× Home Otonomi Pendidikan Ekonomi Nasional Olahraga Teknologi Hukum Lingkungan Religion Kesehatan Politik Kampus Pekanbaru Rokan Hulu Rokan Hilir Kampar Kuansing Pelalawan Bengkalis Indragiri Hilir Indragiri Hulu Meranti Siak Dumai
Maraknya Peredaran Narkoba, Anggota Dewan Jangan Lempar Batu Sembunyi Tangan

Hukum | 22 Januari 2020 | Dilihat : 20

ulau Bengkalis wajar disebut surga bagi pecandu narkoba karena Kepolisian bengkalis di bulan januari ini hampir tiap hari menjadi topik pemberitaan terutama mengungkap (tangkap) kasus narkoba (berupa pemakai, pengedar dan bandar narkoba) kemudian tentang Karhutla.Sumber Foto Internet


UTUSANRIAU.CO.BENGKALIS - Pulau Bengkalis wajar disebut surga bagi pecandu narkoba karena  Kepolisian bengkalis di bulan januari ini hampir tiap hari menjadi topik  pemberitaan terutama mengungkap (tangkap) kasus narkoba (berupa pemakai, pengedar dan bandar narkoba)  kemudian tentang Karhutla.

Penangkapan 2 pemakai narkoba baru baru ini  salah satu tersangka honorer disalah satu OPD, menjadi pembicaraan dikalangan masyarakat bengkalis terutama pernyataan anggota DPRD Bengkalis di salah satu media online yang menyuruh Bupati untuk melakukan test  urine ke semua ASN dan honores yang bekerja di lingkup Pemkab Bengkalis.

Wakil Ketua I DPRD Bengkalis, Syahrial Basri menyatakan, bahwa akan menginstruksikan ke Bupati, agar melakukan tes urine kepada seluruh ASN dan honorer di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bengkalis, termasuk ke DPRD dan Kesekwanan.

“Kalau memang untuk anggaran tes urine ini di APBD Murni 2020 tidak ada, akan kita usulkan di APBD-P. Kita berharap Bapak Bupati bisa merespon hal ini, “ungkap Politisi Golkar ini, Selasa (21/01/20)dikutip dari riauexpres.com

Dari penelusuran kami bahwa tersangka S bin B menjadi honorer di OPD Satpol PP atas rekomendasi anggota DPRD Bengkalis dan diduga maraknya anggota DPRD Bengkalis memasukkan orang-orangnya menjadi honorer di OPD akibat politik balas budi yang sebelumnya telah berkontribusi di saat pileg yang lalu.

Dengan membawa berkas syarat dan katabelece dari anggota DPRD tampah ada test wawancara dan juga test kesehatan terutama bebas narkoba. Sah lah mereka menjadi honorer.

Dan anggota DPRD ini mengapa bisa memasukkan orang - orangnya ke tiap OPD (Organisasi perangkat daerah) karena adanya bargaining pada saat membahas anggaran  di DPRD waktu yang lalu. Anggota DPRD bisa memuluskan anggaran yang di usulkan OPD tanpa di potong.

Efendi Basri Ketua DPC LAN  (Lembaga Anti Narkoba) Kabupaten Bengkalis pun ikut menanggapi instruksi anggota DPRD   adakan test urine ke ASN dan Honorer Pemkab Bengkalis menyatakan mereka tidak serta merta menjadi orang akan lepas dari narkoba.

" Intruksi anggota DPRD ini tidak bisa lansung pecandu narkoba akan tertangkap dan memenjarakannya, Ia selaku wakil rakyat  harus bisa memberikan solusi bagaimana generasi mudah jangan ikut terjebak di barang haram ini," kata ketua DPC LAN.

Kemudian Ia membayangkan kalau test urine di tiap OPD terjadwal ada schedulnya," dengan mudah pemakai narkoba akan menghindar atau terlepas seharusnya test urine ini dilaksanakan tiba-tiba tanpa ada yang tahu dan hasilnya bisa di pertanggung jawabkan dan tidak ada yang membocorkan," kata ketua DPC LAN.

Sama saja ia melempar batu sembunyi tangan seharusnya duduk bersama  pemerintah, pihak keamanan, BNN Kabupaten  dan lembaga masyarakat yang bergerak di pencegahan narkoba, bagaimana cara mengatasi dan membendung pecandu semakin besar di kalangan generasi mudah harap efendi basri,pada hari sabtu ini (25/01)Pengurus  DPC LAN Kabupaten Bengkalis akan dikukuhkan di Pekan baru.

Penangkapan terjadi hari Minggu tgl 19 Januari 2020. Personil Sat Res Narkoba mengamankan seseorang an. S Bin B (39) pekerjaan Honorer Di Satpol PP Pemkab Bengkalis  dan RS Bin RA (Alm) (31)keduanya warga  Desa Wonosari..(yul)