Hakim PN Pasir Pengarayan Kabulkan Tuntutan Koperasi Sawit Timur Jaya
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 14 Mei 2019 08:05:22
Hakim PN Pasir Pengarayan Kabulkan Tuntutan Koperasi Sawit Timur Jaya
KETERANGAN GAMBAR :
Hakim PN Pasir Pengarayan Kabulkan Tuntutan Koperasi Sawit Timur Jaya

UTUSANRIAU.CO, ROKAN HULU - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Kabulkan tuntutan Koperasi Sawit Timur Jaya Kecamatan Kepenuhan yang menggugat PT. Agro Mitra Rokan (AMR) terkait kerja sama Pola KKPA perkebunan kelapa sawit yang tidak kunjung diselesaikan oleh pihak perusahaan ( PT. AMR) sebagai bapak angkat.

Putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim‎ Irpan Hasan Lubis SH, didampingi Hakim Anggota Adhika Budi Prasetyo SH, MBA, MH, ‎pada sidang putusan, Senin (13/5/2019). 

Ketua Kopsa Timur Jaya D‎esa Kepenuhan Timur, Jasmanedi mengucap syukur atas dikabulkannya sebagian gugatan masyarakat melalui jalur hukum dengan sidang perdata yang disidangkan di PN Pasir Pengarayan.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh anggota koperasi dan kuasa hukum yang telah menyampaikan tuntutan anggota koperasi ke PN Pasirpangaraian, tentang pembatalan perjanjian dengan perusahaan, karena tidak sesuai dengan komitmen ataupun perjanjian yang dilakukan oleh perusahaan.

"Dan tentunya alhamdulillah pada hari ini kami merasa puas hasil keputusan hakim pengadilan negeri ini," kata‎nya, menurutnya putusan yang diputuskan hakim hari ini sudah adil sesuai fakta yang terjadi saat ini.

Jasmanedi mengaku setelah ada keputusan dari Pengadilan, koperasi akan mengadakan pendataan ulang dan duduk bersama dengan anggota serta pemerintah desa, sehingga anggota dan masyarakat tergabung didalamnya koperasi nanti tidak ada yang dirugikan " Kata Jasmanedi.


Sementara, ‎Kuasa Hukum Koperasi Sawit Timur Jaya, Andi Nofrianto, SH. MH mengucap syukur karena sebagian gugatan dikabulkan majelis hakim, dan 
Hakim membatalkan perjanjian tahun 2007 antara Koperasi Sawit Timur Jaya Desa Kepenuhan Timur‎ dengan PT. AMR.

Pada sidang pembacaan putusan, ungkap Andi, majelis hakim telah membatalkan dasar atau acuan kerjasama antara masyarakat dengan perusahaan, dalam hal ini PT. AMR.

Andi mengaku setelah sidang putusan, pihaknya tidak mau terlalu dini berfikir. Masyarakat menginginkan yang rusak ditata dengan baik.

"Tapi kalau memang tidak bisa ditata dengan baik tentu masyarakat juga mencari kehendak dan kesimpulan sendiri, mungkin akan mengambil bapak angkat atau investor yang terbaru," jelas Andi.

Meski demikian, Andi mengaku masyarakat Kepenuhan Timur tidak akan seperti kacang yang lupa kulitnya. Pihaknya, segera mungkin akan duduk bersama manajemen PT. AMR untuk duduk bersama.

"Langkah selanjutnya mungkin kami atau saya mewakili masyarakat yang sudah berdiskusi kemarin kita akan mengundang pihak perusahaan untuk mendudukkan apa ada keinginan untuk memperbaiki keadaan, atau tidak," kata Andi dan mengaku secepatnya agenda‎kan pertemuan dengan PT. AMR.

"Ya tentu kita tidak seperti kacang lupa sama kulitnya. Nah kita akan berbicara dengan baik-baik, tapi bilamana penyampaian kita ataupun kesimpulan yang kita sampaikan tidak juga bisa terima dan tidak dapat titik temu yang baik, maka secara tidak langsung kita akan mencari alternatif yang lain," tambahnya.

Menurut Andi, setelah perjanjian dibatalkan, maka hal ini yang akan menjadi pekerjaan rumah atau PR pihaknya tentang pengelolaan koperasi ke depannya, seperti apakah perlu dibuat nota kesepahaman atau MoU terbaru.

‎"Ini baru PR kecil kami untuk menyelesaikan persoalan ini, masih ada PR-PR lain atau permasalahan-permasalahan lain yang perlu kita bahas kembali bilamana tidak dapat titik terangnya, maka secara menyesal kami akan mencari tindakan yang lebih lain lagi," pungkas Andi.

Mejelis Hakim PN yang memimpin persidangan perdata  Usai sidang putusan, Irpan Hasan Lubis mengatakan ada beberapa pertimbangan hakim. Tergugat dalam hal ini PT. AMR, dinilai telah melakukan wanprestasi sebagaimana cidera janji, sebagaimana pasal 1320, dimana tergugat tidak memenuhi perjanjian tersebut.

Irpan mengungkapkan sesuai perjanjian awal, seharusnya lahan sekira 4.000-an hektar dikelola PT. AMR, terdiri sekira 1.600 hektar lahan pola kemitraan KKPA, dan selebihnya sekira 2.000 hektar lebih menjadi kebun inti.

"Namun tidak terpenuhi sebagaimana tertuang dalam perjanjian pola kemitraan nomor 249," kata Irpan Hasan Lubis, juga menjabat Humas PN Pasirpangaraian.

Karena tidak memenuhi, Irpan mengaku perjanjian antara Koperasi Timur Jaya dengan PT. AMR terdaftar di notaris tertanggal 18 Desember 2007 dimintakan majelis hakim dibatalkan." Ungkapnya.(Ar)
 

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 23 Mei 2019 04:05:50
Dua Tersangka Tambahan Korupsi Cetak Sawah Ditahan Kejaksaan Negeri Pelalawan
 Kamis, 23 Mei 2019 02:05:04
Kabur Dari Rutan Siak Bayu Ditangkap Polres Pelalawan
 Rabu, 22 Mei 2019 03:05:37
Di Saat Santosa Sholat Subuh Motor Parkir Halaman Mesjid Digondol Maling
 Selasa, 21 Mei 2019 05:05:05
Mantan Kadishub Bengkalis dan Kontraktor Diadili
 Sabtu, 18 Mei 2019 10:05:48
Waspada, Nama Wakil Rektor I Unilak Dicatut Untuk Minta Uang
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca