× Home Otonomi Pendidikan Ekonomi Nasional Olahraga Teknologi Hukum Lingkungan Religion Kesehatan Politik Kampus Pekanbaru Rokan Hulu Rokan Hilir Kampar Kuansing Pelalawan Bengkalis Indragiri Hilir Indragiri Hulu Meranti Siak Dumai
Pentingnya Perdes Untuk Pencegahan Kebajaran Lahan Gambut

Kolom | 30 Oktober 2019 | Dilihat : 163

Pentingnya Perdes Untuk Pencegahan Kebajaran Lahan Gambut ###Pentingnya Perdes Untuk Pencegahan Kebajaran Lahan Gambut ###

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - Masyarakat desa yang tinggal sekitar lahan gambut memanfaatkan dan mengelola lahan gambut berdasarkan kebiasaan mereka yang kurang bijak.Misalnya masyarakatterbiasa membuka lahan dengan cara membakar untuk kemudian ditanami. Sebagai akibatnya, kebakaran lahan gambut, terutama pada musim panas, tidak bisa terhindari.

Peduli atas peristiwa kebakaran lahan gambut di Provinsi Riau, sekelompok dosen Universitas Riau melakukan kegiatan pengabdian dengan tema Diseminasi Peraturan Desa (Perdes) untuk Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut.

Kegiatan ini berupa penyuluhan/pelatihan bagi masyarakat yang rentan dengan kebakaran lahan gambut. Untuk tahun ini kegiatan penyuluhan difokuskan di Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis.

”Tujuan dari kegiatan ini adalah perlunya inisiasi dari masyarakat lokal dalam pengelolaan lahan gambut agar dapat berkontribusi mencegah terjadinya kabakaran,” ujar Zulkarnaini, ketua kelompok pengabdian di Kantor Kecamatan Bandar Laksamana.

Menurut Zulkarnaini, kegiatan ini sejalan dengan program BadanRestoriGambut (BRG) Indonesia yang mengutamakan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lahan gambut, terutama masyarakat desa yang berada di wilayah target restorasi.

“Kita tahuBRG saat ini sedang menggalakkan program Desa Peduli Gambut sebagai salah satu bentuk penggalangan dan penguatan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

 

###

Di sebutkannya salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari Desa Peduli Gambut adalah memfasilitasi pemerintah dan masyarakat desa untuk menyusun peraturan yang dapat di gunakan untuk mendukung restorasi gambut di wilayah desanya terutama terkait dengan aspek pencegahan kebakaran.

“Meskipun sudah ada aturan formal di lingkup nasional tentang pengelolaan dan perlindungan lahan gambut, namun implementasinya masih belum menyentuh masyarakat di tingkat bawah,” katanya lagi.

Karena itu, disebutkan Zulkarna ini, kedepan perlu kiranya di rancang aturan lokal yang berangkat dar inilai  nilai kearifan dan semangat swadaya yang di miliki masyarakat.

Tujuannya tidak lain demi menjaga lingkungannya dari dampak buruk akibat peristiwa kebakaran yang sering terjadi di lahan gambut.

Karena berasal dari inisiatif dan kesepakatan mereka, tentunya aturan tersebut akan lebih mengikat, sehingga penerapannya akan lebih maksimal.

“Peraturan Desa (Perdes) tentang pencegahan kebakaran adalah satu aspek sangat di mungkinkan diterapkan,” ungkapnya yakin.****rls

###