Tiga Ekor Gajah Liar Berkeliaran di Kec. Peranap Inhu
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 11 Juni 2019 03:06:24
Tiga Ekor Gajah Liar Berkeliaran di Kec. Peranap Inhu
KETERANGAN GAMBAR :
Tiga Ekor Gajah Liar Berkeliaran di Kec. Peranap Inhu

UTUSANRIAU.CO, RENGAT- Sudah beberapa hari ini diketahui sebanyak tiga ekor gajah liar berkeliaran dibeberapa wilayah di Kec Peranap Inhu. Bahkan kawanan gajah liar ini sudah sampai ke belakang dapur rumah warga.

Informasi yang diterima dari Polres Inhu, gajah liar tersebut sudah terpantau memasuki areal perkebunan dan dekat pemukiman warga sejak empat hari lalu, 5 Juni 2019.

"Gajah liar berjumlah sekitar tiga ekor sudah berada di perkebunan masyarakat bahkan sudah sampai ke belakang perumahan masyarakat sejak tanggal 5 Mei 2019," kata Kapolres Inhu AKBP Dasmin Ginting melalui Ps Paur Humas Aipda Misran kepada wartawan.

Misran menjelaskan, tiga ekor gajah Sumatera itu diketahui sudah melintasi sejumlah wilayah di Peranap, diantaranya Desa Baturijal Barat, Desa Baturijal Hulu, Kelurahan Baturijal Hilir, hingga ke Kelurahan Peranap, Kecamatan Peranap.

Gajah-gajah liar tersebut diketahui memakan tanaman kelapa sawit, karet dan tanaman pisang milik masyarakat. Hingga saat ini belum dapat diperkirakan berapa hektare tanaman warga yang rusak.

Meski begitu belum ada laporan terkait warga yang menjadi korban penyerangan gajah liar tersebut. Masyarakat juga terus berupaya melakukan pengusiran gajah tersebut dengan menggunakan petasan, mercon dan suara-suara keras lain.

"Situasi di lapangan sampai saat ini masyarakat masih tetap berjaga," ujar Misran.

Sementara itu Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) akan mendatangkan gajah jinak untuk menggiring gajah liar yang masuk ke wilayah pemukiman warga di Kecamatan Peranap. Hingga kini tim BKSDA memang belum turun ke lokasi, dikarenakan masih dalam libur lebaran.

Hal ini disampaikan oleh Humas BKSDA Rengat, Permohonan Lubis.

"Kalau sekarang memang tidak ada tim yang turun ke lokasi, jadi selesai lebaran baru tim akan turun," katanya kepada wartawan.

Begitu juga terkait rencana menurunkan gajah jinak untuk melakukan penggiringan, Permohonan Lubis berkata akan dilakukan setelah dipastikan melalui perintah pimpinan.

"Kita menunggu perintah dulu. Karena berhubungan dengan pengangkutan dari tempat pelatihan gajah di Sebanga atau Minas," kata Permohonan Lubis.

Permohonan berkata kelompok gajah liar yang masuk ke permukiman warga di Kecamatan Peranap saat ini diduga berasal dari areal Hutan Tanama Industri (HTI) Rimba Peranap Indah (RPI). **das
 

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 25 Juni 2019 07:06:36
Masa Jabatan Delapan Penghulu di Siak Segera Berakhir
 Selasa, 25 Juni 2019 01:06:05
Kesbangpol Provinsi Riau dan Pemkab. Meranti Gelar Pemantapan Komunikasi Politk Parpol Se-Kabupaten Meranti
 Selasa, 25 Juni 2019 10:06:44
Diskusi Foto Memotret Seputar Konflik Lahan di Pekanbaru
 Selasa, 25 Juni 2019 10:06:17
Ditargetkan Satu Bulan OPD Baru Sudah Disahkan
 Senin, 24 Juni 2019 01:06:10
Koptu Roni Panjaitan Irup Pimpin Apel Senin, SDN 12 Belutu
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca