelumnya.  Ada langkah-langkah yang diambilnya sehingga jadi naik," sebutnya, Senin (03/12) saat dikonfirmasi dengan mengakui kalau untuk saat ini petani kelapa Inhil sedang 'menjerit' sementara masyarakat sebagian besar hanya bergantung dari hasil kelapa tersebut.

Lebih jauh disampaikan politisi Golkar ini, Bupati diminta harus punya komitmen yang kuat untuk menaikkan harga kelapa ini.  Apalagi sudah terpilih untuk yang kedua kalinya, masyarakat sudah percaya dengan kepemimpinan Bupati Wardan akam mampu merubah kobdisi yang tetjadi.  "Kita  akan tetap ingatkan dan siap bergabdengan tangan dalam mengatasi bersama," tambahnya.

Sebagai mana yang dimaklumi, masyatakat Inhil sekitar 70 persen penduduknya merupakan mata pencaharianya adalah petani kelapa.  Dengan turunya harga kelapa mrmbuat perekonomian di daetah tersebit jadi sulit.  Saat ini harga kelapa srkitar Rp 600 hingga Rp 700.  Sementara sebelum-sebelumnya bisa mencapai Rp 2.500 hingga Rp 2.700.

 

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 20 Februari 2019 05:02:24
Program Peremajaan Sawit Plasma Melalui Kerja Sama Strategis PT Ramajaya Pramukti, BRI Agro, Koperasi Unit Desa (KUD) Makmur Lestari dan BPDK Tingkatkan Kesejahteraan Masayarakat
 Rabu, 20 Februari 2019 12:02:58
Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Naik Tipis
 Rabu, 20 Februari 2019 06:02:00
Investor Asing Lirik Kabupaten Siak Tanam Investasi Kilang Minyak 12.000 Barrel/Day
 Selasa, 19 Februari 2019 06:02:45
2019, DJP Riau Kepri Ditarget Rp 17,7 Triliun
 Minggu, 17 Februari 2019 08:02:35
Pemkab Inhu Percayakan Transaksi Non Tunai Kepada Bank Riau Kepri
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca