× Home Otonomi Pendidikan Ekonomi Nasional Olahraga Teknologi Hukum Lingkungan Religion Kesehatan Politik Kampus Pekanbaru Rokan Hulu Rokan Hilir Kampar Kuansing Pelalawan Bengkalis Indragiri Hilir Indragiri Hulu Meranti Siak Dumai
Presiden Joko Widodo Ingin Kinerja Kabinet Lebih Efektif

nasional | 09 Juli 2020 | Dilihat : 45

Presiden Joko Widodo Ingin Kinerja Kabinet Lebih Efektif

UTUSANRIAU.CO, BOGOR - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan Presiden Joko Widodo menekankan para Menterinya harus kerja ekstra keras, menerapkan manajemen krisis dan memastikan semua program dan dana tersalurkan secara tepat sasaran karena semua rakyat menunggu.

Presiden Joko Widodo menginginkan seluruh Menteri tidak main-main dan fokus bekerja menghadapi krisis di saat pandemi yang sulit ini.

"Kalau perlu kerja 24 jam. Saya sendiri kata presiden,  setiap hari langsung turun ikut mengawasi. Sekarang ini, tidak hanya menteri yang saya tanya. Tapi saya kejar juga sampai ke Sekjen dan Dirjen kementerian. Itu penjelasan presiden,” ujar Bamsoet usai bertemu Presiden Joko Widodo, di Istana Bogor, kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/7/20).

Selain membahas reshuffle, Bamsoet menemui Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, Syarief Hasan, Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Jazilul Fawaid, Lestari Moerdijat, Zulkifli Hasan, Arsul Sani, dan Fadel Muhammad. Sedangkan Presiden Joko Widodo didampingi Menkopulhukam Mahfud MD, Mensesneg Pratikno, dan Seskab Pramono Anung.

"Presiden tidak menyampaikan langsung secara implisit, apakah akan ada reshuffle atau tidak. Silakan tafsirkan sendiri pandangan presiden tersebut," ujar Bamsoet.

Bamsoet berharap isu reshuffle kabinet tak menjadi bola liar yang kontraproduktif terhadap penanganan Covid-19.

Para menteri harus tetap fokus bekerja lebih efektif, jangan sampai malah sibuk memikirkan isu reshuffle. Sebagai pembantu presiden, para menteri harus bisa mengejar ritme kerja presiden yang sangat cepat. 

"Jadikan teguran yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet pada beberapa waktu lalu sebagai pemacu semangat kerja.

Rakyat sangat menantikan agar dana penanganan Covid-19 yang mencapai Rp 905,1 triliun bisa cepat dirasakan secara langsung oleh rakyat. Penyerapan anggaran yang tepat guna dan tepat sasaran harus segera dilakukan," ujar Bamsoet.

Sementara Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menambahkan, saat dirinya menanyakan mengenai rencana reshuffle, Presiden Joko Widodo menanggapi dengan menegaskan dirinya ingin semua menteri bekerja maksimal. 

"Secara implisit, Bapak Presiden mengatakan menginginkan kabinet ini bekerja maksimal. Secara implisit begitu. Jadi silakan diartikan," kata Syarief. ***Bambang S