× Home Otonomi Pendidikan Ekonomi Nasional Olahraga Teknologi Hukum Lingkungan Religion Kesehatan Politik Kampus Pekanbaru Rokan Hulu Rokan Hilir Kampar Kuansing Pelalawan Bengkalis Indragiri Hilir Indragiri Hulu Meranti Siak Dumai
Pengelolaan Lahan Gambut Berbasis Education For Sustainable Development

kampus | 06 Agustus 2020 | Dilihat : 61

Tim Pengabdian LPPM bersama mahasiswa Kukerta Terintegrasi Universitas Riau,

UTUSANRIAU.CO - Kebanyakan masyarakat di Indonesia memanfaatkan dan mengolah lahan gambut berdasarkan kebiasaan mereka yang kurang bijak. Mereka membuka lahan gambut dengan cara membakar untuk kemudian ditanami. 

Bila kondisi ini dibiarkan tentunya akan mengancam eksistensi dan kelestarian ekosistem lahan gambut di masa mendatang. 

Karena itu, perlu adanya terobosan untuk pemecahan masalah ini dengan melibatkan secara aktif semua pihak yang berkepentingan. 

Kalangan perguruan tinggi dituntut kepeduliannya terhadap pelestarian lahan gambut dalam konteks pembangunan berkelanjutan. 

Atas dasar itulah, Tim Pengabdian LPPM bersama mahasiswa Kukerta Terintegrasi Universitas Riau, melakukan kegiatan pengabdian yang bertema pemberdayaan masyarakat dengan sasaran utama adalah pengelola arboretum gambut. 

Kegiatan ini dilaksanakan di Arboretum Gambut Marsawa Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang tangguh dalam pengelolaan lahan gambut secara umum dan arboretum gambut secara khusus. Kita tahu pengembangan hutan gambut menjadi arboretum gambut sangat besar manfaatnya bagi pelestarian lingkungan dan juga peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitarnya,” ungkap Zulkarnaini, M.Si, selaku Ketua Tim Pengabdian.   

Disebutkan Zulkarnaini, keberadaan arboretum gambut ini mampu dijadikan sarana eduwisata yang dikelola masyarakat. Apalagi dalam pelaksanaannya menerapkan konsep education for sustainable development (ESD). 

Pengelolaan lahan gambut melalui arboretum gambut berbasis ESD ini bisa menjadi model dalam upaya mendorong masyarakat untuk secara konstruktif dan kreatif dalam menghadapi tantangan pemanasan global. 

"Tujuan kita mengedukasi masyarakat agar menerapkan prinsip ESD dalam pengelolaan lahan gambut adalah agar masyarakat memiliki keterampilan menyelesaikan masalah, lalu berkomitmen untuk terikat pada tanggung jawab pribadi dan kelompok. Tindakan ini akan menjamin lingkungan makmur secara sosial dan ekonomi di masa depan,” ujarnya. 

Lebih lanjut Zulkarnaini menerangkan bahwa konsep ESD ini sangat potensial untuk menghubungkan jarak yang terpisah antara dunia usaha dengan anak didik yang ada di sekolah, juga antara sekolah dengan lingkungan sekitarnya. 

Sehingga dengan hubungan yang erat, lahan gambut yang merupakan tempat tinggal sebagian manusia diharapkan akan terus terjaga dan mampu mendukung kebutuhan ummat manusia di masa yang akan datang.***Sumber : rilis/red