Ditetapkan Desa Wisata, Ini Persiapan yang di Lakukan Tokoh Adat Desa Kotoranah Rokan Hulu Riau
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 31 Mei 2019 03:05:21
Ditetapkan Desa Wisata, Ini Persiapan yang di Lakukan Tokoh Adat Desa Kotoranah Rokan Hulu Riau
 
Puncak Desa Wisata Koto Ranah Rokan Hulu Riau/ sumber foto Fb Zulkifli S

UTUSANRIAU.CO, ROKAN HULU - Salam Lestari dari Tokoh Masyarakat Kepala desa dan Pucuk adat serta limbago dan Pemuda Desa Kotoranah dari Puncak Ranah Rokanhulu Riau, Jumat  (31/5/2019). .
     
Adat Istiadat masih dijunjung tinggi di desa IDT ini, Kesenian Pencak Silat dan Dikit Rebana serta Berzanji menjadi Ikon Specialis pada anak-anak muda disini dan hampir setiap tahun Kegiatan Turnamen Olahraga 3 kali/tahunnya diselenggarakan, ini bertujuan untuk menjaga silaturahim yang baik dan spotifitas yang tinggi.

Pertama Ba'da hari raya Idul Fitri antar suku di adu karena ada 7 suku asli di Desa Wisata Perencanaan Pemda Rokanhulu ini. 

Sebagaiamana di kutif dari laman tribunpekanbaru.com, Di Kecamatan Kabun, Rokan Hulu, Riau tepatnya di dataran kaki Bukit Suligi, terhampar sebuah desa kecil bernama Koto Ranah.

Daerah ini awalnya berhawa sejuk, sehingga banyak tumbuh pohon petai atau biasa disebut masyarakat sekitar dengan sebutan potai.

Seiring perkembangan zaman, kampung ini mulai didatangi penduduk.  Hawa daerah pun berubah menjadi panas, dan pohon petai semakin berkurang, hingga kini hanya tinggal beberapa pohon saja.

 
 
Prosesi Adat Desa Wisata Koto Ranah Rokan Hulu Riau/ sumber foto Fb Zulkifli S

Dengan semakin banyaknya penduduk, daerah ini menjadi suatu desa yang bernama Desa Koto Ranah. Jaraknya sekitar 6 kilometer (km) dari jalan lintas Bangkinang-Pasirpangaraian yang sudah diaspal.

Meski demikian, desa ini masih memiliki berbagai keindahan alam tersendiri.

Di sana terdapat objek wisata 'Menggapai Matahari di Puncak Ranah.' 

Tempatnya berjarak antara 5 km sampai 6 km dari base camp Komunitas Pecinta Alam (KPA) Koto Ranah.

Bukan hanya keindahan alam saja, penduduk yang sebagian besar hidup dari sektor perkebunan ini masih terlihat menjunjung adat kebiasaan yang kental sebagai warisan dari leluhur.


Hal ini terbukti dengan masih adanya ogong kramat yang dipakai sekali dalam satu tahun pada waktu hari raya Idul Fitri, melalui prosesi adat.
 

 
 
Foto Bersama Tokoh Adat Komunitas di Desa Wisata Koto Ranah Rokan Hulu Riau/ sumber foto Fb Zulkifli S

Kedua pada Peringatan HUT Kemerdekaan RI.
   
Ketiganya setiap menutup tahun/awal tahun Mesehi dilaksanakan Turnamen dengan mengundang desa Sekitarnya sampai ke Kabupaten Kampar.
      
Kebersamaan dan nilai-nilai Gotong-royong menjadi kebutuhan dan merasa berdosa bila tidak bisa mengikutinya, begitu juga pada perayaan-perayaan adat dan agama seperti peringatan hari raya adat sebagai ikon pembelajaran bagi generasi muda yang diselenggarakan setiap tahunnya selesai hari raya idul Fitri selama 3 hari berturut-turut.

Kegaiatan tersebut bertujuan agar generasi muda mengerti Adat istiadat dan meminilisir anak muda berjalan ke kota dengan demikian anak kemanakah yang di kita harus mudik ke kampung Kotoranah ini untuk belajar Adat tradisi yang "tak lapuk oleh hujan dan tak lekang oleh pane""Kunkuong balonggu ka ompek suku" yang jawuo di jopuik yang dokek di imbau untuk beramai-ramai pulang kampung dan ajak kawan-kawan untuk mengenali adat Istiadat kita "Adat nasabah Sara' sara" besan kitabullah". **urc/#foto:Sartina#/sumber: Fb  Zulkifli S/ tribun p

 
 
INFO TERKAIT 
 Sabtu, 19 Oktober 2019 06:10:35
Dua Lagu Penyanyi Asal Pekanbaru Aci Cahaya Jadi Soundtrack Film Ajari Aku Islam
 Sabtu, 12 Oktober 2019 03:10:07
Festival Budaya Bahri tahun 2019 Pantai Selat Baru
 Jumat, 11 Oktober 2019 03:10:35
DPD RI Akan Perjuangkan Pelestarian Kearifan Lokal
 Kamis, 10 Oktober 2019 09:10:20
Parade Kebudayaan Betawi di Gedung Parlemen
 Minggu, 06 Oktober 2019 06:10:13
Pemprov Riau Kembali Terima Pengakuan WBTB dari Pusat
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca