Gubri H. Syamsuar: Budaya Mandi Safar Perlu Dilestarikan
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 25 Oktober 2019 02:10:28
Gubri H. Syamsuar: Budaya Mandi Safar Perlu Dilestarikan
KETERANGAN GAMBAR :
Gubri H. Syamsuar: Budaya Mandi Safar Perlu Dilestarikan

UTUSANRIAU.CO, RUPAT UTARA - Kegiatan Budaya Mandi Safar untuk mengusir bala dan meminta anugerah kepada Allah SWT di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, menjadi kebudayaan dan kearifan lokal yang harus terus dilestarikan. Kebudayaan ini juga bisa menjadi pemikat destinasi wisata di Pulau Rupat.

Bupati Bengkalis, Amril Mukminin dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk terus memajukan budaya mandi safar yang sudah lama ada di Kabupaten Bengkalis, khususnya di Pulau Rupat, Rabu (23/10/2019).

"Mari kita bersama-sama memajukan pariwisata di Kabupaten Bengkalis dan menarik wisatawan lokal dan international untuk datang ke Pulau Rupat," kata Amril Mukminin.

Disela sambutannya, Amril Mukminin meminta perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar agar Balai Latihan Kerja Pariwisata di Rupat, Kabupaten Bengkalis dapat menjadi pusat kemajuan pendidikan pariwisata di Provinsi Riau.

"Selain pariwisata, ada juga infrastruktur dan listrik yang masih butuh perhatian Pemprov Riau," ucap Amril.

Sementara itu, Syamsuar mengatakan, industri ekonomi kreatif harus berkembang dan maju di Pulau Rupat. Banyak industri ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan di Pulau Rupat. Contohnya madu kelulut yang sudah berkembang di Kabupaten Siak.

"Masyarakat di sini sudah punya usaha ekonomi kreatif seperti madu kelulut. Jadi tinggal pengembangan dan pemasarannya saja. Silahkan belajar dengan Kabupaten Siak untuk pemasarannya bagaimana," ujar Syamsuar kepada wartawan.

Sebagai negeri yang memiliki beragam warisan budaya dan tradisi, ungkap Syamsuar, budaya mandi safar di Pulau Rupat bisa menjadi pemikat destinasi wisata di Provinsi Riau, terkhusus Kabupaten Bengkalis.

"Kita patut berbangga dan wajib untuk menjaga dan melestarikannya. Kebudayaan menjadi pilar utama bagi terwujudnya bangsa yang maju dan sejahtera. Keberhasilan pengembangan kebudayaan dan pariwisata, akan menjadi surplus kekuatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tempatan dan bagi suksesnya sektor pariwisata di Provinsi Riau," jelas Syamsuar. **mcr/urc

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 04 Desember 2019 07:12:16
Kita Putus Aja Lagi Naik Daun, Kok Bisa?
 Kamis, 24 Oktober 2019 08:10:55
Bupati Bengkalis Hadiri Festival Mandi Shafar di Pantai Tanjung Lapin, Desa Tanjung Punak, Rupat Utara
 Minggu, 20 Oktober 2019 12:10:55
32 Paguyuban FPK Pelalawan Meriahkan Karnaval Kebudayaan Provinsi Riau
 Sabtu, 19 Oktober 2019 06:10:35
Dua Lagu Penyanyi Asal Pekanbaru Aci Cahaya Jadi Soundtrack Film Ajari Aku Islam
 Sabtu, 12 Oktober 2019 03:10:07
Festival Budaya Bahri tahun 2019 Pantai Selat Baru
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca