Mahasiswa Melayu Dapat Pembekalan Adat
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Minggu, 19 Mei 2019 10:05:33
Mahasiswa Melayu Dapat Pembekalan Adat
KETERANGAN GAMBAR :
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) memberikan pembekalan adat ke puluhan mahasiswa Melayu Riau yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Pekanbaru, di Balai Adat Melayu Riau, Kamis sore hingga malam (16/5/2019).

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) memberikan pembekalan adat ke puluhan mahasiswa Melayu Riau yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Pekanbaru, di Balai Adat Melayu Riau, Kamis sore hingga malam (16/5/2019).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri Syahril Abubakar di hadapan mahasiswa Melayu Riau memaparkan sejumlah persoalan yang ada di Riau dan langkah apa yang dilakukan LAMR.

“Apa yang kami lakukan itu tidak lain melainkan untuk kepentingan masyarakat Riau,” kata Datuk Seri Syahril.

Datuk Seri Syahril memberi contoh mengenai jutaan hektare perkebunan kelapa sawit di Riau yang bermasalah. Berdasarkan hasil temuan Pansus Monitoring Perizinan Perkebunan Sawit DPRD Riau tahun 2016, di Provinsi Riau ditemukan sekitar 1,8 juta hektar kebun sawit ‘ilegal’ (karena berada di kawasan hutan, dan/atau lebih luas dari HGU yang diberikan negara kepada perusahaan tersebut).

“LAMR berupaya agar masyarakat adat Melayu Riau mendapat peluang untuk mengambil peran dalam pengembalian haknya atas hutan-tanah adat yang telah diusahakan secara ilegal oleh pihak-pihak tertentu,” kata Datuk Seri Syahril.

Menurut Datuk Seri Syahril, saat dirinya bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika Jokowi menerima gelar adat Melayu dari LAMR Datuk Seri Setia Amanah Negara pada tanggal 15 Desember 2018, dia sempat membisikkan kepada Presiden Jokowi mengenai perjuangan masyarakat adat Sinamanenek, Kabupaten Kampar terhadap lahan seluas 2.800 hektar yang dikuasai perkebunan sawit PTPN V dan meminta lahan tersebut dikembalikan kepada masyarakat adat Sinamanenek. 

“Saya hampir dua jam berbicara dengan Jokowi membicarakan berbagai masalah di Riau. Pas pada masalah tanah adat Sinamanenek yang dikuasai PTPN V, Jokowi langsung bilang ini masalah gampang,” ujar Syahril.

Presiden Jokowi akhirnya mewujudkan ucapannya dengan memutuskan lahan perkebunan sawit PTPN V seluas 2.800 hektar dikembalikan kepada masyarakat adat Sinamanenek. 

Datuk Seri Syahril yang didampingi Sekretaris Umum LAMR, M. Nasir Penyalai, Timbalan Ketua Umum, Datin Hj. Nuraini, Sekretaris LAMR, Yusman Hakim, Bendahara LAMR, Anton Suryaatmaja dan sejumlah pengurus LAMR lainnya mengajak para mahasiswa Melayu Riau untuk mewarisi nilai-nilai adat budaya Melayu Riau.

Datuk Seri Syahril mengatakan untuk mewarisi nilai-nilai adat budaya Melayu tersebut memerlukan ‘tangan-tangan’ yang mampu mensosialisasikannya kepada anak kemenakan sebagai generasi penerus.

Menanggapi pertanyaan seorang mahasiswa mengenai ada kecenderungan generasi muda zaman sekarang menganggap adat istiadat dan budaya sebagai sesuatu yang dianggap kuno, Datuk Seri Syahril mengatakan dalam mensosialisasikan adat dan budaya kepada generasi muda perlu dikemas dengan baik agar tidak lagi dianggap kuno.

“Untuk itu pula, LAMR menyiapkan tim IT dari kalangan anak-anak muda yang menguasai media sosial dan internet. Jangan sampai pengurus LAMR bercakap di ruang lain sementara anak muda di ruang lain,” ujar Datuk Seri Syahril.

Datuk Seri Syahril juga berpesan kepada mahasiswa agar mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan baik untuk meraih kemajuan. 

“Anak-anak muda Melayu harus mempersiapkan diri untuk menjadi insan Melayu yang berkualitas dengan banyak belajar termasuk belajar menjadi pemimpin. Saya ini untuk menjadi Ketua Umum LAMR ini juga telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelumnya,” ujar Datuk Seri Syahril.

Berkaitan dengan adanya keinginan sejumlah mahasiswa Melayu dari sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Riau membentuk wadah berhimpunnya mahasiswa Melayu Riau yaitu Himpunan Mahasiswa Melayu, Datuk Seri Syahril menyatakan dukungannya terhadap gagasan itu.

"LAMR mendukung sepenuhnya adanya wacana tersebut dan mengajak mahasiswa/i Riau khususnya yang bersuku Melayu untuk bergabung dalam himpunan ini,” kata Syahril. 

Acara pembekalan adat dimulai sekitar  pukul 17.00 WIB dan berhenti sejenak untuk berbuka puasa bersama, salat magrib berjamaah, dan makan malam bersama. Kemudian setelah makan malam dilanjutkan lagi hingga masuk waktu salat isya. (mcr/urc/mtr)

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 21 August 2019 09:08:57
Masyarakat Heterogen Tetap Menjaga Kebersamaan dan Persatuan
 Selasa, 20 August 2019 07:08:31
Tokoh Lintas Agama Memberikan Kejernihan dan Kesejukan
 Selasa, 20 August 2019 07:08:00
Dr Chaidir Terpilih Jadi Ketua FKMR Riau
 Senin, 19 August 2019 08:08:42
Tokoh Masyarakat Riau Syukuri Penganugerahan Gelar Tenas
 Sabtu, 17 August 2019 02:08:16
Juniwati Ajak Komunitas Olahraga Ingat Perjuangan Pahlawan Bangsa
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca