Kadisos Riau Hadiri Rakor Penanganan HIV/AIDS Wilayah Kerja Sumatera & Kalimantan
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 25 Februari 2019 03:08:01
Kadisos Riau Hadiri Rakor Penanganan HIV/AIDS Wilayah Kerja Sumatera & Kalimantan
 
Rakor Penanganan HIV/AIDS Wilayah Kerja Sumatera & Kalimantan

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - Tingginya angka populasi pengidap HIV-AIDS dari tahun ke tahun peningkatannya sangat signifikan,  hal ini menyebabkan HIV-AIDS menjadi target nasional dalam penanggulangannya dan membutuhkan penanganan terpadu baik pusat maupun daerah, khususnya dalam upaya menekan penyebab penularan tertinggi seperti perilaku seksual berisiko (hetero/ homoseksual) dan masalah NAPZA suntik yang jumlah kasusnya terus meningkat. 

Berdasarkan laporan situasi perkembangan  HIV-AIDS di Indonesia Juli s/d September 2018 jumlah infeksi HIV : 33.529 orang dan jumlah AIDS : 9.306 orang (data laporan triwulan Kemenkes RI). Kementerian Sosial selaku Instansi pemerintah tingkat pusat yang  dalam Pepres RI No. 75 Tahun 2006 tentang  Komisi Penanggulangan AIDS, diberi tanggungjawab melakukan Rehabilitasi Sosial bagi ODHA memandang perlu melakukan sinkronisasi dan koordinasi dalam penanganan ODHA khususnya dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang selama ini telah melaksanakan layanan dan penanganan  HIV-AIDS.  Hingga saat ini terdapat 87 LKS yang telah bekerjasama dengan Kementerian Sosial di dalam penanganan ODHA.

Untuk melaksanakan sosialisasi tentang keberadaan Balai/Loka Rehabilitasi Sosial ODH yang berada di wilayah Sumatera dan Sosialisasi tentang Permensos RI No. 6 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Rehabilitasi Sosial ODHA, maka Kementerian Sosial RI melaksanakan Rapat Koordinasi Penanganan ODHA untuk Wilayah Sumatera dan Kalimantan di Grand Jatra Hotel Pekanbaru pada 21 s/d 23 Februari 2019. Kegiatan Rakorwil ini akan menghadirkan peserta Kabid pada Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan yang terkait menangani ODHA  dan para petugas LKS yang bertujuan agar adanya komitmen  dalam menyiapkan calon PM yang akan di berikan pelayanan di Balai Rehabilitasi Sosial ODH Bahagia Medan dan menyamakan persepsi dalam melakukan pendampingan terhadap ODHA.
 

 
 
Rakor Penanganan HIV/AIDS Wilayah Kerja Sumatera & Kalimantan

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Hermansyah yang mewakili Kadis Sosial Provinsi Riau pada acara pembukaan menyampaikan bahwa beliau menyambut baik diadakannya kegiatan ini dan berharap adanya koordinasi yang baik antara Instansi Pemerintah dengan LKS untuk sama-sama memberantas penyebaran virus HIV / AIDS serta memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat untuk dapat merangkul para penderita HIV/AIDS agar meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap keberadaan ODHA sehingga tidak terjadi stigma dan diskriminasi.

Acara ini menghadirkan Narasumber dari Direktur RSTS dan KPO Sonny W Manalu, Kepala Balai Rehabilitasi Sosial ODH “Bahagia Medan” Sumarno Sri Wibowo dan Ketua LKS Simalungun Support Provinsi Sumatera Utara Hardiman. Peserta yang hadir terdiri dari para Kabid  Rehabilitasi Sosial dan beberapa Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di Sumatera dan Kalimantan. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan visi dalam penanganan AIDS dan meminimalisir penyebaran HIV / AIDS di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Perdagangan Orang Kemensos RI DR. Sonny W Manalu, M.M. dalam paparannya menjelaskan bahwa Kementerian Sosial diberi kewenangan rehabilitasi sosial orang dengan HIV/AIDS dalam panti, adapun bentuk kegiatan dalam panti adalah motivasi, perawatan dan pengasuhan, pembinaan kewirausahaan, bimbingan mental spiritual, bimbingan fisik, bimbingan sosial, bantuan usaha ekonomi produktif, bimbingan resosialisasi, bimbingan lanjut dan/atau rujukan. Sementara itu Direktorat RSTS & KPO memberikan bantuan pengembangan usaha bagi eks penerima program rehabilitasi sosial baik di dalam maupun di luar panti dengan kriteria antara lain mampu mengembangkan usaha kemandirian yang diberikan, mengikutsertakan minimal 1 (satu) orang ODHA dalam pengembangan usaha, memiliki pembukuan keuangan yang baik dan siap dan bersedia menjadi motivator bagi ODHA yang ada disekitarnya. **Adv 

 
 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 08 August 2019 11:09:56
PC Muslimat NU Inhil Gelar Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah
 Jumat, 13 September 2019 10:09:58
Bupati Inhil Turut Berjibaku Padamkan Api di Tempuling
 Jumat, 30 August 2019 06:09:54
Fungsi LKS Sebagai Mitra Pemerintah Atasi Persoalan Sosial
 Jumat, 13 September 2019 08:09:54
Dinsos Riau Siapkan Ruang Steril Bagi Masyarakat Terkena ISPA
 Kamis, 12 September 2019 07:09:50
BRSPDSRW Melati Kemesos RI, PT ABDI dan Dinsos Riau Lakukan Pemeriksaan Penyandang Disabilitas Tunga Runggu
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca