Periode Kedua, Tim Ekonomi Jokowi Mesti Tingkatkan Performa
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 05 Juli 2019 10:07:47
Periode Kedua, Tim Ekonomi Jokowi Mesti Tingkatkan Performa
KETERANGAN GAMBAR :
Periode Kedua, Tim Ekonomi Jokowi Mesti Tingkatkan Performa

UTUSANRIAU.CO, JAKARTA - Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto menegaskan melihat perkembangan ekonomi lima tahun terakhir, maka target perekonomian secara umum relatif belum tercapai bila ukurannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Secara umum paling gampang lihat perekonomian itu di pertumbuhan. Karena pertumbuhan itu merepresentasikan ada di masyarakat,” sebut Eko Listiyanto dalam Dialektika Demokrasi bertajuk “Evaluasi Kinerja Ekonomi Nasional, Perlukah Menteri Baru?” di Media Center Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Aspek lain yang harus dilihat yakni tantangan ke depan. Jika sebelumnya ada beberapa target sangat optimis bisa tercapai, ternyata belum berhasil, maka pada periode kedua pemerintahan Jokowi harus ada upaya lebih keras untuk meningkatkan performa pemerintah di lima tahun kedepan.

“Secara umum, dibidang ekonomi melihat kinerja perekonomian dari sisi pertumbuhan. Karena pertumbuhan tersebut merepresentasikan segala aktifitas yang ada dimasyarakat. Ultimate goal-nya adalah bagaimana ekonomi dapat tumbuh dengan baik dan merata,” ucapnya.

Sedangkan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penerimaan pajak yang selama ini diinginkan belum tercapai. Karenanya harus ada keberanian menciptakan satu langkah luar biasa agar hutang negara tidak akan bertambah.

“Memang angka kemiskinan, pengangguran, dan gini ratio memang berkurang, namun angkanya harus lebih signifikan lagi,” kata Maruarar.

Maruarar yang akrab disapa Ara itu berpendapat sejumlah menteri di bidang ekonomi mayoritas berlatar belakang akademisi dan birokrat. "Sudah saatnya di periode ini, ada kombinasi Menteri ekonomi berlatarbelakang pengusaha dan akademisi. Jangan kebijakan-kebijakan Presiden yang sudah pro rakyat malah tidak didukung oleh Menterinya, "  katanya.

Sedangkan Mukhamad Misbakhun menegaskan satu hal yang harus dikuatkan dari segi pemikiran, yaitu pertumbuhan ekonomi bukanlah segala-galanya.

“Kalau pertumbuhan ekonomi tinggi tetapi kesenjangan tetap terjadi, maka arti pertumbuhan ekonominya menjadi tidak tercapai. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus dapat mensejahterakan masyarakat,” kata politisi Partai Golkar itu.**bam

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 20 November 2019 07:11:45
Dampak Perluasan Kelapa Sawit Terhadap Petani Sawit Riau
 Jumat, 15 November 2019 06:11:19
Bapenda Pekanbaru Bakal Gelar Pekanbaru Property Expo 2019
 Kamis, 14 November 2019 05:11:15
Penurunan Jumlah Produksi CPO Pengaruhi Kenaikan Harga Kelapa Sawit
 Rabu, 13 November 2019 05:11:04
Wawako H Ayat Cahyadi SSi Membuka Kegiatan Sosialisasi Pajak Daerah Kota Pekanbaru Tahun 2019
 Sabtu, 09 November 2019 10:11:21
Ginting Jaya Energi Tbk Catatkan Saham di Bursa Efek Indonesia
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca