×
PWI Bengkalis Bersama SatNarkoba Polres Bengkalis Sosialisasi Bahaya Narkoba

bengkalis | Selasa, 22 Desember 2020

PWI Bengkalis Bersama SatNarkoba Polres Bengkalis Sosialisasi Bahaya Narkoba

UTUSANRIAU.CO, BENGKALIS - Peredaran narkoba di wilayah kabupaten Bengkalis khusus desa jangkang yang tempat transit juga dikenal sebagai tempat penyelundupan narkoba atau awal peredaran narkoba jenis sabu dari negeri Jiran Malaysia. Oleh karena itu persatuan wartawan Indonesia (PWI) melaksanakan dialog atau bincang- bincang bersama Polres Bengkalis dan tuan rumah pemdes jangkang, Selasa pagi (22/12).

Tampak dengan memakai masker dan duduk berjarak pihak panitia secara ketat menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan sebelum masuk ke tempat pertemuan dengan antusias warga dan perangkat desa jangkang mengikuti dialog atau bincang-bincang tentang bahaya narkoba narasumber dari Polres Bengkalis Kanid II satnarkoba  Ipda H. Alex Sinaga dan wartawan senior bengkalis dari RPG ( Riau pos grup) dan langsung  ketua PWI Kabupaten Bengkalis Alfisnardo.

Kades Jangkang Edi Sutrisno, SE dalam sambutannya mendukung kegiatan PWI Bengkalis yang ikut mensosialisasikan bahaya narkoba, padahal sehari-harinya setiap insan jurnalis melaksanakan tugas peliputan punya kesempatan kegiatan ini.

Kami dengan perangkat desa dan masyarakat merasa tertekan dengan adanya desa jangkang terdengar hanya prestasi kasus narkoba karena warganya banyak yang terlibat dalam peredaran narkoba dan masuk ke dalam penjara ini bukan prestasi tapi frustasi," papar kades Jangkang.

Ia menambahkan melalui kegiatan ini, selain menyampaikan bahaya dan peredaran narkoba, agar kedepannya masyarakat Desa Jangkang menjadi lebih kreatif untuk mengharumkan nama desa. 

Sejumlah prestasi diraih oleh Desa Jangkang seperti UEDSP, PKK dan juga perpustakaan desa yang meraih terbaik tingkat kabupaten.

"Alhamdulillah, seperti Perpustakaan Desa Jangkang menjadi terbaik di kabupaten. 

Pemuda Pelopor mewakili Provinsi Riau salah satunya adalah berasal dari Desa Jangkang," sebutnya.

Kanid II satnarkoba polres Bengkalis Ipda H. Alex Sinaga memaparkan mengapa bengkalis menjadi tempat yang subur penyelundupan narkoba terutama jenis sabu khususnya desa Jangkang sebagai pintu masuk penyeludupan barang haram ini.

Ada beberapa faktor bengkalis tujuan favorit penyelundupan narkoba adalah geografis, ekonomi dan demografi (penduduk besar sebagai pasar)

"Pola masuknya narkoba jenis sabu diambil di tengah laut dan juga langsung ke seberang. 

Kita harus bertanggung jawab bukan saja pihak kepolisian, pemerintah dan jurnalis. Indonesia saat ini darurat narkoba apalagi akhir tahun ini peredaran semakin meningkat," terang Kanid II Satnarkoba.

Dengan adanya diskusi ini dan PWI ikut bersama sama memerangi peredaran narkoba dengan mengajak semua pihak memberantas atau mengurangi peredaran narkoba di tengah masyarakat desa jangkang.

"Dengan prestasi warga jangka sampai ke tingkat nasional dengan itu kita bisa peduli dengan lingkungan terutama warga terdekat selama ini mengapa pihak kepolisian lebih dulu tahu atau menangkap pemuda atau warga misalnya sebagai kurir atau bandar narkoba dan tetangga tidak tahu apa kerjaan para pemuda tersebut jadi ini semua harus ada kepedulian warganya kerja apa kok tak punya kerjaan hidup mewah bisa beli sepeda motor dan lainnya," ungkap Ipda H Alex Sinaga.

Erwan Sani jurnalis dari Riau pos memaparkan bahwa tugas atau pekerjaan jurnalis salah satunya melakukan kontrol sosial dengan melaksanakan pemberitaan." Berdasarkan UU pers no 40 pasal 03 tugas wartawan salah satunya kontrol sosial. Dengan adanya kondisi desa jangkang ini kami prihatin dan berharap kegiatan ilegal penyelundupan narkoba bisa berkurang dan cap desa jangkang tempat peredaran narkoba mulai hilang dengan prestasi atau capaian kegiatan lainnya yang sudah mengharumkan nama desa jangkang.," harap wartawan senior ini.

Kegiatan sosialisasi bahaya narkoba bekerja sama antara PWI bidang hukum dan HAM dan Pemdes Jangkang. (rls/yes/yul)