Legislator Suhardiman Amby : Perusahaan di Larang Tanam Sawit di DAS
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 31 Desember 2018 09:12:39
Legislator Suhardiman Amby : Perusahaan di Larang Tanam Sawit di DAS
KETERANGAN GAMBAR :
Legislator Suhardiman Amby / foto internet

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - Legislator Riau mengingatkan seluruh perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Provinsi Riau untuk mengikuti aturan dan ketentuan operasional yang berlaku.

"Jangan sampai menanam sawit di Daerah Aliran Sungai (DAS), terbukti izin usaha akan dicabut," kata Legislator Suhardiman Amby di Pekanbaru akhir pekan lalu.

Sekretaris Komisi III DPRD Riau ini mengungkap ada banyak perusahaan perkebunan terindikasi mengindahkan aturan yang telah disahkan terkait kehutanan dan lingkungan hidup.

"Aturan itu sesuai dengan apa yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tentang Kehutanan dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup," kata dia.

Politisi Hanura ini mengatakan, berdasarkan monitoring yang dilakukan sewaktu jadi Tim Pansus terhadap perusahaan perkebunan, kehutanan dan pertambangan beberapa tahun lalu, ada ditemukan perusahaan yang melanggar ketentuan ini.

Untuk itu, lanjut  dia, diminta perusahaan-perusahaan itu agar tidak melakukan pelanggaran tersebut dan kembalikan lahan itu sebagai fungsi sebenarnya sebagai kawasan DAS.

Kata dia, ketentuan ini harus diikuti oleh semua perusahaan tidak hanya perkebunan tapi juga perusahaan kehutanan yaitu hutan tanaman industri (HTI).

"Jangan menambah-nambah luas tanaman sesuai izin yang diberikan dengan memanfaatkan lahan DAS. Dimana untuk anak sungai harus bebas sepanjang 50 meter, sungai besar 200 meter dan untuk pantai lebih kurang 1 kilometer," kata dia.

Dia menambahkan, bahwa pelanggar aturan itu juga bisa dikenakan sanksi pidana dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp12 miliar sesuai dengan UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.mc/urc

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 08 Januari 2019 04:01:00
Nazier Foead : 70 Persen Gambut Riau Sudah di Restorasi
 Sabtu, 05 Januari 2019 07:01:18
15 Hektar Lahan Gambut Riau Kembali Terbakar
 Kamis, 03 Januari 2019 10:01:49
Penyu Nyaris Punah, Wakil Ketua Dewan Minta Dibudidayakan
 Senin, 31 Desember 2018 08:12:54
BMKG Pekanbaru Imbau Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
 Kamis, 20 Desember 2018 08:12:19
Chevron Indonesia Dukung Restorasi Mangrove di Indonesia
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca