× Home Otonomi Pendidikan Ekonomi Nasional Olahraga Teknologi Hukum Lingkungan Religion Kesehatan Politik Kampus Pekanbaru Rokan Hulu Rokan Hilir Kampar Kuansing Pelalawan Bengkalis Indragiri Hilir Indragiri Hulu Meranti Siak Dumai
Bamsoet Lantik Empat Anggota MPR RI Pergantian Antar Waktu

politik | 04 April 2020 | Dilihat : 197

Bamsoet Lantik Empat Anggota MPR RI Pergantian Antar Waktu


UTUSANRIAU.CO, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melantik empat anggota MPR RI pergantian antar waktu (PAW) di komplek MPR RI,  Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/20/20).

Dua dari empat Anggota yang baru dilantik dari Fraksi PDI Perjuangan yakni Irmadi Lubis (dapil Sumatera Utara I) dan Tuti N. Roosdiono (Jawa Tengah I). Dua lainnya, Julie Sutrisno (Fraksi Nasdem/NTT) dan Matheus Stefi Pasimanjeku (Kelompok DPD/ Maluku Utara). 

Dalam sambutannya, Bamsoet mengajak kepada seluruh anggota MPR RI untuk terus bekerja secara produktif meskipun terdapat beberapa keterbatasan yang ditimbulkan oleh situasi pandemi Corona saat ini. 

"Semoga tugas dan kewenangan konstitusional Majelis tetap dijalankan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh tanggungjawab," ujar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menjelaskan MPR RI merupakan lembaga negara pengawal ideologi bangsa. Melalui kegiatan pemasyarakatan Empat Pilar, MPR RI terus berusaha menumbuhkan keyakinan dan kesadaran bahwa Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan acuan yang sepatutnya menginsipirasi seluruh pengaturan kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, pencegahan Covid-19 harus dilakukan secara ketat dengan penanganan korban harus memadai. Selain itu, implikasi langsung pada penurunan pendapatan masyarakat yang terpapar harus segera dikompensasi. Urgensi stimulus ekonomi dalam rangka memitigasi pandemi sangat tinggi mengingat semakin lama penanganan dilakukan, semakin parah kerusakan ekonomi yang ditimbulkan.


Bamsoet menambahkan hal lain yang tidak kalah penting adalah seluruh kebijakan yang ditujukan untuk memotong mata rantai penyebaran Covid-19 harus tetap memastikan kepentingan masyarakat. 

"Terutama kepentingan logistik dan pangan agar tetap tersedia, sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat yang dapat menyebabkan kepanikan," kata Bamsoet. **Bambang S