Perusahaan Diminta Aktif Bantu Mayarakat Terkena Banjir
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 17 Desember 2018 10:12:33
Perusahaan Diminta Aktif Bantu Mayarakat Terkena Banjir
KETERANGAN GAMBAR :
foto banjir disekolah pada Kamis pekan lalu

UTUSANRIAU.CO, RENGAT - Meluapnya sungai Indragiri mengakibatkan terendam pemukiman masyarakat, terutama sekali yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS). Kondisi banjir sungai Indragiri dalam dua bulan terakhir selalu menunjukkan peningkatan, walaupun terkadang ada surut sebentar.

Hingga saat ini banjir masih merendam sejumlah wilayah di 10 Kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di Inhu. Banjir terjadi  sebagai dampak dari tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah Inhu sejak beberapa bulan terakhir.

"Akibat banjir ini ada sejumlah badan jalan terputus seperti jalan menuju Batang Pranap yang sekarang putus total, selanjutnya juga ruas jalan menuju danau raja serta tempat lainnya. Tak hanya itu, banjir juga merendam pemukiman dan merusak tanaman warga," ujar Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Inhu, Novriadi kepada wartawan  pecan lalu. 

Akibat putusnya badan jalan, masyarakat terpaksa harus menggunakan tranportasi air, seperti pompong untuk beraktivitas. "Untuk itu, perusahaan perkebunan dan perusahaan lain yang beroperasi di Inhu diminta untuk tidak berdiam diri dan menunjukan kepeduliannya dengan membantu kesulitan masyarakat," ujarnya.

Dikatakan, sudah dua bulan lebih pemukiman dan lahan pertanian warga terendam dan rusak akibat banjir. "Kita juga minta pemerintah, mulai dari Pemerintah Desa sampai Pusat untuk bersinergitas membantu memenuhi kebutuhan pokok warga terdampak banjir," katanya.

Kepala desa juga diminta proaktif melaporkan kondisi masyarakat agar bisa ditindaklanjuti ke intànsi terkait dan segera menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Hingga berita ini dibuat kondisi air sungai Indragiri Hulu masih tinggi dan belum menunjukkan penurunan yang berarti.  **Das

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 08 Januari 2019 04:01:00
Nazier Foead : 70 Persen Gambut Riau Sudah di Restorasi
 Sabtu, 05 Januari 2019 07:01:18
15 Hektar Lahan Gambut Riau Kembali Terbakar
 Kamis, 03 Januari 2019 10:01:49
Penyu Nyaris Punah, Wakil Ketua Dewan Minta Dibudidayakan
 Senin, 31 Desember 2018 09:12:39
Legislator Suhardiman Amby : Perusahaan di Larang Tanam Sawit di DAS
 Senin, 31 Desember 2018 08:12:54
BMKG Pekanbaru Imbau Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca