Peroleh Bantuan DAK 2019, Akhirnya Pembenahan Situs Cagar Budaya Makam Raja-raja Rambah Dapat Terwujud
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Minggu, 10 Februari 2019 09:02:57
Peroleh Bantuan DAK 2019, Akhirnya Pembenahan Situs Cagar Budaya Makam Raja-raja Rambah Dapat Terwujud
 
Foto : Kepala Disparbud Rohul Drs. Yusmar M.Si, Ketua GenPI Rohul Tanty Ekasari bersama Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Kementerian Pariwisata RI Ramlan Kamarullah, saat meninjau Makam Raja-Raja Rambah, belum lama ini

UTUSANRIAU.CO, ROKAN HULU - Pemkab Rokan Hulu (Rohul), melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), dapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementrian Pariwisata (Kemenpar) tahun 2019.

Bantuan DAK tahun anggaran 2019 capai Rp 1,3 miliar, akan digunakan pembenahan Situs Cagar Budaya Makam Raja-raja Rambah, berlokasi di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir.‎

Menurut Kepala Disparbud Rohul Drs. Yusmar M.Si, bantuan DAK 2019 senilai Rp 1,3 miliar akan digunakan untuk 4 item pembangunan dan perbaikan‎ di kawasan Makam Raja-raja Rambah. Ada empat item yang akan dibangun, yakni pembangunan mushalla dekat pintu masuk ke areal Makam Raja-raja Rambah, jalan setapak,‎ pagar pembatas, termasuk lampu taman dia areal makam.‎

"Kita berterima kasih dengan adanya alokasi bersumber dari DAK 2019 Kementrian Pariwisata, untuk pembangunan makam bersejarah dan religi Rohul," kata Yusmar, ketika meninjau Makam Raja-raja Rambah bersama keluarga Kerajaan Rambah, Rabu (6/2/2019) sore.

‎Dengan adanya pembangunan itu, Yusmar berharap, akan menjaga kelestarian situs cagar budaya Makam Raja-Raja Rambah sehingga salah satu situs sejarah di Kabupaten Rohul dikenal generasi muda.

Kemudian, sebelum dilakukan pembangunan, sambung pria yang pernah menjabat Kabag Humas Setdakab Rohul, Disparbud sudah duduk bersama dengan pihak terkait, seperti salah satunya dengan keluarga Raja-raja Rambah, serta warga punya tanah di areal itu.

Ketika ditanya kapan akan dilakukan pembangunan istana, Yusmar mengakui, sudah merencanakannya. Disparbud Rohul bersama pihak terkait, diakui Yusmar, belum menemukan letak pasti istana Kerajaan Rambah, sehingga fokus dulu pembangunan 4 item tahun ini.

 
 
Foto : Kepala Disparbud Rohul Drs. Yusmar M.Si, Ketua GenPI Rohul Tanty Ekasari bersama Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Kementerian Pariwisata RI Ramlan Kamarullah, saat meninjau Makam Raja-Raja Rambah, belum lama ini

"Pembangunan akan dilakukan‎ tahun ini, kita masih nunggu proses. Item-itemnya sudah diteken dan dikirim ke dinas kita, dan menunggu proses pelelangan," kata Yusmar dan berharap, dengan dibangunnya areal, maka Makam Raja-raja Rambah tetap lestari ke depannya.‎

Seorang pemilik lahan di Makam Raja-raja Rambah, H. Nursham mengatakan, dirinya ikhlas menghibahkan lahannya demi areal tersebut agar maju dan terbangun leluhurnya, karena dirinya juga bagian dari Kerajaan Rambah.‎

Di tempat yang sama, Tengku Syahril dari Puak Bangsawan Rumah Bagonjong Luhak Rambah juga keturunan dari Kerajaan Rambah menyambut baik rencana Disparbud Rohul yang akan membangun di Makam Raja-raja Rambah.

Juga diakui Syahril, Kerajaan Rambah sudah lama mengharapkan dilakukan pemugaran di Situs Cagar Budaya Makam Raja-raja Rambah. Ia berterima kasih kepada Disparbud Rohul yang sudah peduli dengan peninggalan sejarah tersebut.

"Dengan adanya pembangunan ini tentunya akan berkembang terus, kemudian sarana dan prasarana lain diharapkan juga dilakukan pemugaran," harap Tengku Syahril.‎

Tengku Syamsul Bahri bergelar Sutan Mahmud Luhak Rambah selaku Ketua Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Luhak Rambah,‎ juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah peduli dengan Makam Raja-raja Rambah.‎

Dirinya berpesan ke pemerintah, agar tidak terlambat membangun kawasan sejarah ini. Ia mengindikasi ada segelintir oknum masyarakat‎yang sangat antusias atau ingin menguasai areal Makam Raja-raja Rambah yang luasnya sekira 16 hektar.‎

“Bila sudah duduk (okum) masyarakat‎ di sini akan susah untuk ditertibkan kembali. Jadi itu harapan kami ke pemerintah," pesan Syamsul.

Ketua LKA Luhak Rambah juga meminta, agar pemerintah supaya menindaklanjuti segera, bukan hanya lahan yang 2 hektar saja, namun untuk keseluruhan lahan‎ yang luasnya sekitar 16 hektar.

Sebut Syamsul, bahwa lahan yang masuk wilayah administrasi Kecamatan Rambah Hilir tersebut adalah milik Kerajaan Rambah, dan Pemkab Rohul lebih penting untuk menguasainya, sehingga kawasan tersebut tetap terjaga kelestariannya sebagai salah satu Situs Cagar Budaya. (Adv/Pemkab Rokan Hulu)

 

 
 
INFO TERKAIT 
 Jumat, 23 August 2019 02:08:48
Menuju Smart City, Pencapaian DPMPTSP Wujudkan Smart Government
 Jumat, 23 August 2019 08:08:50
Bupati Inhil Harapkan Pelayanan Dasar Berbasis Digital Diterapkan OPD Terkait
 Senin, 25 Februari 2019 03:08:01
Kadisos Riau Hadiri Rakor Penanganan HIV/AIDS Wilayah Kerja Sumatera & Kalimantan
 Selasa, 29 Januari 2019 03:08:37
Rapat Tim Koordinasi Bansos se Provinsi Riau bersama Satgas Pengamanan dan Gakkum Distribusi Bansos Tahun 2019
 Jumat, 12 April 2019 03:08:05
Kadisos Riau : Setiap Pendamping Harus Berkoordinasi dan Berintegrasi dengan Pendamping Lainnya dalam Pendataan KPM
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca