Anak Muda Hebat dan Viral Berpotensi Diakomodasi Kabinet 2019-2024
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 02 August 2019 07:08:50
Anak Muda Hebat dan Viral Berpotensi Diakomodasi Kabinet 2019-2024
KETERANGAN GAMBAR :
Anak Muda Hebat dan Viral Berpotensi Diakomodasi Kabinet 2019-2024

UTUSANRIAU.CO, JAKARTA - Anggota DPR Muhammad Misbakhun mengatakan apabila Presiden terpilih Pemilu 2019 Joko Widodo (Jokowi) ingin mengakomadasi kalangan muda masuk dalam jajaran kabinetnya, maka bisa memulainya berdasarkan referensi publik yaitu tokoh anak muda yang hebat dan viral karena kemampuannya. Sesuai UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara tidak ada penjelasan soal usia tua atau muda.

"Saya yakin pak Jokowi akan mempertimbangkan hal-hal seperti ini. Apalagi percakapan politik di media sosial, tentang peranserta anak-anak muda yang menjadi viral," ucap Misbakhun dalam dalam diskusi dengan tema 'Menteri Muda, Rekonsiliasi atau Balas Budi?' di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Misbakhun mengatakan hal penting harus diperhatikan adalah kemampuan sosok yang memiliki energi besar dalam memahami dan mampu mewujudkan visi, misi dan program Presiden Jokowi.

"Kalau kita ingin menangkap spiritnya wacana tentang kepemudaan ini sebenarnya adalah ingin melihat semangat, yaitu kelincahan Jokowi dalam bekerja. Siapa yang bisa menangkap energi besarnya Jokowi, lalu menerjemahkan dalam work," tegas anggota Komisi XI DPR ini. 

Sementara Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin mengatakan, istilah menteri muda seharusnya tidak merujuk pada usia, jika dilihat dari segi hukum dan tata negara. Apalagi, jabatan setingkat menteri lebih bersifat nasional sehingga dibutuhkan kematangan dalam bertindak.

Said menjelaskan syarat menjadi presiden ada batas usia minimal 40 tahun. Demikian juga dengan gubernur dan bupati masing-masing 30 dan 25 tahun. Karenanya, Said kurang setuju apabila Presiden Jokowi mengangkat seorang menteri belum genap 30 tahun. Karena seorang menteri juga dituntut menjadi seorang negarawan yang kaya pengalaman dan pengabdian. "Menteri itu tidak hanya bisa dilihat, misalnya ada anak muda yang berhasil di dunia bisnis lantas itu dijadikan ukuran kepantasan menjadi menteri, itu menurut saya berlebihan," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan untuk periode kedua pemerintahannya bersama Wapres terpilih Ma'ruf Amin, kabinet ke depan memerlukan orang-orang yang dinamis, fleksibel dan mampu mengikuti perubahan zaman yang sangat cepat. Oleh karena itu bisa saja ada menteri yang berusia 20-25 tahun. Tetapi, harus mengerti manajemen dan mampu mengeksekusi program pemerintahannya. **bam

 
INFO TERKAIT 
 Sabtu, 07 Desember 2019 10:12:48
Pilkada 2020, PKB Bengkalis Terima Berkas Dari Abdul Kadir
 Jumat, 06 Desember 2019 01:12:25
Budi Artiful, Balon Bupati Pelalawan Sosialisasi Sejumlah Program Pembangunan Pro Rakyat
 Kamis, 05 Desember 2019 05:12:55
DPC Partai Demokrat Rohul Plenokan Hasil Verifikasi Berkas Calon Bupati dan Wakil
 Kamis, 05 Desember 2019 05:12:03
Masuri, SH Balon Kepala Daerah, Orang Ke Empat Serahkan Formulir Ke PKB Bengkalis
 Rabu, 04 Desember 2019 07:12:17
Sekda Inhu Tinjau Pelaksanaa Pilkades Serentak Inhu
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca