Ekspor Riau Turun 9,24 Persen
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 06 Desember 2018 10:12:59
Ekspor Riau Turun 9,24 Persen
KETERANGAN GAMBAR :
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Aden Gultom

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU-- Nilai ekspor Riau berdasarkan harga Free On Board (FOB) pada bulan Oktober 2018 mencapai US$ 1.25 miliar atau mengalami penurunan sebesar 9,24 persen dibanding ekspor bulan September 2018 sebesar US$ 1.37 miliar.

"Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor migas dan ekspor nonmigas masing-masing sebesar 10,91 persen dan 8,95 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Aden Gultom, Rabu (5/12/2018).

Ia mengatakan ekspor migas dari US$ 201.26 juta pada bulan September 2018 turun menjadi US$ 179.30 juta pada bulan Oktober 2018. "Demikian juga ekspor nonmigas dari US$ 1.17 miliar pada bulan September 2018 turun menjadi US$ 1.07 miliar pada bulan Oktober 2018," Cakapnya.

Lanjut Aden, selama Januari-Oktober 2018, nilai ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 2,13 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh naiknya ekspor migas sebesar 16,27 persen, meskipun ekspor non migas mengalami penurunan sebesar 0,36 persen.

"Kenaikan ekspor migas disebabkan oleh naiknya ekspor minyak mentah sebesar 15,14 persen dan ekspor industri pengolahan hasil minyak sebesar 24,93 persen," ungkapnya.

Kemudian dari 10 golongan barang ekspor non migas terbesar bulan Oktober 2018 dibanding September 2018, penurunan terbesar terjadi pada Lemak & Minyak Hewan/Nabati sebesar US$ 48.41 juta, Berbagai Produk Kimia US$ 35.68 juta, dan Bubur Kayu (Pulp) US$ 15.64 juta.

"Sedangkan kenaikan terbesar terjadi pada Bahan Kimia Organik sebesar US$ 3.33 juta, bahan- bahan Nabati US$ 2.87 juta, serta Tembakau US$ 1.33 juta," pungkasnya. **pekanbaru.go.id

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 20 Februari 2019 05:02:24
Program Peremajaan Sawit Plasma Melalui Kerja Sama Strategis PT Ramajaya Pramukti, BRI Agro, Koperasi Unit Desa (KUD) Makmur Lestari dan BPDK Tingkatkan Kesejahteraan Masayarakat
 Rabu, 20 Februari 2019 12:02:58
Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Naik Tipis
 Rabu, 20 Februari 2019 06:02:00
Investor Asing Lirik Kabupaten Siak Tanam Investasi Kilang Minyak 12.000 Barrel/Day
 Selasa, 19 Februari 2019 06:02:45
2019, DJP Riau Kepri Ditarget Rp 17,7 Triliun
 Minggu, 17 Februari 2019 08:02:35
Pemkab Inhu Percayakan Transaksi Non Tunai Kepada Bank Riau Kepri
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca