Meski di Bawah Tiga Persen, Inflasi Riau Sepanjang Tahun 2018 Masih Terkendali
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Minggu, 06 Januari 2019 09:01:25
Meski di Bawah Tiga Persen, Inflasi Riau Sepanjang Tahun 2018 Masih Terkendali
KETERANGAN GAMBAR :
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom saat menggelar ekpos

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - Inflasi Provinsi Riau tahun kalender Januari - Desember 2018 tercatat sebesar 2,45 persen, dan lnflasi Year on Year (Desember 2018 terhadap Desember 2017) adalah sebesar 2,45 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan, inflasi Riau sepanjang tahun 2018 masih aman terkendali. Pasalnya, inflasi Riau masih di bawah angka tiga persen dalam kategori inflasi rendah. Sebab, kategori sedang berada di angka 3-5 persen dan kategori tinggi di angka 5-9 persen.

Ia juga menerangkan, pada Desember 2018, Riau mengalami inflasi 0,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 136,69. Di mana tiga kota IHK di Riau, semua kota mengalami inflasi, yakni Pekanbaru 0,18 persen, Dumai 0,22 persen, sedangkan Tembilahan inflasi 0,70 persen. 

"Inflasi Riau Desember 2018 terjadi karena adanya kenaikan harga pada lima kelompok pengeluaran," kata Aden di Pekanbaru, Rabu (2/1/2019).

Adapun lima kelompok pengeluaran itu, yakni kelompok transpor, komunikasi dan jasa komunikasi sebesar 0,56 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,48 persen, kelompok Kesehatan sebesar 0,09 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,06 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen.

Sedangkan dua kelompok yang mengalami deflasi, yaitu kelompok sandang sebesar 0,12 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen.Sementara komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara Iain, angkutan udara, bawang merah, daging ayam ras, tomat sayur, bayam, udang basah, buah anggur, ayam hidup dan lain-lain.

Di samping itu, komoditas yang memberi andil deflasi antara lain kentang, ikan mujair, petai, minyak goreng, telur ayam ras, emas perhiasan, bawang putih, dan Iain-lain.

Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, semua kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,88 persen, diikuti oleh Batam 1,20 persen, dan Lhokseumawe 1,05 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 0,02 persen.Di Indonesia, dari 82 kota yang menghitung IHK, 80 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 2,09 persen, diikuti Pangkal Pinang 1,88 persen, dan Jayapura 1,62 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 0,02 persen.

"Berdasarkan urutan inflasi kota-kota di Sumatera, kota-kota di Riau berturut-turut Tembilahan di urutan ke-9, Dumai urutan ke-17, dan Pekanbaru urutan ke-18," tuturnya.Sementara deflasi hanya terjadi di dua kota, yaitu kota Sorong dengan deflasi sebesar 0,15 persen, dan kota Kendari sebesar 0,09 persen. **mc/urc 

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 20 Maret 2019 14:25:26
Usai Bertemu Wagubri, Masyarakat Koto Aman Pulang
 Rabu, 20 Maret 2019 02:03:26
Harga TBS di Riau Kembali Anjlok, Berikut Rinciannya
 Senin, 18 Maret 2019 13:58:00
Gubri Perdana Penggunaan Jembatan Siak IV
 Jumat, 15 Maret 2019 21:03:40
Gubri Syamsuar Sebut Perencanaan Bappeda Tidak Becus
 Jumat, 15 Maret 2019 20:19:20
Gubri Syamsuar Terima Kunjungan Investor Jepang
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca