Hilang Saat Mencari Ikan, Saparuddin Ditemukan Tewas Mengapung
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 12 Juni 2019 09:06:07
Hilang Saat Mencari Ikan, Saparuddin Ditemukan Tewas Mengapung
KETERANGAN GAMBAR :
Hilang Saat Mencari Ikan, Saparuddin Ditemukan Tewas Mengapung

UTUSANRIAU.CO, PANGKALAN KERINCI - Seorang pencari ikan (nelayan) di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau bernama Saparuddin (50) ditemukan mengapung di dalam sebuah kanal dalam kondisi tewas. Korban diduga tenggelam saat sedang mencari ikan di kanal tersebut. 

Saparuddin sebelumnya  telah dilaporkan menghilang sejak Senin (10/6) lalu oleh pihak keluarganya. Setelah ada upaya pencarian di seputaran tempatnya mencari ikan. Pada Selasa (11/06) ditemukan tewas mengapung di kanal tempatnya cari ikan.

"Semalaman belum pulang sehingga dinyatakan hilang. Oleh sebab tak kunjung pulang ke rumah sampai malam hari hingga dilakukan pencarian dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Belum diketahui penyebab korban bisa tewas mengapung, apakah karena suatu penyakit atau terjatuh ke kanal. 

Dugaan sementaranya korban tenggelam di kanal dan meninggal dunia. Untuk lebih dalamnya tentu pihak kepolisian yang berkoordinasi dengan keluarga menelusurinya," tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Finandio, kepada wartawan, Selasa (11/6).

Menurut keterangan yang dihimpun  Hadi Finandio menerangkan, awalnya Saparuddin berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 wib pada hari Senin untuk mencari ikan.

Pria paruh baya itu memang berprofesi sebagai pencari ikan sungai (nelayan) yang setiap hari dilakoninya. Perlengkapan untuk menangkap ikan dibawa dari rumah dan menghidupkan sepeda motornya lalu melaju ke lokasi.

Pagi itu korban diduga mencari ikan di sekitar kanal berukuran besar yang tidak jauh dari Jalan Koridor PT RAPP di Kelurahan Langgam.

Tanpa menaruh curiga, keluarga menunggu kepulangan Saparuddin di rumahnya. Ternyata sampai sore hingga malam, korban tak kunjung kembali dari lokasi mencari ikan.

Alhasil beberapa masyarakat dan keluarga mendatangi kanal untuk mencari korban. Warga menemukan sepeda motornya diparkirkan di pinggir kanal.
Kemudian disusuri belasan meter ke hilir didapati perlengkapan nelayan, pakaian, dan ikan hasil tangkapannya, tetapi korban tak ada di sekitar lokasi. 

Selanjutnya pencarian diteruskan meski hari sudah gelap dan ditemukan sampan korban yang sehari-hari dipakai mencari nafkah. Namun lagi-lagi korban tidak ada di tempat. Hingga diputuskan untuk melaporkan kejadian kehilangan kepada polisi dan BPBD.

"BPBD baru mendapat informasi tengah malam. Setelah melihat kondisi, tim baru diturunkan tadi pagi," tambah Hadi Finandio.  Tim gabungan diturunkan untuk melakukan pencarian terhadap korban yang dimulai dari lokasi penemuan barang-barang korban.

Personil gabungan berasal dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, personil polri, Taruna Tanggap Bencana (Tagana), Tim SAR Pekanbaru, berikut dengan pemerintah kecamatan dan masyarakat sekitar. Seluruhnya dibagi menjadi tiga kelompok untuk menyusuri kanal ke bagian hulu dan hilir.

Proses pencarian cukup berat akibat semak belukar yang lebat serta kanal yang dalam dan berlumpur. Namun personil gabungan terus mencari kebaradaan korban.

Hingga tim menyusuri kanal kecil yang terhubung ke kanal utama tempat mencari ikan. Tampaklah sesosok manusia yang mengapung di atas air yang diprediksi adalah korban.

Setelah dilakukan pengecekan ternyata benar, mayat pria itu merupakan Saparuddin yang dilaporkan hilang satu hari sebelumnya.

"Proses evakuasi juga agak sulit karena jenazah korban berada diantara semak belukar. Tapi berhasil dibawa ke darat dan diserahkan kepada pihak keluarga serta kepolisian," tandasnya. EP

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 25 Juni 2019 07:06:36
Masa Jabatan Delapan Penghulu di Siak Segera Berakhir
 Selasa, 25 Juni 2019 01:06:05
Kesbangpol Provinsi Riau dan Pemkab. Meranti Gelar Pemantapan Komunikasi Politk Parpol Se-Kabupaten Meranti
 Selasa, 25 Juni 2019 10:06:44
Diskusi Foto Memotret Seputar Konflik Lahan di Pekanbaru
 Selasa, 25 Juni 2019 10:06:17
Ditargetkan Satu Bulan OPD Baru Sudah Disahkan
 Senin, 24 Juni 2019 01:06:10
Koptu Roni Panjaitan Irup Pimpin Apel Senin, SDN 12 Belutu
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca