Masyarakat Batang Kumu Desak Pengelola Palang Jalan Perbaiki Jalan Jepang Yang Rusak
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 06 Desember 2018 07:12:41
Masyarakat Batang Kumu Desak Pengelola Palang Jalan Perbaiki Jalan Jepang Yang Rusak
KETERANGAN GAMBAR :
Masyarakat Batang Kumu Desak Pengelola Palang Jalan Perbaiki Jalan Jepang Yang Rusak

UTUSANRIAU.CO, ROKAN HULU -  Masyarakat Dusun Jalan Jepang Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai yang berbatasan dengan Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mendesak mundur,  Naga Langit Guntur Nauli Harahap  selaku pengelola jalan swadaya jalan jepang sepanjang lima kilo meter,  desakan mundur sebagai  pengelola jalan jepang tersebut dikarenakan jalan mengalami rusak yang tak kunjung diperbaiki hal ini disampaikan oleh masyarakat saat rapat didusun jalan jepang selasa sore sekitar pukul 15:00 wib (4/12/2018).

Masyarakat dusun jalan jepang desa batang kumu kecamatan tambusai dan desa simpang harapan  kecamatan tambusai utara melakukan rapat terkait kerusakan jalan jepang dalam beberapa bulan terakhir dan rapat koordiasi tersebut dilakukan didusun jalan jepang desa batang kumu dengan dihadiri seketaris kecamatan tambusai, kepala desa batang kumu Afnan Pulungan sieregar, kepala desa simpang harapan, Kaslan,  perwakilan polsek tambusai,  serta pengelola jalan swadaya,  Naga Langit Guntur Nauli Harahap.

Rapat tersebut awalnya  berjalan alot karena masyarakat mendesak mundur,  Naga Langit  Guntur Nauli Harahap  sebagai pengelola jalan yang anggarannya diambil dari palang jalan dari hasil perkebunan sawit masyarakat sebesar Rp 50 rupiah perkilogram kelapa sawit yang sudah berjalan lebih kurang selama tujuh tahun.

Tuntutan masyarakat selanjutnya   tidak adanya laporan pertanggung jawaban baik uang masuk maupun uang keluar dari hasil palang jalan yang dipegang oleh, Naga dengan panggilan Langit termasuk rapat tahunan kepada masyarakat.

Puncak kemarahan masyarakat tersebut ketika jalan rusak parah yang mengakibatkan satu unit mobil pengangkut buah tandan segar (TBS) kelapa sawit terpuruk sehingga mobil anak sekolah tidak bisa melalui jalan tersebut.

Karena merasa tidak akan ada penyelesaian perbaikan jalan masyarakat jalan jepang melakukan gotong royong bersama, inilah dasar masyarakat untuk meminta mundur, Langi dari pengelola palang jalan, sedangkan yang diperolehnya Rp 50   rupiah perkilo sawit yang keluar tetapi kondsisi jalan tetap saja rusak.

Kekecewaan masyarakat tersebut akhirnya terjawab sudah melalui musyawarah di jalan jepang, meskipun pengelolanya masih diketuai oleh, Naga Langit.

Hasil kesepatan dan perjanjian telah ditetapkan Rp 25 rupiah untuk masyarakat dan Rp 25 rupiah kepada pengelola dan pengelola tetap bertanggung jawab atas perbaikan jalan.

Kepala desa batang kumu, Afnan Pulungan Siregar  (4/12) mengatakan kemarahan masyarakat kepada pengelola berawal niskomunikasi dan  terpuruknya satu unit mobil pengangut hasil kelapa sawit sehingga mobil anak sekolah tidak lagi bisa keluar akibat kerusakan jalan yang terjadi di jalan jepang.

Kedua masyarakat kecewa terhadap pengelola karena tidak adanya tranparansi terhadap uang masuk dan uang keluar dari palang jalan yang dibuat selama ini, termasuk tidak adanya laporan tahunan terkait anggaran yang diterima dari palang jalan " Kata Afnan.

Alhamdulillah permaslahan ini dapat kita selesaikan dengan baik dan kedua belah pihak menerima hasil keputusan rapat hari ini, terkait pengelolaan palang jalan ini juga akan kita SK kan  sehingga nanti bisa dipertanggung jawabkan" terangnya.

Sementara kepala desa simpang harapan, Kaslan (4/12)mengatakan merasa puas atas hasil musyawarah tersebut dan berharap kepada pengelola dan masyarakat bisa mengawal retribusi dari palang jalan dan untuk perbaikan jalan kedepannya tetap ada kontrol dan partisipasi petani maupun masyarakat itu sendiri sehingga tidak terjadi lagi seperti yang saat ini " kata Kaslan.

Kita ketahui jalan ini merupakan jalan ekonomi masyarakat untuk membawa hasil perkebunannya keluar, ketika jalan rusak sudah barang tentu ekonomi masyarakat kita akan terpuruk.

Sedangkan pengelola jalan swadaya jalan jepang, Naga Langit Guntur Nauli Harahap (4/12) mengatakan mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh masyarakat untuk mengelola palang jalan dan memperbaiki jalan  swadaya jalan jepanh dan hasil musyawarah ini merupakan  yang terbaik dalam mingkatkan ekonomi dan kesejahtraan kita semua.

Saya akui atas kelalaian selama ini dan saya mohon maaf kepada masyarakat mulai dari tidak adanya laporan pertanggung jawaban uang masuk mapun uang keluar palang jalan termasuk tidak adanya rapat tahunan.

Saya akan perbaiki kesalahan itu, apa lagi sudah ada campur tangan pemerintah desa dalam pembuatan  maupun perjanjian kerja saya kedepan dengan masyarakat jalan jepang " tandas Langit. (Ar)

 

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 13 Desember 2018 05:12:59
10 Kecamatan di Inhu Terendam Banjir, Termasuk 36 Sekolah
 Kamis, 13 Desember 2018 03:12:13
Fokus Ornop Inhil Menggelar Seminar dan Talk Show
 Kamis, 13 Desember 2018 03:12:32
Pilkades Serentak 2018 : Calon Nomor Urut Dua Desa RTH Raih Suara Terbanyak
 Kamis, 13 Desember 2018 08:12:30
Setelah Aceh, Presiden Baru Kunjungi Riau
 Kamis, 13 Desember 2018 08:12:16
Debit Air Sungai Kampar Meluap Akses Darat Langgam Menuju Pangkalan Kerinci
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca