DPD RI : Perlu Hubungan Bilateral People to People
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Sabtu, 22 Juni 2019 01:06:52
DPD RI : Perlu Hubungan Bilateral People to People
KETERANGAN GAMBAR :
DPD RI : Perlu Hubungan Bilateral People to People

UTUSANRIAU.CO, JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mengatakan kerja sama Indonesia dengan China untuk membuat jalur sutra sangat penting, mengingat Indonesia dan China sama-sama memiliki kawasan maritim yang luas. Sehingga Indonesia harus belajar dengan China dalam mempertahankan kedaulatannya.

“Kita juga harus belajar dengan China dalam mempertahankan kedaulatan lautnya,” ujar Nono
dalam peluncuran ‘Silk Road Community Building Initiative in Indonesia & Indonesia-China NGOs Dialogue di Jakarta, Jum'at (21/6/2019).

Nono mengatakan Indonesia saat ini sedang dalam transisi besar bila dilihat dari perdagangan dunia. Sekitar 70 persen negara di Asia Pasifik, sebagian besar melalui transportasi laut atau maritim. “Maka itu, posisi Indonesia yang sangat strategis berdasarkan hukum laut harus menjaga keamanan dan stabilitas kedaulatan laut kita,” katanya.

Di sisi lain, Nono menjelaskan saat ini kondisi ekonomi China lebih baik dibandingkan negara-negara di Asia. Fakta-fakta tersebut harusnya menyakinkan Indonesia perlu pendekatan baru untuk mensejahterahkan rakyat dan menentaskan kemiskinan.

“Itulah sebabnya ikatan bilateral kedua negara tidak harus goverment to goverment. Model hubungan bilateral kedua negara perlu juga people to people agar kedua negara bisa lebih dalam ikatan emosinalnya,” kata Nono.

Selain itu, potensi kerja sama Indonesia dan Tiongkok melalui pendekatan people to people bisa menjadi trigger. Seperti strategi untuk menggurangi kemiskinan di China dalam menciptakan lapangan kerja yang masif dan berkelanjutan. “Tiongkok membangun pembangunan dimulai dari desa pada sektor pertanian dan pengembangan UMKM-nya,” ujar Nono.

Nono menilai bahwa Indonesia juga perlu merubah persepsi pengembangan UMKM agar tidak kalah saing dengan Tiongkok. Bahkan UMKM di Tiongkok bisa menciptakan onderdil pesawat terbang dan mobil. “Di Indonesia hanya baru di bidang garmen atau cemilan dan lainnya dan tentu kita kalah saing dengan Tiongkok. Maka harus ada kemauan dari segenap kompenen bangsa untuk mengubah persepsi ini, Indonesia pasti bisa ,” kata Senator Maluku tersebut.**Bam

 
INFO TERKAIT 
 Sabtu, 09 November 2019 10:11:21
Ginting Jaya Energi Tbk Catatkan Saham di Bursa Efek Indonesia
 Rabu, 06 November 2019 10:11:10
Kendalikan Pasokan Pangan Lokal, Wali Kota Dr. H. Firdaus, ST, MT Berharap Petani Muda Kembangkan Sektor Pertanian Pekanbaru
 Kamis, 07 November 2019 10:11:18
BPKAD Terapkan Aplikasi E-planning dan E-Budgeting
 Selasa, 05 November 2019 06:11:54
Dapatkan Potongan Harga Produk Toshiba di Batam Central Elektronik
 Senin, 04 November 2019 07:11:23
182 Layanan Tersedia di Mall Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Berikut Rinciannya
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca