Pemuda-pemudi Desa Batu Hampar Tanah Putih Tanjung Melawan Tetap Lestarikan Budaya Merian Bulu
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Sabtu, 25 Mei 2019 09:05:03
Pemuda-pemudi Desa Batu Hampar Tanah Putih Tanjung Melawan Tetap Lestarikan Budaya Merian Bulu
 
Pemuda-pemudi Desa Batu Hampar Tanah Putih Tanjung Melawan menggelar festival meriam bambu atau festival meriam buluh

UTUSANRIAU.CO, BAGANSIAPIAPI - Pemuda-pemudi Desa Batu Hampar, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) akan menggelar festival meriam bambu atau festival meriam buluh pada tanggal 31 Mei mendatang di lapangan futsal Desa Batu Hampar lama.

Ketua panitia acara, Muhammad Sarbaini yang biasa dipanggil Rahmat Pantun menjelaskan ide awal kegiatan ini yaitu melestarikan budaya sekaligus memeriahkan bulan suci ramadan 2019 serta memperkenalkan kembali tradisi atau budaya zaman dahulu yang sempat hilang, kepada generasi muda yang ada di desa tersebut.

“Generasi sekarang tahunya smartphone saja, mainnya di sana. Untuk itu kita hidupkan pertunjukan tradisi ini kembali untuk dikenalkan ke generasi penerus,” kata Rahmat Pantun melalui rilis yang dikirimnya ke Media Center Riau, Selasa (21/5).

Selanjutnya, Rahmat juga membeberkan kegiatan festival meriam bambu merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan pemuda-pemudi Desa Hampar setelah sekian lama menghilang di masyarakat.

 
 
Pemuda-pemudi Desa Batu Hampar Tanah Putih Tanjung Melawan menggelar festival meriam bambu atau festival meriam buluh

Ia menambahkan, perlombaan meriam bambu dibagi atas tiga kategori yaitu anak-anak, remaja dan dewasa. Sedangkan untuk perlengkapan seperti meriam bambunya, ditanggung peserta. Namun untuk minyak tanah disediakan panitia.

“Ada tiga kategori lomba, anak-anak, remaja dan dewasa. Untuk anak-anak tidak dipungut biaya, sedangkan remaja dan dewasa dikenakan Rp10.000 per meriam,” jelasnya.

Rahmat Pantun berharap, budaya lama ini tetap dilestarikan oleh masyarakat Batu Hampar dan kedepannya mendapatkan dukungan dari pemerintah terkait.

“Semoga permainan yang sempat hilang ini dapat selalu hidup dan menjadi budaya baru di masyarakat dan kedepannya mendapat dukungan penuh dari pemerintah,” tutupnya.  **mcr/urc

 
 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 22 August 2019 09:08:45
Jalur Bhayangkara Inhu Menang Hari Pertama Pacu Jalur Teluk Kuantan
 Kamis, 18 Juli 2019 06:07:52
Gubernur hadiri Kampar Internasional Paragon Boat Festival 2019 di Venue Danau Rusa Kabupaten Kampar
 Jumat, 05 Juli 2019 21:57:43
Besok, Penabalan Gelar Adat Gubri dan Wagubri
 Kamis, 20 Juni 2019 04:06:30
Gubri Harap Mesjid Cheng Ho Nanti Bisa Jadi Wisata Religi
 Jumat, 31 Mei 2019 03:05:21
Ditetapkan Desa Wisata, Ini Persiapan yang di Lakukan Tokoh Adat Desa Kotoranah Rokan Hulu Riau
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca