Dua Tersangka Tambahan Korupsi Cetak Sawah Ditahan Kejaksaan Negeri Pelalawan
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 23 Mei 2019 04:05:50
Dua Tersangka Tambahan Korupsi Cetak Sawah Ditahan Kejaksaan Negeri Pelalawan
KETERANGAN GAMBAR :
Dua Tersangka Tambahan Korupsi Cetak Sawah Ditahan Kejaksaan Negeri Pelalawan

UTUSANRIAU.CO, PANGKALAN KERINCI - Setelah Dua terdakwa korupsi cetak sawah kelompok tani Bina  Permai Desa Gambut Mutiara yaitu Jumaling dan Kharuddin divonis seragam yakni hukuman penjara enam bulan dan denda Rp 300 juta. Selanjutnya pengembangan dua tersangka tambahan  Sutrisno dan Muhammad Yunus dugaan Korupsi cetak sawah ditahan kejaksaan negeri Pelalawan, Kamis 23 Mei 2019. 

Ditahan di Rutan Pekanbaru. Hal ini disampaikan Kejari Pelalawan Nophy T Suoth SH MH melalui Kasipidsus Andre Antonius SH, Kamis (23/05/19) di kantor Kejari Pangkalan Kerinci.

Dikatakan Kasipidsus, bahwa Sutrisno dan Muhammad Yunus tersangka proyek  bantuan cetak sawah baru APBD 2012 Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Pelalawan ditahan. Keduanya ditahan pengembangan penyidikan dugaan penyelewengan kegiatan bantuan cetak sawah di kelompok tani Bina Permai Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti tahun 2012.

"Dari pengembangan penyidikan Bahwa tersangka Muhammad Yunus, SP alias M Yunus merupakan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam kegiatan cetak sawah baru untuk kelompok tani Bina Permai di Desa Gambut Mutiara tahun anggaran 2012 telah menerima uang sebesar 185 juta rupiah  dari saksi Jumaling selaku ketua kelompok tani Bina Permai yang mana uang tersebut merupakan anggaran dana bantuan kegiatan cetak sawah baru untuk kelompok tani Bina Permai yang peruntukannya untuk membeli saprodi sebagai mana RUKK namun pada kenyataannya saprodi tersebut tidak pernah dibeli oleh tersangka dan justru tersangka membuat dan melampirkan bukti pendukung fiktif dalam LPJ dan menandatangani surat pernyataan seolah-olah kegiatan tersebut telah diselesaikan dengan baik dan dapat dikelola padahal pada kenyataannya anggaran untuk kegiatan tersebut dibagi bagi oleh saksi Jumaling kepada tersangka, saksi Sutrisno, saksi Kaharuddin dan almarhum Jonipen sehingga mengakibatkan kerugian negara sebagaimana tidak terselesaikannya pekerjaan secara keseluruhan sebesar 1 Miliyar rupiah," ungkap Kasipidsus.

Sutrisno ditahan sebagai tersangka sewaktu itu PPTK kegiatan cetak sawah. Sutrisno saat ini pensiun ASN dan mantan kepala  UPTD Teluk Meranti Badan Ketahanan Pangan dan Holtikultura pada kegiatan Bantuan cetak sawah di kelompok tani Bina Permai Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti tahun 2012.

Muhammad Yunus PNS PPL Pertanian Desa Gambut Mutiara Teluk Meranti sebagai petugas lapangan pada kegiatan Bantuan cetak sawah di kelompok tani Bina Permai Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti tahun 2012.

Meski kasus pertama penyelewengan kegiatan Bantuan cetak sawah di kelompok tani Bina Permai Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti dengan terdakwa Jumaling dan Kharuddin telah divonis  penjara enam bulan dan denda Rp 300 juta oleh hakim PN Tipikor. Ternyata kasus korupsi cetak sawah di Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti terus dikembangkan.

Proyek kegiatan Bantuan cetak sawah mangkrak senilai Rp 1 Milliar itu dikembangkan dengan sasaran pejabat berwewenang. Jaksa membidik tersangka lain yang diduga ikut bertanggungjawab atas proyek tak jadi tersebut. Proyek mangkrak namun proyek yang dicairkan 100 persen. 

Jaksa lebih spesifik mengarah ke pejabat terkait di  Pemda Pelalawan yang mengetahui perjalanan proyek yang dicairkan 100 persen ini.

Pejabat Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan sewaktu kegiatan Bantuan cetak sawah tahun 2012 di kelompok tani Bina Permai Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti Drs H Atmonadi MM sewaktu dikonfirmasi sedang dalam perjalanan mengatakan belum mengetahui penahanan mantan bawahannya itu. 

"Ya saya dala perjalanan menuju Pekanbaru. Belum mengetahui ada penahanan dari kejaksaan" ujarnya melalui sambungan telepon. **EP

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 10 September 2019 03:09:43
Hakim PN Bengkalis Vonis Kades Cabul 5 Tahun Penjara
 Minggu, 08 September 2019 08:09:51
Bupati Siak Harapkan Pemberantas Narkoba Terus Menerus
 Kamis, 05 September 2019 07:09:05
Masyarakat Batang Kumu Desak Polres Rohul Tangkap Afnan Pulungan
 Kamis, 05 September 2019 07:09:18
Terdakwa Korupsi Cetak Sawah M Yunus dan Sutrisno Cicil Kerugian Negara
 Selasa, 03 September 2019 04:09:17
Istri Bunuh Suami Gunakan Batu Gilingan Cabe Mulai di Sidang
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca