×
Cegah Banjir Lahar Merapi, KemenPUPR Bangun Tujuh Sabo Dam Baru

nasional | Jumat, 30 Oktober 2020

Cegah Banjir Lahar Merapi, KemenPUPR Bangun Tujuh Sabo Dam Baru

UTUSANRIAU.CO, JAKARTA - Guna mengantisipasi banjir lahar dari Gunung Merapi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan dan rehabilitasi Sabo Dam di Provinsi Jawa Tengah. Sejak 2018 hingga 2020, tercatat tengah dibangun tujuh Sabo Dam baru yang tersebar di Kabupaten Magelang (Jawa Tengah) dan Sleman (DIY).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan Sabo Dam dibangun untuk menahan dan mengurangi kecepatan aliran lahar yang membawa material vulkanik sehingga dapat meminimalisir risiko bencana banjir lahar di hilir sungai serta menjaga kelestarian lingkungan sekitar Gunung Merapi. 

“Kalau bendungan menahan air, sedangkan Sabo Dam menahan pasir dan batu sementara airnya tetap bisa lewat,” kata Menteri Basuki melalui keterangan tertulisnya, Rabu (29/10/2020).

Di sekitar wilayah Gunung Merapi, selain potensi banjir dan longsor, juga perlu diantisipasi terjadinya banjir lahar akibat letusan Gunung Merapi. Untuk itu, sejak tahun 1969 dilaksanakan program pengendalian banjir lahar Gunung Merapi guna menanggulangi dampak erupsi Gunung Merapi. Salah satunya lewat pembangunan Sabo Dam. 

Sementara Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Opak, Dwi Purwantoro mengatakan, melalui pendanaan APBN tahun 2020 juga tengah dilaksanaan rehabilitasi dan pembangunan sabo dam baru di Kali Bebeng, Kali Pabelan, dan  Kali Lamat dan Senowo. 

Untuk di Kali Bebeng, Magelang dibangun 1 sabo dam baru dengan anggaran Rp 13,46 miliar yang telah dimulai pada Juni-Desember 2020. Kali Lamat dibangun 1 sabo dam baru dan rehabilitasi 1 sabo dam di Kali Senowo dengan total anggaran Rp 13,99 miliar. Sedangkan kali Pabelan (Magelang) juga dibangun kembali 1 sabo dam baru dengan anggaran Loan JICA (SYC) Rp18,54 miliar yang telah dimulai pada September hingga Desember 2020.

Dwi Purwantoro menambahkan konstruksi sabo dibangun secara bertingkat dengan ukuran berbeda.  Terbesar berada di atas untuk menahan batu-batu besar dan yang paling kecil untuk menahan pasir. Secara teknis, Sabo Dam dibangun dengan ketinggian yang berbeda di tengah bendung. 

"Hal ini dimaksudkan untuk mengalirkan air, sehingga sedimen atau endapan lahar dingin akan tertampung oleh bendung, tetapi air tetap mengalir. Apabila bendung tidak mampu membendung semua aliran debris, maka akan dilewatkan melalui bagian atas (overtopping), " katanya. **Bambang S