Mahasiswa KUKERTA UNRI Terlibat Dalam Pengolahan Manisan Tomat dan Terong bersama ibu-ibu PKK di Desa Bagan Punak Meranti, Rohil
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Sabtu, 31 August 2019 10:08:15
Mahasiswa KUKERTA UNRI Terlibat Dalam Pengolahan Manisan Tomat dan Terong bersama ibu-ibu PKK di Desa Bagan Punak Meranti, Rohil
 
Mahasiswa KUKERTA UNRI Terlibat Dalam Pengolahan Manisan Tomat dan Terong bersama ibu-ibu PKK di Desa Bagan Punak Meranti, Rohil


UTUSANRIAU.CO, ROKAN HILIR - Tim Pengabdian Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau terlibat dalam dalam pengolahan hasil panen palawija yang diinovasikan menjadi cemilan manisan kekinian dan bergizi di Desa Bagan Punak Meranti, Bagan siapi-api Rokan Hilir, Sabtu(20/07/2019).

Tim KUKERTA UNRI Bagan Punak Meranti ikut andil dalam proses penanam palawija seperti sawi, timun, rosela, seledri, brokoli, kale, tomat, terong dan lain sebagainya. Hasil dari tanaman ini selain dimanfaatkan sendiri oleh ibu-ibu PKK juga dipasarkan. 

Dan penghasilan yang didapatkan dikelola kembali untuk membeli bibit tanaman palawija. Dari banyaknya tanaman palawija hasil panen tomat dan terong yang paling melimpah, tentu hal ini membahagiakan bagi para ibu-ibu PKK namun harga pasaran yang anjlok membuat ibu-ibu PKK resah.
 

 
 
Mahasiswa KUKERTA UNRI Terlibat Dalam Pengolahan Manisan Tomat dan Terong bersama ibu-ibu PKK di Desa Bagan Punak Meranti, Rohil

Melihat apa yang tengah terjadi Ibu Butet selaku sekretaris terus memutar otak bagaimana caranya memasarkan tomat dan terong dengan harga yang pantas, tentu saja hal ini tidaklah mudah. Setelah bersusah payah akhirnya timbullah ide Ibu Butet untut memanfaatkan hasil panen yang melimpah itu dengan cara mengiinovasikan mengenai pengolahan tomat dan terong yaitu menjadi cemilan manisan kekinian deangan harga yang tinggi.
     
“Kegiatan produksi manisan ini menggunakan bahan alami tanpa bahan pengawet tetapi dalam proses pengeringanya masih  konvensional yaitu hanya memanfaatkan sinar matahari sehingga bila musim hujan tiba akan meyebabkan terhambatnya produksi manisan ” ujar bu Butet. 

Mendengar keluhan ibu Butet membuat Tim KUKERTA UNRI Bagan Punak Meranti memberi solusi untuk mencoba  menggunakan mesin microwave selain itu membantu pemasarannya lewat sosial media agar lebih mudah dan cepat. Tak sampai disitu Fakhri S.T,M.T.   

Selaku Dosen Pembimbing Lapangan menyarankan Tim KUKERTA UNRI Bagan Punak Meranti untuk membantu mengembangkan produksi manisan tersebut dengan meminta surat izin usaha, kelayakan pangan dan hak cipta dari PEMDA  Rokan Hilir, agar produksi ini dapat berkembang di luar daerah bahkan diluar provinsi. **rilis

 
 
INFO TERKAIT 
 Jumat, 13 September 2019 04:09:57
Coming Soon! Cetak Generasi Cerdas Melalui Pekan Raya Biologi 2020
 Kamis, 12 September 2019 07:09:00
Innalillahiwainnailaihirojiun, Rektor Unri Ucapkan Belasungkawa Wafatnya Presiden RI ke III BJ Habibie
 Minggu, 08 September 2019 05:09:18
Saatnya Universitas Dukung Percepatan Pertumbuhan Indonesia
 Rabu, 03 Juli 2019 08:09:24
Tim KUKERTA UNRI Terlibat dalam Acara Marawang Basamo di Desa Sikijang, Logas Tanah Darat, Kuansing
 Sabtu, 31 August 2019 05:08:43
Kembali Mahasiswa Malaysia Kunjungi Politeknik Bengkalis Lakukan Konservasi Bakau
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca