Pulau Gelang Terbakar, Polisi Terpaksa Tidur Dihutan
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 13 August 2019 08:08:24
Pulau Gelang Terbakar, Polisi Terpaksa Tidur Dihutan
KETERANGAN GAMBAR :
foto anggota Polisi tidur dihutan dalam rangka memadamkan api kebakaran lahan dan hutan

UTUSANRIAU.CO, RENGAT - Lahan di Desa Pulau Gelang, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, terbakar. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk pemdaman namun sudah hampir tiga hari lahan tersebut masih belum juga berhasil dipadamkan.

Luasnya areal yang terbakar dilahan gambut tersebut diperkirakan mencapai ratusan hektar. Sebanyak lima helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan api yang semakin menyebar, karena cuaca yang panas dan tak kunjung turun hujan.

Agar api cepat bisa dipadamkan, pada Senin (12/8)  malam sebanyak 39 personel Polres Inhu harus rela tidur dan menginap di dalam hutan untuk memadamkan titik api yang terdapat di wilayah Desa Pulau Gelang, Kecamatan Kuala Cenaku tersebut.

 “Sampai saat ini, puluhan personel masih berada di dalam hutan untuk memadamkan api, berarti mereka juga harus tidur di hutan itu,” kata Kapolres Inhu, AKBP Dasmin Ginting S.IK melalui PS Paur Humas, Aipda Misran, Selasa (13/8/19).

Dijelaskannya, Jumat 9 Agustus 2019 lalu, puluhan personel Polres Inhu dan Polsek Kuala Cenaku yang dipimpin langsung oleh Kapolres sudah meninjau titik api tersebut. Pada kesempatan itu, Kapolres berserta personel juga berusaha memadamkan api.

Sejak itu pula, lokasi tersebut menjadi target pemadaman. Namun karena api masih belum padam, maka kekuatan personel untuk memadamkan api terus ditambah.

“Hingga sekarang, sudah 39 personel terus berada di lokasi di bawah komando Kabag Ops Kompol Salmi, termasuk juga Kasat Binmas AKP Buha Siahaan, Kasat Intel AKP Ari Surya dan lainnya,” ucapnya.

Saat siang, puluhan personel harus berjibaku memadamkan api dan malam harus beristirahat di dalam hutan.

“Ini merupakan bukti keseriusan kita untuk memadamkan titik api dan mempersempit kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Inhu,” tuturnya.

Kapolres berharap, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu melalui dinas dan instansi terkait, seluruh elemen masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda bahkan rekan-rekan media juga bisa berperan aktif atau turun langsung memerangi Karhutla di wilayah Inhu karena dampak karhutla tidak hanya dirasakan manusia tapi makhluk hidup dan lingkungan.

Hingga siang kondisi udara diwilayah Inhu sebagaian besar sudah mulai cerah. Bahkan matahari sudah bersinar terang, meskipun bau kabuat asap mesih terasa dan udara terasa panas terik. **das

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 05 Desember 2019 06:12:36
Untuk Mencegah Karlahut Danramil 01/Bengkalis Menurunkan Anggotanya Patroli
 Kamis, 28 November 2019 05:11:00
Patroli Babinsa Cegah Karlahut Ke Warga Kampung Penyengat Sei Apit
 Kamis, 28 November 2019 08:11:47
Arah Baru Kebijakan Penegakan Hukum Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya: Mencari Secercah Harapan
 Minggu, 24 November 2019 02:11:54
Babinsa Ajak Goro Bersama Lokasi Pondok Pesantren Al-Ijabah Al-muawanah
 Rabu, 13 November 2019 01:11:28
Wawako Apresiasi Terobosan Kemen PUPR Ubah Air Gambut jadi Air Baku
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca